Jejouw Ikut Lelang Aset Harvey Moeis, Harley Tembus Rp900 Juta

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 25 Mei 2026 05:29 WIB 6
Jejouw Ikut Lelang Aset Harvey Moeis, Harley Tembus Rp900 Juta

Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI menggelar lelang barang rampasan dari perkara korupsi dalam ajang BPA Fair 2026 di Gedung BPA Kejaksaan RI, Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026). Sejumlah barang mewah milik Harvey Moeis dan istrinya, Sandra Dewi, ikut ditawarkan kepada publik.

Selebgram sekaligus pengusaha fesyen Jeffry Jouw, atau Jejouw, turut hadir untuk melihat langsung proses lelang tersebut. Ia mengaku penasaran karena barang-barang rampasan itu ramai dibicarakan dan banyak menarik perhatian masyarakat.

Lelang Aset Rampasan

Jejouw mengatakan dirinya datang jauh-jauh ke lokasi karena ingin melihat langsung barang-barang yang dilelang. Menurut dia, koleksi yang ditampilkan tampak menarik dan masih terawat dengan baik.

Ia menilai mobil-mobil yang dipamerkan memiliki kondisi yang bagus, begitu pula dengan sejumlah koleksi lain. Karena itu, Jejouw merasa kehadirannya tidak sia-sia meski harus menempuh perjalanan cukup jauh.

Dalam pandangannya, acara lelang tersebut menunjukkan bahwa aset rampasan negara dapat dimanfaatkan kembali melalui mekanisme resmi. Ia juga menilai penyelenggaraan lelang dibuat terbuka agar masyarakat bisa ikut berpartisipasi.

Jejouw menambahkan, antusiasme pengunjung terlihat tinggi sejak awal acara. Hal itu membuat suasana lelang menjadi lebih ramai dan kompetitif.

Harley Davidson Jadi Incaran

Di antara barang yang dilelang, Jejouw paling tertarik pada sebuah motor Harley Davidson. Ia mengaku sempat ikut proses bidding karena ingin membawa pulang motor tersebut.

Namun, minat peserta yang besar membuat harga motor itu terus naik dalam waktu singkat. Jejouw mengaku kaget karena banderol yang semula ia patok di kisaran Rp700 juta akhirnya menembus hampir Rp900 juta.

Menurut Jejouw, lonjakan harga itu menunjukkan tingginya persaingan dalam pelelangan. Ia pun harus mengakui kalah bersaing dengan peserta lain yang berani menawar lebih tinggi.

Meski gagal, ia tetap mengapresiasi proses lelang yang dinilainya berlangsung menarik. Baginya, pengalaman mengikuti bidding langsung memberi gambaran nyata tentang tingginya permintaan terhadap barang tertentu.

Sistem Bidding BPA Fair

Jejouw menjelaskan, peserta lelang hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi melalui bank yang ditunjuk. Setelah itu, peserta dapat mengikuti proses penawaran sesuai aturan yang telah disiapkan penyelenggara.

Ia menilai mekanisme tersebut cukup mudah dipahami oleh masyarakat yang baru pertama kali mengikuti lelang. Karena itu, acara seperti BPA Fair dinilai bisa menjadi sarana edukasi sekaligus peluang berburu barang menarik.

Jejouw juga menyoroti proses kenaikan harga yang berlangsung cepat selama bidding. Menurut dia, kondisi itu wajar terjadi ketika banyak peserta tertarik pada barang yang sama.

Ia mengatakan semula berharap bisa mendapatkan barang dengan harga lebih murah. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa barang incaran bisa melonjak jauh di atas ekspektasi.

Pesan Soal Barang Rampasan

Selain Harley Davidson, Jejouw juga sempat melirik mobil McLaren yang ikut dilelang. Sayangnya, harga unit tersebut juga melonjak tinggi sehingga ia kembali gagal membawanya pulang.

Ia mengaku sempat melihat koleksi milik Sandra Dewi, tetapi saat tiba di lokasi barang-barang itu disebut sudah habis terjual. Meski begitu, ia menilai seluruh koleksi yang sempat dilihat tampak bagus dan terawat.

Jejouw menilai barang rampasan dari kasus korupsi seharusnya menjadi pengingat bagi masyarakat. Menurut dia, kasus semacam itu mestinya tidak ditiru karena membawa kerugian bagi banyak pihak.

Ia berharap masyarakat bisa mengambil pelajaran untuk bekerja dan berbisnis secara bersih serta halal. Bagi Jejouw, lelang aset rampasan bukan hanya soal transaksi, tetapi juga peringatan agar orang menjauhi praktik korupsi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!