Jastip Jajanan Puncak Jadi Peluang Cuan Baru

Lifestyle Clara Monica 02 Juni 2026 02:39 WIB 3
Jastip Jajanan Puncak Jadi Peluang Cuan Baru

Jasa titip atau jastip masih menjadi peluang usaha yang bertahan di tengah perubahan tren belanja. Salah satu yang berkembang adalah jastip jajanan Puncak, Bogor, yang digeluti Fristo Linanggeng bersama istrinya sejak sekitar enam bulan lalu.

Usaha ini berawal dari komentar iseng di media sosial, lalu berubah menjadi layanan titip makanan khas daerah yang banyak diminati. Fristo kini tetap menjalankan pekerjaan di Jakarta, sembari mengelola pesanan jastip yang harus ia antar dari Puncak ke kota tujuan pelanggan.

Jastip Jajanan Puncak Menguntungkan

Jastip tidak lagi terbatas pada barang luar negeri, karena produk lokal juga memiliki pasar yang kuat. Dalam kasus Fristo, jajanan khas Puncak Bogor justru menjadi daya tarik utama bagi pelanggan.

Menurut Fristo, ide membuka jastip muncul setelah ada komentar dari pengikut media sosialnya yang meminta sate maranggi. Ia kemudian mengiyakan pesanan tersebut, meski awalnya hanya datang dari tiga orang.

Respons itu membuatnya melihat peluang yang lebih besar di balik konten sederhana. Dari situ, jastip jajanan Puncak mulai dijalankan secara lebih serius.

Fristo menilai, kekuatan jastip terletak pada kemudahan akses terhadap produk yang tidak selalu bisa didapatkan di tempat lain. Karena itu, makanan khas daerah memiliki nilai lebih di mata pembeli.

Jastip Jajanan Puncak Bermula Iseng

Fristo mengaku tidak pernah merencanakan usaha ini sejak awal. Semuanya berawal dari kebiasaannya membaca komentar satu per satu pada setiap konten yang diunggahnya.

Saat sedang berada di Puncak, ia menemukan komentar yang meminta titipan sate maranggi. Permintaan itu datang dari tiga orang sekaligus, lalu semuanya langsung disetujui.

Dari peristiwa sederhana itu, lahir peluang baru yang sebelumnya tidak ia bayangkan. Konten jastip yang ia unggah berikutnya justru mendapat perhatian lebih besar di TikTok dan Instagram.

Ia menuturkan, video yang membahas jastip tersebut ditonton banyak orang dan memicu minat baru. Sejak saat itu, pesanan semakin bertambah dan usaha ini mulai berkembang.

Jastip Jajanan Puncak Kian Diminati

Jajanan khas Puncak Bogor memiliki daya tarik karena dianggap otentik dan sulit ditemukan di luar kawasan tersebut. Kondisi ini membuat layanan jastip menjadi solusi bagi konsumen yang ingin menikmati makanan itu tanpa harus datang langsung.

Fristo menyebut, minat pelanggan datang bukan hanya dari satu kanal media sosial. TikTok dan Instagram menjadi ruang utama untuk memperluas jangkauan promosi jastipnya.

Peningkatan pesanan menunjukkan bahwa layanan berbasis pengalaman lokal masih punya pasar yang kuat. Konsumen tampak tertarik pada keunikan produk, sekaligus kemudahan memesan lewat media sosial.

Meski persaingan jastip semakin beragam, makanan tetap memiliki ruang tersendiri dalam pasar daring. Bagi pelanggan, jastip memberi akses cepat terhadap rasa yang dirindukan.

Jastip Jajanan Puncak Dikelola Jarak Jauh

Fristo saat ini tinggal sementara di Puncak Bogor karena harus menemani orang tuanya yang menetap di sana. Namun, tempat tinggal utamanya berada di Depok, sehingga ia masih harus bolak-balik ke Jakarta untuk bekerja.

Perjalanan itu ia tempuh dengan motor dari Puncak ke Bogor, lalu dilanjutkan dengan kereta menuju Jakarta. Total waktu di perjalanan bisa mencapai sekitar tiga jam.

Kondisi tersebut tidak membuatnya menghentikan usaha jastip yang sudah berjalan. Ia tetap mengatur pengiriman pesanan sekaligus menjaga pekerjaan tetapnya agar keduanya bisa berjalan seimbang.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya jarak, tetapi juga konsistensi dalam melayani pelanggan. Meski begitu, ia menilai usaha ini layak dijalankan selama permintaan terus ada.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!