Jastip Jajanan Puncak Jadi Peluang Cuan Baru

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 30 Mei 2026 16:49 WIB 3
Jastip Jajanan Puncak Jadi Peluang Cuan Baru

Jasa titip atau jastip kembali menunjukkan daya tariknya sebagai peluang usaha yang masih relevan di tengah perubahan tren belanja. Dari makanan hingga produk kebutuhan harian, model bisnis ini terus berkembang dan kini merambah jajanan khas Puncak, Bogor.

Salah satu pelaku yang memanfaatkannya adalah Fristo Linanggeng bersama istrinya, yang membuka jastip jajanan Puncak setelah mendapat respons tak terduga dari media sosial. Usaha yang bermula dari iseng itu kini berjalan sekitar enam bulan dan terus menerima pesanan dari pelanggan.

Jastip jajanan puncak

Fristo mengaku ide membuka jastip muncul dari komentar warganet saat dirinya berada di Puncak. Saat itu, ada tiga orang yang menyatakan ingin menitip sate maranggi, dan ia langsung menanggapi permintaan tersebut.

Respons sederhana itu kemudian berkembang menjadi peluang yang lebih besar. Fristo mulai melihat bahwa minat terhadap makanan khas Puncak cukup tinggi, terutama karena produk tersebut sulit ditemukan di luar daerah asalnya.

Dari sana, ia mencoba membuat konten jastip di TikTok dan Instagram. Video tersebut mendapat perhatian luas, sehingga semakin banyak orang tertarik ikut memesan.

Berawal dari komentar warganet

Fristo menuturkan bahwa dirinya selalu membaca komentar di setiap konten, baik yang bersifat pribadi maupun pekerjaan. Dari kebiasaan itu, ia menemukan pesan singkat yang justru membuka jalan bagi usaha barunya.

Permintaan untuk menitipkan sate maranggi menjadi titik awal jastip jajanan Puncak. Ia pun menyetujui permintaan tersebut tanpa banyak perencanaan, karena saat itu hanya ada beberapa orang yang berminat.

Namun, sambutan yang muncul di media sosial membuatnya kaget. Ia melihat peluang itu tidak sekadar iseng, melainkan bisa dikelola menjadi layanan yang konsisten.

Permintaan terus meningkat

Setelah unggahan jastipnya viral, jumlah peminat terus bertambah dari waktu ke waktu. Fristo menyebut pesanan yang masuk makin banyak, sehingga ia memutuskan untuk lebih serius menjalankan usaha tersebut.

Ia mengatakan jastip itu sudah berjalan sekitar enam bulan, terhitung sejak Agustus. Dalam periode itu, minat pelanggan tetap terjaga karena makanan khas Puncak dinilai memiliki cita rasa otentik.

Menurutnya, daya tarik utama jastip ini adalah akses terhadap kuliner yang hanya bisa dinikmati langsung di kawasan Puncak. Kondisi itu membuat layanan titip menjadi solusi bagi pelanggan yang ingin mencicipi tanpa harus datang ke lokasi.

Antara kerja dan pengantaran

Fristo diketahui tinggal di Depok, tetapi sementara menetap di Puncak karena orang tuanya berdomisili di sana. Meski demikian, ia tidak meninggalkan pekerjaan tetapnya di Jakarta dan tetap menjalani keduanya secara bersamaan.

Aktivitas itu membuatnya harus bolak-balik dari Puncak ke Jakarta untuk bekerja sekaligus mengirim pesanan. Perjalanan panjang tersebut dijalani demi menjaga kelancaran jastip dan memenuhi permintaan pelanggan.

Ia menyebut perjalanan dari Puncak ke Bogor ditempuh dengan motor, lalu dilanjutkan dengan kereta menuju Jakarta. Total waktu yang dihabiskan di jalan bisa mencapai sekitar tiga jam, sehingga dibutuhkan komitmen yang kuat untuk mempertahankan usaha ini.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!