Kopi Ternyata Dapat Bantu Jaga Kesehatan Mental

Lifestyle Anindya Kirana Putri 30 Mei 2026 18:00 WIB 2
Kopi Ternyata Dapat Bantu Jaga Kesehatan Mental

Bagi banyak orang, kopi menjadi minuman andalan untuk memulai hari dengan suasana yang lebih baik. Aroma yang khas, rasa yang nikmat, serta efek menyegarkan membuat kopi kerap dipilih saat tubuh dan pikiran masih terasa berat.

Kabar baiknya, manfaat kopi rupanya tidak berhenti pada rasa kantuk yang mereda. Penelitian terbaru menunjukkan minuman ini berpotensi membantu menjaga stres dan kecemasan tetap terkendali, asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.

Kopi dan kesehatan mental

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders menemukan adanya kaitan antara konsumsi kopi dan kesehatan mental. Penelitian itu menggunakan data dari UK Biobank, basis data kesehatan yang mencatat informasi demografi dan kondisi medis hampir 500 ribu orang.

Hasil analisis menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang cenderung lebih rendah mengalami stres dan gangguan suasana hati. Kondisi itu dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi sama sekali. Temuan ini memberi gambaran bahwa kopi dapat memiliki efek lebih luas daripada sekadar penambah energi.

Meski demikian, peneliti menekankan bahwa manfaat tersebut hanya muncul bila konsumsi tetap berada dalam batas wajar. Jika diminum berlebihan, kopi justru dapat memicu keluhan yang berlawanan. Karena itu, pengaturan porsi menjadi faktor penting dalam menjaga manfaatnya.

Batas aman konsumsi kopi

Menurut studi tersebut, manfaat optimal bagi kesehatan mental bisa didapatkan dari sekitar dua cangkir kopi per hari. Batas maksimal yang disarankan adalah tiga cangkir per hari. Takaran ini dinilai cukup untuk memberi efek positif tanpa memicu risiko berlebih.

Satu cangkir kopi dalam penelitian itu setara dengan sekitar 8 ons atau kurang lebih 240 mililiter. Artinya, secangkir kopi ukuran besar yang umum disajikan di kedai bisa saja sudah mendekati porsi harian yang dianjurkan. Konsumen perlu memperhatikan ukuran sajian agar tidak salah menghitung asupan.

Konsumsi kafein yang terlalu tinggi dapat menyebabkan detak jantung meningkat, rasa gelisah, mudah marah, dan gangguan tidur. Gejala tersebut justru bisa memperburuk suasana hati dan tingkat stres. Dalam jangka panjang, kebiasaan itu dapat membuat tubuh dan pikiran semakin kewalahan.

Kopi tanpa kafein

Menariknya, manfaat yang ditemukan penelitian ini tidak semata-mata bergantung pada kafein. Penikmat kopi decaf atau kopi tanpa kafein tidak perlu khawatir kehilangan seluruh manfaatnya. Studi tersebut menunjukkan bahwa kopi tanpa kafein juga memberi efek yang mirip terhadap kesehatan mental.

Temuan itu memperkuat dugaan bahwa ada faktor lain di balik manfaat kopi. Kandungan selain kafein diduga ikut berperan dalam memengaruhi suasana hati. Dengan demikian, kopi decaf tetap bisa menjadi pilihan bagi mereka yang sensitif terhadap kafein.

Bagi sebagian orang, kopi tanpa kafein juga membantu menjaga rutinitas minum kopi tanpa memicu efek samping yang terlalu kuat. Pilihan ini dapat menjadi alternatif yang lebih aman pada malam hari atau saat tubuh mudah bereaksi terhadap kafein. Namun, jumlah konsumsi tetap perlu diperhatikan agar tetap seimbang.

Hubungan usus dan otak

Penelitian lain yang dipublikasikan dalam Nature Communications pada April lalu menemukan kemungkinan penyebab manfaat kopi. Salah satu dugaan yang menguat adalah hubungan antara kopi dan kesehatan usus. Baik peminum kopi berkafein maupun decaf memiliki komposisi mikrobioma usus yang berbeda dibandingkan orang yang tidak minum kopi.

Studi itu juga mencatat skor stres, depresi, dan impulsivitas yang lebih rendah pada orang yang rutin minum kopi. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kopi memengaruhi kondisi mental melalui koneksi antara usus dan otak. Jalur biologis tersebut kini semakin banyak menjadi perhatian dalam dunia kesehatan.

Meski begitu, para ahli tetap menekankan pentingnya keseimbangan dalam pola hidup sehat. Dua hingga tiga cangkir kopi mungkin memberi manfaat, tetapi konsumsi berlebihan dapat memunculkan risiko asam lambung dan gangguan tidur. Dengan porsi yang tepat, kopi bisa tetap menjadi teman pagi yang menyenangkan sekaligus lebih bersahabat bagi kesehatan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!