Jastip Jajanan Puncak Jadi Cuan, Fristo Raup Peluang Baru

Lifestyle Nadia Safira Putri 01 Juni 2026 05:49 WIB 2
Jastip Jajanan Puncak Jadi Cuan, Fristo Raup Peluang Baru

Jasa titip atau jastip masih menjadi peluang usaha yang menjanjikan di tengah perubahan tren belanja masyarakat. Salah satu yang memanfaatkannya adalah Fristo Linanggeng bersama istrinya, yang membuka jastip jajanan Puncak, Bogor, dan berhasil menarik banyak peminat.

Berawal dari komentar singkat di media sosial, usaha ini berkembang menjadi layanan yang dijalankan secara serius selama enam bulan terakhir. Jastip makanan khas Puncak, Bogor, dinilai tetap diminati karena menawarkan cita rasa otentik yang sulit ditemukan di luar kawasan tersebut.

Jastip Jajanan Puncak Menjanjikan

Fristo Linanggeng memulai jastip jajanan Puncak dari sebuah ide yang muncul secara spontan. Saat sedang berada di Puncak, ia membaca komentar warganet yang meminta titipan Sate Maranggi. Permintaan itu datang dari tiga orang sekaligus, dan semuanya langsung disanggupi.

Menurut Fristo, kebiasaan membaca komentar satu per satu di media sosial membuatnya peka terhadap peluang. Dari interaksi sederhana itu, ia melihat ada minat nyata terhadap kuliner khas daerah. Ia kemudian mencoba membuka layanan jastip secara lebih terarah.

Langkah awal tersebut akhirnya berkembang menjadi usaha yang lebih serius. Konten jastip yang ia unggah di TikTok dan Instagram justru mendapat sambutan lebih besar dari perkiraan. Dari situ, layanan titip jajanan Puncak mulai dikenal luas oleh pengguna media sosial.

Konten Medsos Jadi Pemicu

Fristo mengaku tidak menyangka video jastip yang diunggahnya akan ramai ditonton. Respons positif datang dari banyak pengguna yang tertarik menitip makanan khas Puncak. Kondisi itu membuatnya melihat peluang bisnis yang lebih besar dari sekadar konten iseng.

Ia menyebut usaha tersebut akhirnya diputuskan untuk dijalankan secara serius. Menurutnya, permintaan yang terus bertambah menjadi alasan utama untuk mempertahankan layanan itu. Sejak dimulai pada Agustus, jastip tersebut terus berjalan hingga enam bulan terakhir.

Daya tarik utama jastip ini terletak pada makanan khas Puncak yang dianggap otentik. Banyak konsumen ingin menikmati kuliner tersebut tanpa harus datang langsung ke lokasi. Faktor itulah yang membuat layanan titip makanan tetap relevan di tengah banyak pilihan belanja lain.

Mobilitas Bandung Jakarta

Fristo saat ini tinggal sementara di Puncak, Bogor, karena harus menemani orang tuanya. Meski begitu, ia dan istrinya tetap menjalankan aktivitas dari Depok dan Jakarta. Kondisi tersebut membuat mereka harus membagi waktu antara pekerjaan utama dan bisnis jastip.

Ia tidak meninggalkan pekerjaan tetapnya di Jakarta. Karena itu, perjalanan pulang pergi menjadi bagian dari rutinitas harian yang tidak terhindarkan. Di sela kesibukan itu, pesanan pelanggan tetap diambil dan dikirim sesuai jadwal.

Perjalanan yang ditempuh pun tidak singkat, karena harus berpindah dari Puncak ke Bogor lalu ke Jakarta. Fristo mengatakan waktu tempuh bisa mencapai sekitar tiga jam. Jarak dan waktu tempuh itu tidak menyurutkan upayanya menjaga layanan tetap berjalan.

Potensi Bisnis Kuliner Lokal

Kisah jastip jajanan Puncak menunjukkan bahwa peluang bisnis tidak selalu lahir dari produk luar negeri. Kuliner lokal pun dapat menjadi komoditas yang menarik jika dipasarkan dengan cara yang tepat. Media sosial menjadi salah satu saluran paling efektif untuk menjangkau pembeli.

Fenomena ini juga memperlihatkan bahwa selera konsumen semakin beragam. Mereka tidak hanya mencari barang populer, tetapi juga pengalaman menikmati makanan khas daerah. Dalam konteks ini, jastip menjadi jembatan antara lokasi asal produk dan pasar yang lebih luas.

Bagi pelaku usaha kecil, model bisnis seperti ini dapat menjadi inspirasi. Modal utama bukan hanya stok barang, melainkan kepekaan membaca peluang dan konsistensi menjaga kualitas layanan. Selama permintaan masih ada, jastip makanan khas daerah berpotensi terus tumbuh.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!