Dokter Jelaskan Mitos Air Dingin dan Lemak Membeku

Lifestyle Anindya Kirana Putri 01 Juni 2026 07:00 WIB 2
Dokter Jelaskan Mitos Air Dingin dan Lemak Membeku

Banyak orang masih percaya minum air dingin setelah menyantap daging dapat membuat lemak membeku di dalam tubuh. Mitos ini kembali ramai dibahas saat Idul Adha, ketika konsumsi sate, gulai, dan makanan berlemak meningkat bersamaan dengan kebiasaan minum es teh manis.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menegaskan anggapan tersebut tidak benar. Menurutnya, makanan dan minuman yang masuk ke tubuh akan menyesuaikan suhu tubuh, sehingga tidak ada proses pembekuan lemak di saluran pencernaan.

Air Dingin dan Lemak

Menurut dr Aru, anggapan bahwa air dingin dapat membuat lemak membeku di dalam tubuh hanyalah mitos. Ia menilai, suhu minuman tidak akan bertahan sebagai suhu asli ketika sudah masuk ke dalam tubuh.

Air dingin maupun air hangat akan mengikuti suhu tubuh setelah dikonsumsi. Karena itu, tidak ada kondisi yang membuat lemak berubah menjadi beku hanya karena seseorang minum air dingin.

Penjelasan ini penting karena masih banyak masyarakat yang mengaitkan keluhan pencernaan dengan jenis minuman tertentu. Padahal, proses tubuh memiliki mekanisme alami untuk menyesuaikan suhu makanan dan minuman yang masuk.

Dr Aru menegaskan bahwa air dingin tidak akan tetap dingin saat melewati tenggorokan hingga usus. Dengan demikian, anggapan lemak membeku setelah minum air dingin tidak memiliki dasar medis.

Proses Suhu Di Dalam Tubuh

Setelah masuk ke mulut, minuman akan segera mengalami penyesuaian suhu di dalam tubuh. Proses ini membuat air dingin tidak lagi berada dalam kondisi yang sama seperti saat diminum.

Menurut dr Aru, tubuh manusia memiliki suhu normal yang stabil. Karena itu, apa pun yang dikonsumsi akan menyesuaikan dengan kondisi internal tersebut.

Ia menjelaskan bahwa perubahan suhu itu berlangsung secara alami dan cepat. Dengan mekanisme tersebut, tidak mungkin lemak menjadi keras atau membeku di saluran pencernaan.

Penjelasan medis ini sekaligus membantah kekhawatiran yang sering muncul setelah makan makanan berlemak. Masyarakat tidak perlu menghindari air dingin hanya karena takut lemak membeku di tubuh.

Minuman Saat Makan Daging

Minum air dingin saat makan daging tidak menyebabkan gangguan sebagaimana yang sering dikhawatirkan. Yang lebih perlu diperhatikan justru porsi makanan dan keseimbangan asupan harian.

Saat perayaan besar, konsumsi makanan tinggi lemak biasanya meningkat tajam. Kondisi ini sering memunculkan beragam mitos kesehatan yang kemudian dipercaya tanpa dasar ilmiah yang jelas.

Dr Aru menegaskan, baik air panas maupun air dingin tidak akan membuat lemak berubah menjadi beku setelah makan. Karena itu, pemilihan suhu minuman bukanlah faktor utama yang menentukan kesehatan pencernaan.

Masyarakat tetap disarankan menjaga pola makan yang seimbang dan tidak berlebihan saat menikmati hidangan khas. Dengan begitu, tubuh tetap nyaman tanpa harus terpengaruh oleh mitos yang keliru.

Pesan Dokter Untuk Masyarakat

Dr Aru mengingatkan masyarakat agar lebih cermat menerima informasi kesehatan yang beredar di tengah publik. Tidak semua anggapan populer memiliki dasar ilmiah yang benar.

Ia menilai, edukasi kesehatan perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah percaya pada mitos. Informasi yang tepat akan membantu orang mengambil keputusan yang lebih bijak saat makan dan minum.

Dalam penjelasannya, air dingin, air panas, dan makanan berlemak tetap akan diproses tubuh sesuai mekanisme alami. Karena itu, tidak ada alasan ilmiah untuk menyimpulkan bahwa lemak akan membeku setelah minum air dingin.

Dengan pemahaman yang benar, masyarakat bisa menikmati hidangan tanpa rasa khawatir berlebihan. Fokus utama tetap pada pola konsumsi yang sehat, bukan pada suhu minuman semata.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!