Jastip Jajanan Puncak Jadi Cuan, Fristo Raup Peluang Baru

Lifestyle Clara Monica 27 Mei 2026 23:21 WIB 3
Jastip Jajanan Puncak Jadi Cuan, Fristo Raup Peluang Baru

Jasa titip atau jastip masih menjadi peluang bisnis yang menjanjikan di tengah perubahan tren belanja masyarakat. Fristo Linanggeng bersama istrinya membuktikan hal itu dengan membuka jastip jajanan Puncak, Bogor, yang kini diminati banyak pelanggan. Usaha yang berawal dari komentar di media sosial itu berkembang menjadi layanan titipan makanan khas daerah dalam enam bulan terakhir.

Jastip tersebut tidak hanya menyasar produk luar negeri, tetapi juga makanan lokal yang punya daya tarik kuat. Salah satu yang paling dicari adalah Sate Maranggi dan jajanan khas Puncak yang dikenal autentik. Melalui konten di TikTok dan Instagram, Fristo melihat permintaan itu tumbuh dan akhirnya memutuskan untuk menseriusi bisnisnya.

Jastip Jajanan Puncak

Fristo Linanggeng memulai jastip jajanan Puncak dari hal sederhana, yaitu sebuah komentar di media sosial. Saat itu, ada tiga orang yang meminta ia membelikan Sate Maranggi ketika sedang berada di Puncak. Ia kemudian mengiyakan permintaan tersebut dan menjadikannya sebagai awal usaha.

Menurut Fristo, kebiasaannya membaca satu per satu komentar di media sosial justru membuka peluang baru. Respons spontan terhadap permintaan titipan itu membuat dirinya melihat potensi pasar yang cukup besar. Dari pengalaman tersebut, ia mulai mengunggah konten khusus jastip di TikTok dan Instagram.

Video yang diunggahnya ternyata mendapat perhatian lebih luas dari yang diperkirakan. Banyak pengguna media sosial ikut tertarik untuk memesan jajanan khas Puncak melalui dirinya. Sejak saat itu, jastip yang awalnya hanya iseng mulai dijalankan secara lebih serius.

Minat Konsumen Meningkat

Permintaan terhadap jastip makanan khas Puncak ternyata terus bertambah dari waktu ke waktu. Hal itu menunjukkan bahwa konsumen masih mencari produk kuliner yang khas, praktis, dan sulit ditemukan di luar daerah asalnya. Keunikan rasa menjadi faktor utama yang membuat layanan tersebut diminati.

Meski bukan makanan dari luar negeri, jajanan Puncak memiliki daya tarik tersendiri di pasar jastip. Pelanggan menganggap produk seperti Sate Maranggi sebagai kuliner yang layak diburu karena cita rasanya berbeda. Kondisi ini membuat Fristo melihat peluang usaha yang berkelanjutan.

Dalam enam bulan berjalan, permintaan yang masuk membuat bisnisnya semakin stabil. Fristo mengaku tidak menyangka respons publik bisa sebesar itu hanya dari unggahan media sosial. Kini, jastip jajanan Puncak menjadi sumber penghasilan tambahan yang terus berkembang.

Mobilitas Jadi Tantangan

Fristo tinggal di Depok, namun untuk sementara menetap di Puncak karena orang tuanya berada di kawasan tersebut. Meski demikian, ia tetap mempertahankan pekerjaan tetapnya di Jakarta. Kondisi itu membuat aktivitas sehari-harinya harus dibagi antara bekerja, mengurus keluarga, dan melayani pesanan jastip.

Perjalanan dari Puncak ke Jakarta dilakukan dengan moda transportasi yang berganti-ganti. Ia biasanya menggunakan motor menuju Bogor, lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta. Rangkaian perjalanan itu memakan waktu sekitar tiga jam dan menjadi bagian dari rutinitasnya.

Meski melelahkan, Fristo tetap menjalankan usaha tersebut karena permintaan pelanggan masih tinggi. Ia menilai tantangan mobilitas sebanding dengan peluang cuan yang bisa didapatkan. Selama masih ada pasar, jastip jajanan Puncak diyakini tetap memiliki prospek menarik.

Peluang Kuliner Tetap Terbuka

Kisah Fristo menunjukkan bahwa bisnis jastip tidak selalu harus bertumpu pada barang impor atau produk premium. Makanan lokal pun dapat menjadi komoditas yang laku keras jika memiliki identitas rasa yang kuat. Dengan dukungan media sosial, peluang itu bisa tumbuh lebih cepat dan menjangkau banyak calon pembeli.

Bagi pelaku usaha kecil, jastip dapat menjadi pintu masuk untuk membaca selera pasar secara langsung. Konten yang sederhana, respons yang cepat, dan layanan yang konsisten menjadi kunci keberhasilan. Jika dikelola dengan baik, model usaha ini mampu menghasilkan pendapatan tambahan yang stabil.

Fenomena jastip jajanan Puncak juga memperlihatkan perubahan perilaku belanja masyarakat yang semakin mengandalkan kemudahan layanan daring. Konsumen ingin produk khas tanpa harus datang langsung ke lokasi. Di tengah tren itu, bisnis kuliner berbasis titipan masih memiliki ruang tumbuh yang besar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!