Jasa Marga Tebar Dividen Rp1,1 Triliun Usai RUPST 2025

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 22 Mei 2026 11:37 WIB 7
Jasa Marga Tebar Dividen Rp1,1 Triliun Usai RUPST 2025

PT Jasa Marga (Persero) Tbk menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp1,1 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Jumlah tersebut setara dengan 31 persen dari laba bersih perseroan, dengan dividend per share sebesar Rp156,2.

Keputusan itu diambil di tengah upaya perseroan menjaga pertumbuhan usaha dan memperkuat struktur keuangan. Jasa Marga juga menegaskan komitmen untuk tetap memberi nilai tambah bagi pemegang saham, tanpa mengabaikan kondisi ekonomi ke depan.

Dividen Jasa Marga

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa pembagian dividen dilakukan secara proporsional kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada recording date 4 Juni 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 19 Juni 2026.

Rivan menjelaskan bahwa sisa laba bersih tahun 2025 akan ditempatkan sebagai laba ditahan. Dana tersebut akan digunakan untuk cadangan perusahaan dan penguatan langkah bisnis ke depan.

Menurut perseroan, kebijakan dividen disusun secara terukur agar tetap berkelanjutan. Langkah ini diharapkan menjaga keseimbangan antara imbal hasil bagi investor dan kebutuhan ekspansi usaha.

Kinerja Keuangan Menguat

Sepanjang 2025, Jasa Marga mencatat core profit yang stabil di level Rp3,7 triliun. Perseroan juga membukukan pendapatan usaha Rp19,8 triliun, tumbuh 5,8 persen secara tahunan.

Pendapatan tersebut ditopang oleh kontribusi utama pendapatan tol sebesar Rp18,2 triliun dan pendapatan usaha lain sebesar Rp1,6 triliun. EBITDA perseroan meningkat menjadi Rp13,3 triliun dengan margin EBITDA berada di level 67 persen.

Rivan mengatakan stabilitas laba inti ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dan EBITDA yang solid. Beban keuangan konsolidasi juga turun 10,5 persen secara tahunan setelah aksi korporasi equity financing pada akhir 2024.

Bisnis Tol Bertumbuh

Dalam lini bisnis konsesi jalan tol, Jasa Marga mempertahankan posisinya sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia. Hingga 2025, perseroan mengoperasikan 1.294 kilometer jalan tol dari total konsesi 1.736 kilometer.

Total konsesi tersebut merepresentasikan sekitar 42 persen pangsa pasar jalan tol nasional. Sepanjang tahun lalu, transaksi di jalan tol Jasa Marga mencapai 1,31 miliar kendaraan dengan lalu lintas harian rata-rata 3,58 juta kendaraan.

Perseroan menyebut kinerja ini menunjukkan ketahanan bisnis yang tetap terjaga. Posisi sebagai market leader menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Transformasi dan ESG

Jasa Marga terus mengembangkan Jasamarga Tollroad Command Center berbasis Intelligent Transport System untuk meningkatkan kualitas layanan. Sistem ini mampu menghasilkan prediksi lalu lintas dengan tingkat akurasi mendekati 98 persen.

Informasi perjalanan kemudian disampaikan kepada pengguna jalan melalui aplikasi Travoy yang pada 2025 telah diunduh 1,1 juta kali. Jumlah tersebut naik 48 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan turut mendorong Customer Satisfaction Index ke level 5,13 dari skala 6.

Selain itu, perseroan memperkuat program lingkungan, sosial, dan tata kelola melalui green rest area, energi terbarukan, dukungan kendaraan listrik, serta pemberdayaan UMKM. Jasa Marga juga menginisiasi transformasi budaya kerja untuk memperkuat layanan, produktivitas, dan daya saing perseroan.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui susunan baru dewan komisaris dan direksi. Manajemen menyatakan optimistis kinerja 2026 akan semakin kuat melalui pertumbuhan berkelanjutan dan penguatan fundamental keuangan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!