Jaga Daging Kurban, Jeroan Sebaiknya Dipisah Sejak Awal

Lifestyle Nadia Safira Putri 01 Juni 2026 06:15 WIB 2
Jaga Daging Kurban, Jeroan Sebaiknya Dipisah Sejak Awal

Hari Raya Idul Adha identik dengan pembagian daging kurban dalam jumlah besar, namun penanganan yang kurang tepat dapat memicu masalah kesehatan. Salah satu kebiasaan yang masih sering terjadi adalah mencampur daging dan jeroan dalam wadah yang sama demi alasan praktis.

Padahal, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri pada daging. Pemisahan sejak awal menjadi langkah penting agar kualitas daging kurban tetap terjaga hingga sampai ke tangan masyarakat.

Daging Kurban Perlu Dipisahkan

Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementerian Pertanian, drh Ira Firgorita, menegaskan bahwa daging dan jeroan sebaiknya dipisahkan sejak proses distribusi. Menurut dia, pemisahan ini penting untuk menjaga keamanan pangan dan mengurangi risiko cemaran bakteri.

Dalam Webinar Paman Kece Seri 6: Mengolah Daging Kurban yang Aman yang diselenggarakan Badan Pengawas Obat dan Makanan pada Kamis, 21 Mei 2026, ia menjelaskan bahwa daging, jeroan merah, dan jeroan hijau idealnya ditempatkan di wadah berbeda. Langkah sederhana ini dinilai efektif untuk mencegah pencampuran cairan dan kotoran dari satu jenis bahan ke bahan lain.

Ia juga menekankan bahwa daging yang tampak bersih belum tentu aman jika sudah bersentuhan dengan jeroan. Karena itu, penanganan sejak awal harus dilakukan dengan lebih cermat, terutama saat pembagian di lokasi penyembelihan.

Selain menjaga higienitas, pemisahan juga memudahkan masyarakat mengenali karakteristik masing-masing bahan. Dengan demikian, proses penyimpanan dan pengolahan di rumah dapat dilakukan secara lebih aman dan terukur.

Kenali Jeroan Hijau

Jeroan hijau adalah istilah untuk organ yang berhubungan langsung dengan sistem pencernaan hewan, seperti usus dan babat. Bagian ini memiliki potensi kontaminasi lebih tinggi karena kontak dengan sisa makanan dan kotoran di dalam tubuh hewan.

Karakteristik tersebut membuat jeroan hijau memerlukan perlakuan berbeda dari daging biasa. Jika penanganannya kurang tepat, bakteri dapat tetap menempel dan terbawa hingga ke tahap distribusi berikutnya.

Drh Ira menyebut jeroan hijau perlu mendapat perhatian khusus sejak proses pencucian. Pembersihan yang baik dapat membantu menurunkan risiko cemaran sebelum bahan tersebut dibagikan atau dimasak.

Di tingkat rumah tangga, masyarakat juga disarankan tidak menumpuk jeroan bersama daging segar. Kebiasaan tersebut berisiko mempercepat perpindahan bakteri dari satu bahan ke bahan lain.

Rebus Jeroan Sebelum Dibagikan

Drh Ira menyarankan jeroan hijau direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada masyarakat. Perebusan ini dinilai membantu mengurangi risiko kontaminasi bakteri yang mungkin masih menempel pada permukaan bahan.

Langkah tersebut juga dapat membantu menurunkan beban mikroba sebelum jeroan diolah lebih lanjut. Dengan begitu, keamanan pangan kurban dapat ditingkatkan sejak tahap awal penanganan.

Perebusan tidak hanya berguna untuk kebersihan, tetapi juga memudahkan proses penyimpanan sementara. Jeroan yang sudah melalui proses panas umumnya lebih aman dibandingkan jeroan mentah yang langsung dibagikan.

Meski begitu, proses perebusan tetap perlu diikuti dengan penyimpanan yang terpisah dari daging. Tanpa pemisahan, risiko kontaminasi silang masih bisa terjadi setelah proses pemanasan selesai.

Waspadai Kontaminasi Silang

Pencampuran jeroan dengan daging segar dapat memicu kontaminasi silang yang berbahaya. Bakteri dari jeroan bisa berpindah ke daging yang masih bersih jika keduanya disimpan dalam wadah yang sama.

Risiko itu semakin besar bila wadah tidak tertutup rapat atau digunakan berulang tanpa dicuci bersih. Kondisi tersebut dapat mempercepat penyebaran mikroorganisme ke bagian daging lain.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh proses pemisahan daging kurban. Kebiasaan kecil seperti menggunakan wadah berbeda dapat memberi dampak besar terhadap keamanan konsumsi.

Penanganan yang baik juga membantu mencegah makanan terbuang akibat kerusakan dini. Dengan disiplin sejak distribusi hingga penyimpanan, daging kurban dapat lebih aman diolah dan dibagikan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!