Jada Shafira Diterima di UI Setelah Dua Kali Ditolak Unpad

Lifestyle Clara Monica 30 Mei 2026 08:15 WIB 5
Jada Shafira Diterima di UI Setelah Dua Kali Ditolak Unpad

Keluarga Mario Irwinsyah dan Ratu Anandita tengah berbahagia setelah putri sulung mereka, Jada Shafira, diterima sebagai mahasiswa baru Universitas Indonesia pada jurusan Ilmu Komunikasi. Kabar itu menjadi penutup dari perjalanan seleksi yang sempat membuat Jada dua kali gagal saat mendaftar ke Universitas Padjadjaran.

Jada mengungkapkan bahwa dirinya sempat mencoba dua jalur di Unpad, yakni SNBP dan International Undergraduate Program, namun keduanya berakhir dengan penolakan. Meski sempat kecewa, ia tetap melanjutkan pencarian kampus hingga akhirnya menemukan hasil yang lebih sesuai dengan harapan keluarga.

Perjalanan Jada ke UI

Jada Shafira menjelaskan bahwa pilihannya di Unpad semula diarahkan ke jurusan Ilmu Komunikasi. Ia mencoba jalur SNBP terlebih dahulu, yakni seleksi berdasarkan prestasi rapor sejak kelas 10. Namun, hasil yang diterimanya tidak sesuai harapan karena ia dinyatakan tidak lolos.

Tak berhenti di situ, Jada kembali mencoba peruntungan melalui jalur International Undergraduate Program di jurusan yang sama. Harapannya untuk masuk ke kampus tersebut kembali tertunda setelah ia menerima penolakan kedua. Situasi itu membuatnya harus menyiapkan rencana cadangan agar tidak kehilangan kesempatan kuliah.

Di tengah masa menunggu, Jada tetap menjaga semangat dan tidak larut dalam kekecewaan. Ia menilai kegagalan tersebut justru membuka jalan menuju pilihan yang lebih tepat. Pada akhirnya, Universitas Indonesia menjadi jawaban dari proses panjang itu.

Doa Orang Tua Jadi Penguat

Mario Irwinsyah menilai keberhasilan Jada tidak lepas dari doa yang terus dipanjatkan Ratu Anandita. Ia menyebut sebagai orang tua, mereka berusaha menyerahkan hasil terbaik kepada kehendak yang paling baik untuk putrinya. Bagi Mario, doa seorang ibu memiliki kekuatan yang besar dalam menentukan jalan hidup anak.

Mario mengatakan bahwa keluarganya sejak awal berharap Jada bisa kuliah di lokasi yang lebih dekat dengan rumah. Karena itu, hasil yang diterima di UI dianggap sebagai kabar yang sangat melegakan. Selain lebih sesuai dengan kebutuhan keluarga, kampus tersebut juga dinilai lebih mudah dijangkau.

Ratu Anandita pun mengaku lega karena anaknya diterima di universitas yang lebih dekat dari kediaman mereka. Ia merasa keputusan itu akan membantu Jada menjalani kuliah dengan lebih nyaman. Menurutnya, kedekatan jarak juga dapat mengurangi kelelahan dalam rutinitas sehari-hari.

Alasan Memilih Kampus Dekat

Ratu menegaskan bahwa dirinya lebih memilih Jada pulang-pergi dari rumah ketimbang tinggal di kost. Ia menilai perjalanan menuju kampus masih memungkinkan ditempuh dengan dukungan transportasi yang memadai. Pertimbangan itu menjadi salah satu alasan utama keluarga menyambut baik hasil seleksi di UI.

Ia juga menyebut adanya akses tol yang membuat perjalanan menuju kampus terasa lebih cepat. Dengan rute yang tepat, waktu tempuh dianggap masih terjangkau untuk aktivitas kuliah harian. Kondisi ini membuat pilihan kuliah di Jakarta terasa lebih realistis bagi keluarga mereka.

Selain faktor jarak, keputusan tersebut juga berkaitan dengan kenyamanan dan pengawasan orang tua. Jada diharapkan bisa menjalani masa perkuliahan tanpa tekanan tambahan dari urusan tempat tinggal. Bagi keluarga, pilihan itu dinilai lebih aman dan lebih sesuai dengan kebutuhan saat ini.

Harapan Baru bagi Jada

Kisah Jada Shafira menunjukkan bahwa kegagalan di awal tidak selalu menjadi akhir dari sebuah perjalanan. Dua kali penolakan di Unpad justru membawanya pada pilihan yang lebih tepat di Universitas Indonesia. Dalam proses itu, ketekunan dan kesiapan untuk mencoba lagi menjadi kunci penting.

Jada kini bersiap memasuki babak baru sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi di UI. Status tersebut menjadi langkah penting dalam perjalanan akademiknya setelah melalui serangkaian seleksi. Dukungan keluarga diharapkan menjadi modal kuat untuk menghadapi dunia perkuliahan.

Bagi Mario dan Ratu, diterimanya Jada di kampus impian menjadi jawaban atas doa yang mereka panjatkan. Mereka berharap putri sulungnya dapat menempuh pendidikan dengan lancar dan meraih hasil terbaik. Kisah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa jalan yang tepat kadang hadir setelah beberapa kali gagal.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!