Ingrid Honkala Ungkap Tiga Kali Mati Suri yang Mengubah Hidupnya

Lifestyle Anindya Kirana Putri 31 Mei 2026 07:39 WIB 2
Ingrid Honkala Ungkap Tiga Kali Mati Suri yang Mengubah Hidupnya

Mantan ilmuwan NASA asal Kolombia, Ingrid Honkala, mengaku telah tiga kali mengalami mati suri dalam hidupnya. Pengalaman itu, menurut perempuan berusia 55 tahun tersebut, mengubah cara pandangnya tentang kematian, kesadaran, dan makna hidup.

Honkala, yang memiliki gelar doktor di bidang ilmu kelautan dan pernah bekerja untuk NASA serta Angkatan Laut Amerika Serikat, mengatakan tiap pengalaman tersebut menghadirkan sensasi yang serupa. Ia merasa seolah masuk ke dimensi lain, yang tidak dapat dijelaskan oleh pancaindra manusia.

Pengalaman Mati Suri Ingrid

Honkala menjelaskan bahwa sensasi yang ia rasakan selalu membawa ketenangan mendalam. Ia menggambarkannya seperti memasuki lapisan realitas yang lebih dalam, jauh melampaui indera fisik.

Dalam kondisi itu, kesadaran terasa luas, cerdas, dan saling terhubung. Ia menyebut pengalaman tersebut sangat berbeda dari mimpi biasa atau bayangan sesaat.

Bagi Honkala, momen itu justru menimbulkan rasa ingin tahu yang besar terhadap hakikat kehidupan. Pengalaman spiritual tersebut kemudian mendorongnya semakin tertarik pada sains dan penelitian.

Ia menilai sains dan spiritualitas tidak selalu saling bertentangan. Keduanya, menurut dia, hanya mencoba menjelaskan misteri yang sama dari sudut pandang berbeda.

Kejadian Masa Kecil

Pengalaman mati suri pertama Honkala terjadi saat ia masih berusia dua tahun. Kala itu, ia terjatuh ke dalam tangki air dingin di rumahnya saat pengasuh sedang berada di ruangan lain.

Ibunya disebut pulang tepat waktu dan berhasil menyelamatkannya. Namun, di momen tersebut, Honkala mengaku sempat panik karena kesulitan bernapas sebelum akhirnya merasakan ketenangan.

Ia mengatakan kesadarannya terasa terpisah dari tubuh fisik. Dalam kondisi itu, ia merasa melihat tubuh kecilnya mengambang di dalam air.

Honkala menyebut dirinya tidak lagi merasa seperti anak kecil di dalam tubuh, melainkan kesadaran murni. Ia menambahkan, tidak ada rasa takut, waktu, atau pikiran dalam pengalaman tersebut.

Klaim Melihat Ibunya

Salah satu bagian paling mengejutkan dari kisahnya adalah klaim bahwa ia dapat melihat ibunya dari jarak beberapa blok. Honkala mengaku bisa berkomunikasi dengan sang ibu tanpa berbicara saat dirinya tidak sadarkan diri.

Tak lama kemudian, ibunya bergegas pulang dan menemukan Honkala di dalam tangki. Peristiwa itu, menurutnya, semakin memperkuat keyakinan bahwa ada dimensi kesadaran di luar tubuh.

Sejak kejadian tersebut, Honkala mengaku tidak pernah takut pada kematian. Ia meyakini apa yang disebut kehidupan setelah mati tidak terasa seperti tempat yang jauh.

Ia juga berpendapat kesadaran mungkin tidak hanya dihasilkan oleh otak. Baginya, kesadaran bisa saja merupakan sesuatu yang lebih mendasar dari yang selama ini dipahami manusia.

Sains Dan Spiritualitas

Selain kejadian masa kecil, Honkala mengaku mengalami dua mati suri lain dalam hidupnya. Satu terjadi setelah kecelakaan motor pada usia 25 tahun, sedangkan satu lagi saat usianya 52 tahun ketika tekanan darahnya turun drastis saat operasi.

Ia mengatakan ketiga pengalaman itu selalu membawanya ke keadaan damai yang sama. Setiap kali, ia merasa berada dalam kondisi yang tenang, hening, dan penuh cahaya.

Meski jarang membahasnya ke publik selama bertahun-tahun, Honkala kini lebih terbuka mengenai pengalamannya. Ia menilai pengalaman spiritual tidak harus meniadakan pendekatan ilmiah.

Perdebatan mengenai mati suri masih terus berlangsung di kalangan peneliti. Sebagian pihak menilai fenomena itu bisa dipicu halusinasi atau mekanisme psikologis saat seseorang berada di ambang kematian.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!