Industri Satelit Nasional Masuki Babak Baru

Teknologi BRH 23 Mei 2026 21:32 WIB 5
Industri Satelit Nasional Masuki Babak Baru

Industri satelit nasional dinilai memasuki babak baru seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital, integrasi kecerdasan buatan, dan dorongan kedaulatan digital di tengah dinamika geopolitik global. Indonesia disebut memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain penting dalam ekosistem satelit kawasan Asia Pasifik.

Ketua Umum Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) periode 2026-2029, Risdianto Yuli Hermansyah, menegaskan bahwa satelit kini tidak lagi hanya menjadi pelengkap jaringan terestrial. Menurutnya, satelit sudah menjadi bagian penting dari ketahanan infrastruktur digital nasional dan keberlanjutan layanan publik.

Industri Satelit dan Konektivitas

Risdianto mengatakan industri satelit terus berkembang seiring kebutuhan konektivitas yang semakin beragam. Ia menyebut peran satelit kini tidak hanya melengkapi infrastruktur terestrial, tetapi juga menopang ketahanan jaringan nasional.

Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Selasa (12/5/2026), dalam rangkaian persiapan Asia Pacific Satellite Conference 2026. Forum tersebut menjadi ruang diskusi bagi pemerintah, operator, akademisi, dan pelaku industri untuk membaca arah perkembangan sektor satelit.

Menurut Risdianto, keberadaan satelit penting untuk menjaga keberlanjutan layanan digital di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan darat. Kondisi itu membuat industri satelit semakin strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi dan komunikasi masyarakat.

Industri Satelit dan Potensi Indonesia

Posisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau disebut menjadi modal strategis. Besarnya populasi dan kebutuhan konektivitas yang terus meningkat juga membuat pasar satelit domestik dinilai sangat potensial.

Risdianto menilai Indonesia memiliki pengalaman industri yang cukup matang untuk mengembangkan teknologi dan layanan berbasis satelit. Ia menilai modal tersebut dapat memperkuat daya saing nasional di tengah pertumbuhan ekosistem digital kawasan.

Namun, potensi itu dinilai tidak akan optimal tanpa integrasi antara industri, riset, talenta digital, dan kebijakan pemerintah. Menurut dia, keempat unsur tersebut harus bergerak dalam satu strategi yang berkelanjutan.

Industri Satelit dan Kedaulatan

Peran satelit juga dipandang semakin penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Fokusnya mencakup perluasan konektivitas di wilayah 3T, penguatan ketahanan nasional, hingga dukungan terhadap konektivitas maritim.

Selain itu, satelit dinilai berperan dalam mitigasi bencana yang kerap menjadi tantangan di Indonesia. Infrastruktur berbasis ruang angkasa itu dapat membantu penyampaian informasi dan pemulihan komunikasi saat terjadi gangguan di darat.

Risdianto menilai isu kedaulatan digital kini menjadi perhatian banyak negara, termasuk Indonesia. Karena itu, kapasitas nasional harus diperkuat agar industri domestik mampu tumbuh sehat di tengah persaingan global.

Industri Satelit dan Masa Depan

Di tingkat global, industri satelit menghadapi tantangan baru seperti konstelasi satelit, integrasi jaringan satelit dan seluler, serta ancaman keamanan siber. Isu keberlanjutan pemanfaatan ruang angkasa juga mulai menjadi perhatian utama di banyak negara.

Risdianto memperkirakan teknologi AI, cloud, Internet of Things, fixed broadband, jaringan seluler, dan satelit akan semakin terhubung dalam satu ekosistem digital terpadu. Kondisi ini membuka peluang baru, tetapi juga menuntut kesiapan infrastruktur, regulasi, talenta, dan investasi yang adaptif.

Isu-isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam APSAT 2026 yang digelar ASSI di Fairmont Jakarta pada 12-13 Mei 2026. Konferensi internasional edisi ke-22 itu dihadiri pemangku kepentingan dari pemerintah, regulator, operator satelit, akademisi, serta mitra internasional Asia Pasifik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!