Industri Satelit Indonesia Masuki Babak Baru

Teknologi Moh. Royhan Nahado 26 Mei 2026 16:15 WIB 2
Industri Satelit Indonesia Masuki Babak Baru

Industri satelit nasional dinilai memasuki babak baru seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital, integrasi kecerdasan buatan, dan isu kedaulatan digital di tengah dinamika geopolitik global. Indonesia disebut memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain penting dalam ekosistem satelit di kawasan Asia Pasifik.

Ketua Umum Asosiasi Satelit Indonesia periode 2026-2029, Risdianto Yuli Hermansyah, menegaskan bahwa peran satelit kini tidak lagi sekadar pelengkap jaringan terestrial. Menurut dia, satelit telah menjadi bagian penting dari ketahanan infrastruktur digital nasional.

Satelit dan Konektivitas Digital

Industri satelit terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas yang semakin beragam. Peran satelit kini tidak hanya melengkapi infrastruktur terestrial, tetapi juga mendukung ketahanan jaringan dan keberlanjutan layanan digital nasional.

Risdianto menyampaikan pandangan itu di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026. Ia menilai perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha membuat satelit semakin relevan dalam rantai layanan komunikasi modern.

Dalam pandangannya, satelit menjadi solusi penting ketika jaringan darat tidak menjangkau seluruh wilayah. Kondisi itu membuat sektor ini memiliki nilai strategis bagi pemerataan akses digital di Indonesia.

Posisi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau juga menjadi modal besar. Dengan populasi yang besar dan kebutuhan konektivitas yang terus meningkat, pasar satelit nasional dinilai memiliki ruang tumbuh yang kuat.

Satelit dan Kedaulatan Digital

Risdianto menilai pengembangan industri satelit nasional perlu ditopang oleh integrasi antara industri, riset, talenta digital, dan kebijakan pemerintah. Menurut dia, tanpa sinergi tersebut, pertumbuhan industri akan sulit berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal yang cukup baik dari sisi kebutuhan pasar, sumber daya manusia, dan pengalaman pelaku industri. Tantangan utamanya adalah menyatukan seluruh potensi itu dalam satu strategi nasional yang konsisten.

Peran satelit juga dipandang semakin penting untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. Fungsi itu mencakup perluasan konektivitas di wilayah 3T, penguatan ketahanan nasional, konektivitas maritim, serta mitigasi bencana.

Di tengah persaingan global, isu kedaulatan digital menjadi perhatian banyak negara, termasuk Indonesia. Karena itu, penguatan kapasitas nasional dinilai penting agar industri satelit domestik dapat tumbuh sehat dan mandiri.

Satelit dan Ekosistem AI

Risdianto melihat industri satelit global menghadapi tantangan baru yang semakin kompleks. Di antaranya adalah perkembangan konstelasi satelit, integrasi jaringan satelit dan seluler, ancaman keamanan siber, serta isu keberlanjutan pemanfaatan ruang angkasa.

Ia juga memprediksi teknologi kecerdasan buatan, cloud, Internet of Things, fixed broadband, jaringan seluler, dan satelit akan semakin terhubung dalam satu ekosistem digital terpadu. Perubahan itu membuka peluang baru sekaligus menuntut kesiapan infrastruktur yang lebih adaptif.

Dalam ekosistem tersebut, satelit berpotensi menjadi simpul penting bagi layanan digital masa depan. Integrasi lintas teknologi akan menentukan kecepatan industri dalam merespons kebutuhan konektivitas yang terus berubah.

Namun, peluang itu hanya dapat dimaksimalkan jika regulasi, investasi, dan pengembangan talenta berjalan seimbang. Tanpa kesiapan tersebut, Indonesia berisiko tertinggal dari negara lain yang lebih agresif membangun ekosistem satelit modern.

APSAT 2026 dan Satelit

Isu-isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam gelaran Asia Pacific Satellite Conference 2026 atau APSAT 2026. Forum internasional itu diselenggarakan Asosiasi Satelit Indonesia di Fairmont Jakarta pada 12-13 Mei 2026.

Konferensi edisi ke-22 tersebut mengusung tema The Future of Satellite Ecosystems: Importance of Sovereignty, AI, Innovation and Technological Integration. Agenda itu mempertemukan pemerintah, regulator, operator satelit, akademisi, dan mitra internasional dari kawasan Asia Pasifik.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional. Kehadiran mereka menunjukkan besarnya perhatian terhadap arah pengembangan industri satelit nasional.

Melalui forum tersebut, Indonesia diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mempertegas posisi di kawasan. Jika strategi nasional berjalan konsisten, industri satelit dinilai mampu menjadi penopang penting transformasi digital Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!