Inacraft 2025: 32 UMKM binaan Pertamina capai transaksi Rp1,2 miliar

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 13 Mei 2026 19:51 WIB 9
Inacraft 2025: 32 UMKM binaan Pertamina capai transaksi Rp1,2 miliar

Ajang Inacraft Oktober 2025 dibuka di Jakarta Convention Center (JCC) pada 1 Oktober dan berlangsung hingga 5 Oktober, menampilkan kerajinan terbesar di Asia Tenggara. Sebanyak 32 UMKM binaan Pertamina memanfaatkan peluang itu untuk memperluas pasar baik domestik maupun internasional. Pameran ini menjadi panggung bagi pelaku usaha untuk bertemu pembeli ritel, dengan fokus pada produk wastra, kriya, fesyen, dan aksesori, termasuk co-branding.

Transaksi pada hari pertama pameran menembus lebih dari Rp1,2 miliar, mencerminkan kesiapan produk dan strategi persiapan yang telah dilakukan. Pertamina sebelumnya melakukan kurasi, coaching branding, packaging, storytelling, hingga persiapan display booth bagi UMKM binaannya. Ketua panitia menyebut Youthpreneur: Craft, Culture, Future menjadi konsep booth yang mengintegrasikan penjualan, aktivasi digital, dan business matching dengan buyer.

Peluang UMKM

Sebanyak 32 UMKM binaan Pertamina mengikuti pameran Inacraft Oktober 2025 di Jakarta, dengan tujuan memperluas akses pasar dan meningkatkan brand awareness. Mereka memanfaatkan program kurasi, coaching clinic, branding, packaging, serta display booth yang disiapkan perusahaan. Transaksi hari pertama menjadi sinyal positif bahwa persiapan matang memberi dampak nyata pada konversi penjualan.

Kainnesia milik Nur Salam dari Umbulharjo, Yogyakarta, langsung menerima pesanan seragam dan souvenir senilai lebih Rp300 juta dari perusahaan pelayaran serta beberapa kementerian. Smart Batik (CV Smart Batik Indonesia) milik Miftahudin Nur Insan juga menampilkan kain batik, fesyen batik, dan payung batik ramah lingkungan berbahan Batik Sawit. Produk unggulan itu telah dikenalkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, dipakai menteri hingga artis nasional pada acara Anugerah Komedi Indonesia 2025.

Di hari pertama Inacraft, Smart Batik mencatatkan transaksi lebih dari Rp125 juta dari penjualan Kain Batik Sawit dan Payung Batik. Kesempatan tampil di Inacraft bersama Pertamina membuka peluang jaringan dengan pembeli domestik maupun internasional. Kinerja positif ini memperkuat klaim bahwa program pembinaan memberi dampak langsung terhadap penjualan dan branding produk lokal.

Jangkauan Pembeli Global

Para peserta memamerkan produk di Lobby Hall A, yang menampung 18 UMKM wastra, kriya, fesyen, dan aksesori. Pembeli ritel domestik dan buyer internasional memiliki peluang untuk melakukan business matching langsung. Lokasi pameran yang strategis memudahkan pengunjung menjelajah lini produk.

Di Talam Hall B, 6 UMKM makanan dan minuman berpartisipasi, sementara 7 UMKM co-branding membeli booth mandiri di area pameran. Penempatan multi-segmen ini meningkatkan eksposur produk kuliner dan mode serta memperluas jaringan bisnis. Kegiatan pameran juga memperlihatkan komitmen pelaku untuk memperluas pasar ke mancanegara.

Konsep booth Youthpreneur: Craft, Culture, Future dilengkapi dengan display produk, penjualan, dan aktivasi digital seperti lucky dip dan mobcast untuk menarik pengunjung. Program business matching dengan buyer turut mempererat hubungan antara UMKM dan mitra potensial. Keikutsertaan di Inacraft memberi peluang membentuk jaringan baru dengan buyer domestik maupun internasional.

Dukungan Korporasi

Pertamina menjelaskan bahwa dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Mereka memberi fokus pada peningkatan lapangan kerja berkualitas serta mendorong kewirausahaan. Langkah tersebut sejalan dengan visi Asta Cita, khususnya poin ketiga.

Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication Pertamina, menjabarkan rangkaian persiapan yang diberikan kepada UMKM binaan. Beliau menyebut kurasi, coaching branding, packaging, storytelling, dan persiapan display booth. Langkah persiapan ini diharapkan meningkatkan kepercayaan pembeli dan memudahkan transaksi.

Meningkatnya transaksi pada hari pertama menjadi indikator bahwa upaya kolaboratif membawa hasil nyata. Inacraft 2025 dipandang sebagai momentum bagi industri kreatif Indonesia dan produk kerajinan lokal untuk bersaing di pasar global. Keberhasilan ini diharapkan mendorong dukungan berkelanjutan terhadap UMKM.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!