Morgan Stanley Capital International (MSCI) merilis hasil rebalancing global yang berlaku efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026. Rebalancing itu menyebabkan 18 saham Indonesia keluar dari MSCI Global Standard Index, sehingga dinamika perdagangan menjadi lebih volatil.
IHSG berada di level 6.760,56 pada pukul 09.09 WIB, turun 1,43% setara 98,32 poin. Sementara itu volume transaksi mencapai 10,34 miliar saham dengan nilai Rp 2,95 triliun dan frekuensi perdagangan 265.632 kali.
Dampak IHSG
Rebalancing MSCI yang berlaku efektif pada penutupan 29 Mei 2026 memicu respons pasar yang cukup volatil. Beberapa saham Indonesia mengalami penyesuaian komposisi dalam indeks Global Standard, sehingga sentimen ritel dan institusional bergejolak. Langkah ini menambah tekanan jual pada beberapa emiten besar dan menimbulkan kekhawatiran likuiditas.
Pada perdagangan hari itu IHSG turun 1,43% ke level 6.760,56 pada pukul 09:09 WIB. Volume transaksi mencapai 10,34 miliar saham dengan nilai Rp 2,95 triliun dan frekuensi perdagangan 265.632 kali. Sektor-sektor tetap mixed dengan beberapa saham menghijau meski indeks utama masih turun.
Di bursa regional, Hang Seng terpantau menguat 0,01% sementara Nikkei menguat 0,37%. Shanghai Composite melemah sekitar 0,07%. Kondisi ini menunjukkan respons berbeda antara pasar domestik dan regional terhadap dinamika rebalancing MSCI.
Saham didepak MSCI
MSCI juga merombak komposisi MSCI Global Small Cap Index untuk saham Indonesia. Terdapat 13 saham domestik yang dikeluarkan dari indeks tersebut. Perubahan ini dimaksudkan untuk lebih mencerminkan ukuran pasar dan likuiditas emiten.
Selain itu, tidak ada satu saham baru yang dimasukkan ke MSCI Global Standard pada rebalancing kali ini. Sebaliknya, 13 saham domestik dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap. Perubahan ini menandai penyesuaian struktural pada portofolio indeks.
Daftar lengkap saham terdampak dapat dilihat pada tabel yang disediakan di bawah. Perlu dicermati karena perubahan ini bisa mempengaruhi alokasi dana institusional. Investor diharapkan memantau likuiditas dan volatilitas saham yang termasuk atau keluar.
| No | Saham |
|---|---|
| 1 | PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) |
| 2 | PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) |
| 3 | PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) |
| 4 | PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) |
| 5 | PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) |
| 6 | PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) |
| 7 | PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) |
| 8 | PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) |
| 9 | PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) |
| 10 | PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) |
| 11 | PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) |
| 12 | PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) |
| 13 | PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) |
