IHSG ditutup turun 0,68% ke level 6.858,90 pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Aksi jual asing tercatat senilai Rp799,25 miliar di pasar reguler dan Rp931,89 miliar secara keseluruhan. Di antara saham unggulan, BRPT melesat 14,86%, SMMA naik 4,30%, dan BBRI menguat 0,63%.
Di level sektor, tujuh sektor berakhir di zona merah, dengan sektor kesehatan turun 3,51%. Sektor basic industry menjadi kenaikan tertinggi sebesar 1,85%. Secara global, Dow Jones ditutup menguat 0,11%, S&P 500 turun 0,16%, dan Nasdaq turun 0,71%.
MSCI Global Standard Indexes mengeluarkan AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN dan mengalihkan AMRT ke MSCI Small Cap Indexes. MSCI Small Cap Indexes juga mencoret 13 saham lain, termasuk ANTM, AALI, BSDE, SIDO, TKIM, karena kepemilikan terlalu terkonsentrasi. Kepemilikan terkonsentrasi pada beberapa emiten mencapai 97,31% pada BREN dan 95,76% pada DSSA, sehingga porsi publik dinilai terbatas.
IHSG, MSCI, Global
Perubahan komposisi MSCI diperkirakan memengaruhi arus dana asing hingga akhir Mei. Kebijakan bobot pada emiten perbankan besar seperti BBCA, BBRI, dan TLKM diperkirakan turun tipis sekitar 0,001%. BMRI juga diperkirakan turun sekitar 0,003%.
Penyesuaian bobot tersebut berpotensi memengaruhi likuiditas saham domestik, terutama bagi emiten yang masuk indeks. Perubahan ini berlaku pada penutupan 29 Mei 2026 dan efektif mulai 1 Juni 2026. Pelaku pasar disarankan memantau pergeseran bobot saat merencanakan strategi investasi.
Kondisi ini berpotensi mengubah aliran modal asing serta strategi investasi institusional. Investor menilai perubahan bobot bisa meningkatkan volatilitas dalam beberapa sesi perdagangan. Oleh karena itu, analisis risiko menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan investasi.
Perubahan Indeks MSCI
EXCL melaporkan rugi bersih Rp716,27 miliar pada kuartal I-2026, berbalik dari laba Rp388,23 miliar pada periode sama tahun lalu. Pendapatan EXCL naik 37,41% menjadi Rp11,82 triliun, meskipun beban tumbuh 61,71% menjadi Rp11,71 triliun. Normalized EBITDA sebesar Rp5,43 triliun dengan margin 46% mencerminkan kinerja operasional yang tetap kokoh.
GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp3,5 triliun. Rencana buyback akan didanai dari kas internal perusahaan. Hingga kuartal I-2026, kas GOTO tercatat Rp22,73 triliun, naik dari Rp19,13 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Jumlah saham treasuri mencapai 39,29 miliar lembar atau sekitar 3,30% dari total saham beredar per 30 April 2026. Pelaksanaan buyback akan dilakukan melalui Ciptadana Sekuritas Asia setelah persetujuan RUPSLB pada 18 Juni 2026. Program buyback dapat berlangsung hingga 12 bulan setelah persetujuan.
