IHSG Terkoreksi 0,82% Usai Pidato Prabowo Soal Ekspor SDA

Forex & Saham Gilang Nabaris 22 Mei 2026 06:42 WIB 7
IHSG Terkoreksi 0,82% Usai Pidato Prabowo Soal Ekspor SDA

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, setelah sempat menguat pada sesi pagi. Berdasarkan data RTI Business, indeks turun 0,82 persen ke level 6.318,50 atau terkoreksi 52,179 poin.

Pergerakan indeks berbalik tajam ketika Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam dalam Sidang Paripurna DPR RI. Pada pukul 11.19 WIB, IHSG bahkan sempat merosot lebih dari 2 persen sebelum akhirnya memangkas sebagian penurunan hingga penutupan.

Tekanan Di Pasar Saham

IHSG sempat bergerak positif dan menembus level 6.459,55 sebelum berbalik arah ke zona merah. Tekanan jual mulai meningkat setelah pasar merespons pernyataan pemerintah mengenai pengelolaan ekspor komoditas strategis. Kondisi tersebut membuat optimisme awal perdagangan tidak bertahan hingga akhir sesi.

Sepanjang perdagangan, volume transaksi tercatat mencapai 41,12 miliar saham. Nilai transaksi menembus Rp35 triliun, menandakan aktivitas pasar berlangsung tinggi. Frekuensi perdagangan juga mencapai 2.466,564 kali.

Data penutupan menunjukkan 483 saham melemah, sementara 207 saham menguat. Sebanyak 126 saham bergerak stagnan. Komposisi tersebut memperlihatkan dominasi sentimen negatif di pasar pada akhir perdagangan.

Saham Mineral Melemah

Sejumlah saham sektor mineral ikut menjadi penekan utama IHSG pada perdagangan hari ini. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk atau ADRO turun 4,29 persen ke harga Rp2.230 per saham. PT Amman Mineral Internasional Tbk atau AMMN juga terkoreksi 6,31 persen ke level Rp2.970.

Tekanan serupa dialami PT Bumi Resources Tbk atau BUMI yang melemah 6,99 persen ke Rp173 per saham. PT Triputra Agro Persada Tbk atau TAPG turun 6,60 persen ke Rp1.485. PT Merdeka Copper Gold Tbk atau MDKA juga terkoreksi 4,21 persen ke Rp6.825 per saham.

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN menjadi salah satu yang paling dalam terkoreksi, yakni 9,23 persen ke Rp590 per saham. Sementara itu, PT Petrosea Tbk atau PTRO turun 7,41 persen ke Rp4.000. Pergerakan ini menunjukkan investor cenderung melakukan aksi jual pada saham yang terkait komoditas.

Respons Atas Kebijakan

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang tata kelola ekspor komoditas SDA. Kebijakan itu disebut ditujukan agar pengelolaan ekspor memberi manfaat lebih besar bagi kesejahteraan rakyat. Pemerintah menilai aturan tersebut perlu untuk memperkuat pengawasan atas komoditas strategis.

Prabowo juga menegaskan bahwa seluruh penjualan ekspor SDA akan dikelola melalui BUMN. Mekanisme itu dinilai dapat memastikan tata kelola berlangsung lebih terarah dan transparan. Sejumlah pelaku pasar membaca kebijakan ini sebagai sinyal perubahan pada rantai perdagangan komoditas.

Komoditas strategis yang disebut akan berada dalam skema baru itu mencakup minyak kelapa sawit, batu bara, hingga ferro alloy. Aturan tersebut wajib dijalankan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah. Pasar kini menunggu rincian pelaksanaan kebijakan agar dampaknya terhadap emiten lebih terukur.

Arah Perdagangan Berikutnya

Pergerakan IHSG pada hari ini menunjukkan sensitivitas pasar terhadap kebijakan pemerintah di sektor komoditas. Sentimen tersebut berpotensi masih membayangi perdagangan dalam jangka pendek. Investor kemungkinan akan mencermati penjelasan lanjutan mengenai implementasi aturan baru.

Meski tekanan jual cukup kuat, nilai transaksi yang besar menandakan minat pelaku pasar tetap tinggi. Kondisi ini bisa membuka peluang terjadinya rotasi sektoral pada perdagangan berikutnya. Saham yang terdampak langsung oleh kebijakan diperkirakan masih akan bergerak volatil.

Di sisi lain, respons pasar terhadap kebijakan ekspor SDA akan sangat bergantung pada kepastian aturan turunan. Jika mekanisme pelaksanaannya dinilai jelas, tekanan terhadap saham komoditas bisa mereda. Namun apabila muncul ketidakpastian baru, volatilitas IHSG berpotensi berlanjut.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!