Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, seiring tekanan jual yang meningkat setelah pagi hari sempat bergerak menguat. Berdasarkan data RTI Business, IHSG turun 0,82 persen ke level 6.318,50 pada penutupan pasar.
Pergerakan indeks berlangsung fluktuatif sepanjang sesi perdagangan, bahkan sempat menanjak lebih dari 1 persen sebelum berbalik arah. Pada pukul 11.19 WIB, pasar mencatat penurunan tajam lebih dari 2 persen saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam.
Pergerakan indeks berbalik
IHSG dibuka dengan optimisme dan sempat menyentuh level 6.459,55 pada sesi perdagangan pagi. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan hingga penutupan.
Tekanan jual mulai meningkat setelah pasar merespons arah kebijakan pemerintah terkait ekspor komoditas strategis. Kondisi ini membuat indeks kehilangan momentum penguatan yang sempat terbentuk.
Pada akhir perdagangan, IHSG parkir di posisi 6.318,50 atau turun 52,179 poin. Pergerakan ini menunjukkan sentimen investor berubah cepat sepanjang hari.
Fluktuasi yang tajam memperlihatkan tingginya sensitivitas pasar terhadap agenda kebijakan nasional. Investor tampak menyesuaikan posisi sambil mencermati dampak aturan baru bagi sektor terkait.
Aktivitas perdagangan tetap tinggi
Meski melemah, aktivitas perdagangan saham terpantau ramai sepanjang sesi. Total volume perdagangan mencapai 41,12 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 35 triliun.
Frekuensi transaksi juga tercatat tinggi, yaitu sebanyak 2.466.564 kali. Angka ini menandakan partisipasi pelaku pasar tetap besar di tengah koreksi indeks.
Besarnya nilai transaksi menunjukkan minat investor belum surut sepenuhnya. Akan tetapi, arah pergerakan masih didominasi aksi ambil untung dan penyesuaian portofolio.
Di lantai bursa, tekanan jual terjadi merata pada sejumlah sektor. Kondisi tersebut membuat penguatan awal tidak cukup kuat menahan penutupan di zona merah.
Saham mineral tertekan
Sejumlah saham di sektor mineral menjadi penekan utama indeks pada perdagangan hari ini. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk atau ADRO turun 4,29 persen ke level Rp 2.230 per saham.
PT Amman Mineral Internasional Tbk atau AMMN terkoreksi 6,31 persen ke harga Rp 2.970 per saham. Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk atau BUMI melemah 6,99 persen ke Rp 173 per saham.
Tekanan juga terjadi pada PT Merdeka Copper Gold Tbk atau MDKA yang turun 4,21 persen ke Rp 6.825 per saham. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN melemah 9,23 persen ke Rp 590 per saham.
PT Petrosea Tbk atau PTRO juga terkoreksi 7,41 persen ke harga Rp 4.000 per saham. Selain itu, PT Triputra Agro Persada Tbk atau TAPG turun 6,60 persen ke Rp 1.485 per saham.
Kebijakan ekspor jadi sorotan
Tekanan di pasar terjadi setelah Presiden Prabowo menyampaikan arah kebijakan baru mengenai tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam. Dalam pidato di Sidang Paripurna DPR RI, ia menegaskan pemerintah akan menerbitkan peraturan pemerintah untuk mengatur ekspor agar lebih terarah.
Prabowo menyebut kebijakan itu ditujukan untuk memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan manfaat bagi masyarakat. Ia juga menekankan bahwa penjualan ekspor komoditas SDA akan dikelola melalui BUMN.
Aturan tersebut diarahkan untuk komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, hingga ferro alloy. Pemerintah menilai skema itu dapat memperbaiki kontrol negara atas arus ekspor dan hasilnya.
Bagi pasar modal, kebijakan tersebut menjadi sinyal yang perlu dicermati terutama oleh emiten di sektor terkait. Investor kini menunggu kejelasan implementasi aturan dan potensi dampaknya terhadap kinerja perusahaan serta sentimen saham ke depan.
