IHSG Rebound ke 6.162, Saham Energi Masih Tertekan

Forex & Saham Kevin S. Pratama 30 Mei 2026 23:29 WIB 2
IHSG Rebound ke 6.162, Saham Energi Masih Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat setelah melemah delapan hari beruntun pada perdagangan Jumat, 22 Mei. Berdasarkan data RTI Business, indeks saham utama di Bursa Efek Indonesia itu ditutup naik 1,10 persen ke level 6.162,04.

Penguatan tersebut terjadi setelah IHSG sempat turun hingga 5.966,86 pada awal perdagangan, level terendah dalam lima tahun terakhir. Meski pasar berbalik hijau, tekanan pada sejumlah saham konglomerasi, khususnya sektor energi, masih menjadi penahan laju pemulihan.

IHSG kembali menguat

Pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan menunjukkan adanya aksi beli setelah koreksi panjang yang menekan indeks selama lebih dari sepekan. Pada awal sesi, pasar masih dibayangi sentimen negatif yang membawa indeks ke area psikologis 5.900-an.

Seiring berjalannya perdagangan, minat beli mulai meningkat dan mendorong indeks bergerak naik secara bertahap. Penguatan ini menandai kembalinya IHSG ke level 6.100-an setelah sempat tertekan cukup dalam.

Meski demikian, laju kenaikan belum sepenuhnya didukung oleh seluruh sektor. Sebagian saham besar masih bergerak terbatas, sehingga pemulihan IHSG belum berlangsung merata.

Transaksi pasar tetap tinggi

Aktivitas perdagangan pada hari ini tercatat cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 40,26 miliar saham. Nilai transaksi juga menembus Rp 21,55 triliun, menunjukkan partisipasi investor masih kuat.

Frekuensi perdagangan selama sesi berlangsung mencapai 1.970.653 kali. Data tersebut mencerminkan pasar yang tetap aktif meski indeks sempat berada di bawah tekanan.

Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 449 saham menguat, 251 saham melemah, dan 118 saham stagnan. Komposisi ini memperlihatkan sentimen positif lebih dominan pada penutupan perdagangan.

Saham energi masih tertekan

Di tengah penguatan IHSG, saham-saham konglomerasi di sektor energi masih mengalami tekanan. Kondisi ini membuat kenaikan indeks belum sepenuhnya ditopang oleh saham berkapitalisasi besar.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) tercatat melemah 10,66 persen ke level Rp 545 per saham. Penurunan tajam ini menambah tekanan pada saham grup usaha berbasis energi tersebut.

Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun 4,53 persen ke level Rp 10.000 per saham, sementara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terkoreksi 3,74 persen ke harga Rp 515 per saham. Pelemahan ketiganya menunjukkan sektor energi masih menjadi sumber volatilitas utama di pasar.

IHSG masih dalam tekanan

Walau berhasil rebound, IHSG sepanjang 2026 masih tercatat melemah 28,74 persen secara akumulatif. Kondisi ini menandakan pasar modal domestik belum sepenuhnya pulih dari tekanan yang berkepanjangan.

Penurunan terdalam sempat terjadi ketika indeks menyentuh 5.966,86 pada awal perdagangan. Level tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena berada di area terendah dalam lima tahun terakhir.

Ke depan, arah pergerakan IHSG akan sangat bergantung pada minat beli investor dan stabilitas saham-saham penopang indeks. Selama saham konglomerasi masih tertekan, ruang kenaikan IHSG diperkirakan tetap terbatas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!