IHSG Menguat 1,43 Persen, Saham Prajogo Pangestu Jadi Penopang

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 29 Mei 2026 21:05 WIB 5
IHSG Menguat 1,43 Persen, Saham Prajogo Pangestu Jadi Penopang

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menguat pada perdagangan sesi I, Jumat (29/5), di tengah reli saham-saham konglomerat. Penguatan indeks terutama ditopang oleh emiten milik Prajogo Pangestu yang bergerak kompak di zona hijau dan sempat menyentuh batas auto reject atas.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG naik 1,43 persen ke level 6.217,87. Sepanjang sesi pertama, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.230,50 dengan volume transaksi mencapai 22 miliar saham senilai Rp16,06 triliun.

IHSG Menguat Didorong Konglomerat

Penguatan IHSG pada sesi I menunjukkan minat beli investor masih kuat di pasar saham. Dorongan terbesar datang dari kelompok saham berkapitalisasi besar yang bergerak agresif sejak awal perdagangan. Sentimen positif tersebut membuat indeks bertahan di jalur hijau hingga mendekati penutupan sesi. Aktivitas transaksi juga terpantau ramai dengan frekuensi perdagangan mencapai 1.328.702 kali.

Level 6.217,87 menjadi cerminan bahwa pasar merespons pergerakan saham unggulan dengan cukup solid. Kenaikan 1,43 persen menempatkan IHSG pada posisi yang lebih kuat dibanding pembukaan perdagangan. Sempatnya indeks menyentuh 6.230,50 memperlihatkan ruang penguatan masih terbuka. Meski demikian, pergerakan pasar tetap perlu dicermati menjelang sesi berikutnya.

Volume transaksi yang besar menandakan partisipasi pelaku pasar berlangsung aktif. Nilai perdagangan sebesar Rp16,06 triliun juga menunjukkan likuiditas pasar masih terjaga. Kondisi ini biasanya mencerminkan adanya minat beli pada sejumlah saham pilihan. Dalam situasi seperti ini, saham-saham konglomerat sering menjadi penentu arah indeks.

Penguatan yang terjadi pada sesi I memberi sinyal bahwa investor masih selektif namun agresif pada saham tertentu. Saham-saham yang bergerak cepat ke atas menjadi magnet utama bagi arus dana. Aksi beli yang terkonsentrasi pada emiten besar membuat IHSG mendapat sokongan tambahan. Hal itu memperkuat peluang indeks mempertahankan momentum pada perdagangan lanjutan.

Saham Prajogo Melaju Kencang

Sejumlah saham milik Prajogo Pangestu menjadi bintang utama perdagangan sesi I. PT Barito Renewables Energy Tbk atau BREN mencatat kenaikan 25 persen ke harga Rp3.300 per saham. Penguatan tajam ini membuat BREN menyentuh auto reject atas. Pergerakan tersebut langsung menarik perhatian pelaku pasar.

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN juga menguat 24,75 persen ke level Rp630 per saham. Lonjakan harga ini memperlihatkan minat beli yang masih sangat kuat. Saham tersebut bergerak seirama dengan emiten lain dalam kelompok yang sama. Arah kenaikannya ikut membantu menopang optimisme pasar.

PT Barito Pacific Tbk atau BRPT turut menguat 23,15 persen ke harga Rp1.915 per saham. Sementara itu, PT Petrosea Tbk atau PTRO melonjak 20,59 persen ke Rp4.510 per saham. Kenaikan dua saham tersebut mempertegas dominasi saham-saham terkait Prajogo pada sesi perdagangan ini. Investor tampak berburu saham yang memiliki katalis kuat dan likuiditas tinggi.

PT Chandra Daya Investasi Tbk atau CDIA juga mencatat kenaikan 15,89 persen ke harga Rp875 per saham. Adapun PT Chandra Asri Pacific Tbk atau TPIA naik 1,05 persen ke Rp1.920 per saham. Meski kenaikannya lebih kecil dibanding emiten lain, TPIA tetap berada di jalur positif. Serangkaian penguatan itu membuat kelompok saham Prajogo menjadi motor utama indeks.

Transaksi Pasar Tetap Ramai

Aktivitas perdagangan pada sesi I berlangsung dalam volume yang besar. Tercatat 22 miliar saham berpindah tangan di pasar. Angka tersebut menunjukkan minat transaksi investor masih tinggi meskipun pasar bergerak cepat. Kondisi ini biasanya mencerminkan adanya konsentrasi perhatian pada saham-saham tertentu.

Nilai transaksi mencapai Rp16,06 triliun dan menjadi salah satu indikator likuiditas yang kuat. Besarnya nilai perdagangan memberi gambaran bahwa arus dana masih aktif masuk ke bursa. Dalam situasi seperti ini, saham yang sedang naik kerap menjadi sasaran utama. Pergerakan tersebut juga dapat mempercepat pembentukan arah indeks.

Frekuensi perdagangan sebanyak 1.328.702 kali menandakan pasar berjalan sangat dinamis. Angka itu menunjukkan banyak pelaku pasar mengambil posisi dalam waktu yang bersamaan. Aktivitas yang tinggi ini sering terjadi ketika ada saham unggulan bergerak ekstrem. Investor biasanya menyesuaikan strategi sesuai dengan volatilitas yang terbentuk.

Ramainya transaksi memperlihatkan pasar masih responsif terhadap katalis sektoral dan emiten tertentu. Saham-saham yang menyentuh ARA biasanya memancing perhatian tambahan dari pelaku pasar lain. Situasi tersebut membuat pergerakan indeks menjadi lebih sensitif terhadap perubahan minat beli. Pada sesi ini, dominasi saham konglomerat memberi warna kuat pada keseluruhan perdagangan.

Prospek IHSG Masih Terjaga

Penguatan IHSG pada sesi I memberi sinyal bahwa sentimen pasar masih cukup konstruktif. Dukungan dari saham berkapitalisasi besar dapat menjaga indeks tetap berada di jalur positif. Namun, arah perdagangan berikutnya tetap bergantung pada konsistensi minat beli. Investor biasanya mencermati apakah penguatan dapat bertahan hingga penutupan.

Saham yang telah naik tajam berpotensi memicu aksi ambil untung jika tekanan jual meningkat. Karena itu, pergerakan lanjutan perlu dipantau dengan hati-hati. Meski demikian, dominasi saham-saham besar masih memberi fondasi yang kuat bagi IHSG. Kondisi ini bisa menjadi penopang selama sentimen eksternal tidak berubah negatif.

Level tertinggi 6.230,50 menunjukkan indeks sempat memiliki tenaga tambahan di tengah perdagangan. Jika momentum serupa berlanjut, peluang penguatan lanjutan masih terbuka. Pelaku pasar kemungkinan akan terus memperhatikan saham-saham yang memiliki katalis korporasi kuat. Emiten yang likuid dan mudah diperdagangkan biasanya tetap menjadi pilihan utama.

Dengan transaksi yang ramai dan saham unggulan yang melesat, pasar menunjukkan optimisme yang cukup tinggi. Meski begitu, investor tetap perlu mengantisipasi volatilitas harian yang dapat berubah cepat. Pergerakan IHSG pada sesi berikutnya akan sangat dipengaruhi oleh sentimen lanjutan dari saham-saham penggerak. Dalam kondisi seperti ini, disiplin strategi menjadi kunci bagi pelaku pasar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!