Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan sesi I, Jumat, 29 Mei, dan ditopang oleh saham-saham konglomerat, terutama emiten milik Prajogo Pangestu. Berdasarkan data RTI Business, IHSG naik 1,43 persen ke level 6.217,87, setelah sempat menyentuh posisi tertinggi 6.230,50 sebelum jeda siang.
Pergerakan indeks pada sesi ini juga diiringi aktivitas transaksi yang cukup besar, dengan volume perdagangan mencapai 22 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp16,06 triliun. Total frekuensi perdagangan tercatat 1.328.702 kali, menunjukkan minat pasar yang tetap tinggi pada perdagangan hari ini.
IHSG Menguat Didukung Saham
Penguatan IHSG pada sesi I mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham-saham tertentu menjadi motor utama kenaikan indeks karena mencatat lonjakan harga yang signifikan.
Di tengah penguatan tersebut, saham-saham milik Prajogo Pangestu tampil dominan dan menarik perhatian investor. Kinerja emiten-emiten ini mendorong sentimen positif di pasar, terutama pada saham sektor energi dan petrokimia.
Lonjakan harga pada saham-saham unggulan itu membuat pergerakan IHSG semakin solid sepanjang sesi perdagangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa saham konglomerat masih memiliki pengaruh besar terhadap arah indeks.
Saham Prajogo Pangestu Kompak Naik
PT Barito Renewables Energy Tbk atau BREN menjadi salah satu saham yang paling menonjol setelah menguat 25 persen ke level Rp3.300 per saham. Kenaikan tersebut membawa BREN menyentuh Auto Reject Atas pada perdagangan sesi I.
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN juga bergerak impresif dengan kenaikan 24,75 persen ke level Rp630 per saham. Sementara itu, PT Barito Pacific Tbk atau BRPT melesat 23,15 persen ke harga Rp1.915 per saham.
Penguatan serempak pada emiten-emiten tersebut menunjukkan kuatnya minat beli pada saham grup Prajogo Pangestu. Aksi beli yang agresif membantu menopang indeks di tengah perdagangan yang ramai.
Pergerakan Emiten Lain
Selain tiga saham utama itu, PT Petrosea Tbk atau PTRO turut menguat 20,59 persen ke harga Rp4.510 per saham. Kenaikan ini mempertegas bahwa sentimen positif tidak hanya terkonsentrasi pada satu emiten.
PT Chandra Daya Investasi Tbk atau CDIA juga mencatat kenaikan 15,89 persen ke level Rp875 per saham. Di sisi lain, PT Chandra Asri Pacific Tbk atau TPIA menguat 1,05 persen ke harga Rp1.920 per saham.
Rangkaian kenaikan tersebut memperlihatkan pola penguatan yang merata pada kelompok saham terkait. Pasar tampak merespons positif prospek emiten-emiten yang terafiliasi dengan konglomerat tersebut.
Sentimen Pasar Menjelang Penutupan
Dengan IHSG yang sempat menyentuh level 6.230,50, pasar masih memiliki ruang untuk bergerak lebih tinggi pada sesi berikutnya. Namun, arah perdagangan selanjutnya tetap bergantung pada kestabilan sentimen dan minat beli investor.
Nilai transaksi yang besar menandakan bahwa pasar sedang aktif dan likuid pada perdagangan hari ini. Aktivitas tersebut juga mengindikasikan bahwa investor masih mencari peluang pada saham-saham dengan katalis kuat.
Jika penguatan saham-saham konglomerat berlanjut, IHSG berpeluang mempertahankan tren positif hingga penutupan. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati volatilitas yang dapat muncul sewaktu-waktu.
