IHSG Menguat 1,43% Ditopang Saham Prajogo Pangestu

Forex & Saham Gilang Nabaris 02 Juni 2026 04:52 WIB 3
IHSG Menguat 1,43% Ditopang Saham Prajogo Pangestu

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menguat pada perdagangan sesi I, Jumat (29/5), ditopang kenaikan sejumlah saham konglomerat, terutama emiten milik Prajogo Pangestu. Berdasarkan data RTI Business, indeks bergerak naik 1,43 persen ke level 6.217,87 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 6.230,50 sebelum penutupan sesi I.

Penguatan tersebut terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang cukup ramai, dengan volume mencapai 22 miliar saham dan nilai transaksi Rp16,06 triliun. Sepanjang sesi pertama, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.328.702 kali, menandakan minat investor masih kuat pada pasar saham domestik.

IHSG Menguat Didorong Konglomerat

Penguatan IHSG pada sesi I tidak lepas dari kontribusi saham-saham berkapitalisasi besar. Saham-saham yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu menjadi pendorong utama kenaikan indeks.

Pergerakan positif itu terlihat sejak awal perdagangan dan semakin menguat menjelang jeda siang. Minat beli pada emiten tertentu membuat indeks bergerak stabil di zona hijau.

Meski demikian, pergerakan indeks masih sangat dipengaruhi oleh saham-saham unggulan. Kondisi ini menunjukkan sentimen pasar yang selektif, namun tetap optimistis.

Tekanan jual yang terbatas ikut memberi ruang bagi IHSG untuk mempertahankan kenaikan. Alhasil, indeks sempat mencetak level intraday yang lebih tinggi dibanding posisi penutupan sesi.

Saham Prajogo Pangestu Melonjak

Sejumlah saham milik Prajogo Pangestu menguat tajam dan bahkan menyentuh Auto Reject Atas atau ARA. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 25 persen ke Rp3.300 per saham.

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga mencatat kenaikan signifikan, yakni 24,75 persen ke Rp630 per saham. Sementara itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat 23,15 persen ke Rp1.915 per saham.

Kenaikan berlanjut pada PT Petrosea Tbk (PTRO) yang naik 20,59 persen ke Rp4.510 per saham. Adapun PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menguat 15,89 persen ke Rp875 per saham.

Di antara jajaran saham tersebut, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat kenaikan paling terbatas, yakni 1,05 persen ke Rp1.920 per saham. Meski kecil, kontribusinya tetap menambah daya dorong bagi pergerakan indeks.

Transaksi Pasar Saham Ramai

Nilai transaksi pada sesi I mencapai Rp16,06 triliun, angka yang menunjukkan likuiditas pasar masih terjaga. Volume perdagangan sebesar 22 miliar saham juga menandakan aktivitas investor berlangsung aktif.

Frekuensi transaksi yang menembus 1,3 juta kali memperlihatkan pasar bergerak dinamis. Kondisi ini kerap terjadi saat ada saham unggulan yang menjadi pusat perhatian pelaku pasar.

Penguatan IHSG kali ini didominasi oleh saham-saham tertentu, bukan kenaikan merata di seluruh sektor. Pola tersebut umum terjadi ketika investor memburu emiten dengan katalis kuat.

Dengan transaksi yang besar, pasar saham Indonesia menunjukkan daya tarik yang masih tinggi. Sentimen pada sesi I pun cenderung positif menjelang perdagangan sore.

Prospek Perdagangan Sesi Berikutnya

Dengan posisi IHSG yang berada di atas level pembukaan, pelaku pasar akan mencermati apakah penguatan dapat bertahan hingga akhir perdagangan. Pergerakan saham konglomerat akan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum indeks.

Investor juga akan memperhatikan apakah aksi beli masih berlanjut pada emiten-emiten yang sudah menguat tinggi. Jika minat beli mereda, sebagian saham berisiko mengalami koreksi teknikal.

Di sisi lain, kuatnya transaksi pada sesi I memberi sinyal bahwa pasar masih responsif terhadap peluang jangka pendek. Kondisi ini berpotensi menjaga volatilitas tetap tinggi hingga penutupan perdagangan.

Secara keseluruhan, sesi I menunjukkan bahwa IHSG masih memiliki tenaga untuk bergerak positif. Namun, keberlanjutan tren akan sangat bergantung pada sentimen pasar dan pergerakan saham-saham penggerak utama.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!