IHSG Menguat 1,10% ke 6.162,04, Saham Energi Masih Tertekan

Forex & Saham Gilang Nabaris 25 Mei 2026 10:08 WIB 4
IHSG Menguat 1,10% ke 6.162,04, Saham Energi Masih Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali menguat pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Mei, setelah melemah selama delapan hari beruntun. Berdasarkan data RTI Business, indeks saham utama Indonesia itu naik 1,10 persen ke level 6.162,04, meski sempat menyentuh 5.966,86 pada awal perdagangan, yang menjadi posisi terendah dalam lima tahun terakhir.

Penguatan tersebut terjadi di tengah aktivitas transaksi yang tetap ramai, dengan volume perdagangan mencapai 40,26 miliar saham dan nilai transaksi Rp21,55 triliun. Namun, tekanan belum sepenuhnya reda karena sejumlah saham konglomerasi di sektor energi masih terkoreksi cukup dalam.

Penguatan IHSG Kembali Terlihat

IHSG berhasil bangkit setelah tekanan jual bertahan cukup lama di pasar saham. Kenaikan 1,10 persen ke level 6.162,04 menjadi sinyal bahwa minat beli kembali muncul pada akhir perdagangan.

Pergerakan indeks sepanjang sesi sempat menunjukkan volatilitas yang tinggi, terutama ketika IHSG turun ke 5.966,86 di awal perdagangan. Level tersebut tercatat sebagai titik terendah dalam lima tahun terakhir, sehingga pemulihan pada penutupan menjadi perhatian pelaku pasar.

Pemulihan indeks juga menandai perubahan sentimen investor yang mulai membaik setelah berhari-hari berada di bawah tekanan. Meski demikian, kondisi pasar dinilai masih sensitif terhadap pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar.

Aktivitas Perdagangan Tetap Ramai

Sepanjang perdagangan hari ini, volume transaksi mencapai 40,26 miliar saham dengan nilai transaksi Rp21,55 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.970.653 kali, menunjukkan pasar masih aktif meski sebelumnya tertekan.

Data tersebut mengindikasikan bahwa investor tetap memanfaatkan momentum pergerakan harga yang cepat berubah. Aktivitas yang tinggi juga menegaskan bahwa minat pasar belum mengendur di tengah fluktuasi indeks.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 449 saham menguat, 251 saham melemah, dan 118 saham stagnan. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa penguatan IHSG didukung oleh lebih banyak saham yang bergerak positif.

Sektor Energi Masih Tertekan

Di tengah penguatan indeks, tekanan masih terlihat pada saham-saham konglomerasi di sektor energi. Pergerakan ini menahan kenaikan IHSG agar tidak lebih tinggi pada akhir sesi.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA melemah 10,66 persen ke harga Rp545 per saham. Koreksi itu menjadi salah satu yang paling menonjol di antara emiten energi berkapitalisasi besar.

Selain DSSA, PT Bayan Resources Tbk atau BYAN turun 4,53 persen ke level Rp10.000 per saham. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN juga terkoreksi 3,74 persen ke harga Rp515 per saham.

Tekanan Tahunan Masih Berat

Meski menguat pada perdagangan hari ini, kinerja IHSG secara akumulatif sepanjang 2026 masih berada di zona negatif. Indeks tercatat melemah 28,74 persen, sehingga ruang pemulihan masih menjadi tantangan utama pasar.

Tekanan tahunan tersebut menunjukkan bahwa penguatan satu hari belum cukup mengubah arah tren secara keseluruhan. Investor masih perlu mencermati konsistensi pergerakan indeks dalam beberapa sesi mendatang.

Dengan kondisi tersebut, pasar diperkirakan tetap dipengaruhi oleh sentimen pada saham-saham besar, terutama dari sektor energi dan konglomerasi. Jika tekanan di kelompok saham tersebut mereda, peluang penguatan IHSG berpotensi lebih berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!