IHSG melemah pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (13/5/2026), mengikuti pengumuman rebalancing saham Indonesia di MSCI Global Standard. Pelaku pasar melihat dampak penyesuaian indeks sebagai bagian dari reformasi pasar modal yang sedang berjalan. OJK melalui Hasan Fawzi menegaskan koreksi pagi ini bersifat wajar dan belum menimbulkan tekanan signifikan pada likuiditas.
Saat pembukaan IHSG turun sekitar 1,67 persen ke level 6.744,37. Kepada wartawan, Hasan menegaskan penurunan masih dalam batas wajar dan merupakan bagian dari rebalancing. Ia menambahkan aktivitas transaksi tetap stabil dengan frekuensi dan volume yang normal, sehingga tidak ada kepanikan di kalangan investor.
Dinamika IHSG
Hasan Fawzi menilai koreksi pagi hari ini merupakan konsekuensi perbaikan reformasi pasar modal. Ia menegaskan bahwa penurunan tersebut belum menimbulkan gejala panic selling maupun gejala arus jual besar. Menurutnya, aktivitas transaksi masih berada pada level wajar meski terjadi efek rebalancing.
Transaksi di pasar modal masih terpantau wajar meski volatilitas meningkat. Ketika rebalancing MSCI diberlakukan, perubahan komposisi memicu pergeseran saham tanpa menimbulkan lonjakan likuiditas yang ekstrem. Self Regulatory Organization (SRO) dan OJK berjanji akan terus memantau pergerakan IHSG setelah pengumuman tersebut.
Sejumlah 18 saham Indonesia tercatat keluar dari MSCI Global Standard Index. Tidak ada saham baru yang masuk ke MSCI Global Standard Index pada pemutakhiran kali ini. Di antara saham yang dikeluarkan terdapat AMMN, BREN, TPIA, DSSA, dan CUAN, sedangkan AMRT turun dari Standard ke Small Cap.
Rincian MSCI
Selain perubahan besar, MSCI juga menyatakan 13 saham Indonesia ditendang dari MSCI Global Standard Index pada pemutakhiran ini. Rincian tersebut menambah daftar saham yang terdampak pada portofolio investor setelah rebalancing. Pengaruhnya terlihat pada pergerakan beberapa saham yang terdampak tetap berada dalam kisaran normal.
Berikut daftar 13 saham yang ditendang beserta kode emiten. Data menunjukkan pergeseran mempengaruhi beberapa sektor, terutama industri komoditas dan consumer. Investor disarankan meninjau kepemilikan dan likuiditasnya pasca rebalancing.
Daftar lengkap 13 saham tercantum pada tabel berikut untuk referensi. Teknik rebalancing MSCI dapat mempengaruhi arus dana dan kinerja indeks secara sementara. OJK dan SRO akan terus memantau arus modal dan likuiditas untuk menjaga stabilitas pasar.
| No | Emiten (Kode) | Nama Perusahaan |
|---|---|---|
| 1 | ANTM | PT Aneka Tambang Tbk |
| 2 | AALI | PT Astra Agro Lestari Tbk |
| 3 | BANK | PT Bank Aladin Syariah Tbk |
| 4 | BSDE | PT Bumi Serpong Damai Tbk |
| 5 | DSNG | PT Dharma Satya Nusantara Tbk |
| 6 | SIDO | PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk |
| 7 | MIDI | PT Midi Utama Indonesia Tbk |
| 8 | MIKA | PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk |
| 9 | MSIN | PT MNC Digital Entertainment Tbk |
| 10 | TKIM | PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk |
| 11 | APIC | PT Pacific Strategic Financial Tbk |
| 12 | SSMS | PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk |
| 13 | TAPG | PT Triputra Agro Persada Tbk |
