IHSG Melemah ke 6.318,50 Setelah Pidato Prabowo

Forex & Saham Gilang Nabaris 21 Mei 2026 22:56 WIB 7
IHSG Melemah ke 6.318,50 Setelah Pidato Prabowo

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, setelah sempat menguat tipis di sesi pagi. Berdasarkan data RTI Business, IHSG turun 0,82 persen ke level 6.318,50 atau kehilangan 52,179 poin.

Pergerakan indeks berbalik tajam pada pukul 11.19 WIB, ketika Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam. Setelah sebelumnya sempat menguat lebih dari 1 persen ke 6.459,55, IHSG akhirnya terkoreksi hingga penutupan perdagangan.

Tekanan di pasar

Tekanan jual terlihat jelas sepanjang perdagangan, terutama setelah investor merespons pernyataan pemerintah mengenai pengelolaan ekspor komoditas strategis. Kondisi itu membuat sentimen pasar berubah dari positif menjadi negatif dalam waktu singkat.

Hingga pasar ditutup, volume transaksi tercatat mencapai 41,12 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp35 triliun. Frekuensi perdagangan saham juga tercatat sebanyak 2.466,564 kali, menunjukkan aktivitas pasar yang masih tinggi.

Di tengah pelemahan indeks, sebanyak 483 saham tercatat turun, sementara 207 saham menguat dan 126 saham bergerak stagnan. Komposisi itu menegaskan dominasi tekanan jual pada sesi perdagangan hari ini.

Saham mineral terkoreksi

Sejumlah saham di sektor mineral menjadi pemberat utama IHSG pada penutupan perdagangan. Koreksi paling besar terlihat pada saham-saham yang berkaitan dengan komoditas dan pertambangan.

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk atau ADRO turun 4,29 persen ke Rp2.230 per saham. PT Amman Mineral Internasional Tbk atau AMMN melemah 6,31 persen ke Rp2.970 per saham.

Penurunan juga dialami PT Bumi Resources Tbk atau BUMI yang terkoreksi 6,99 persen ke Rp173 per saham, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk atau MDKA yang turun 4,21 persen ke Rp6.825 per saham. Selain itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN melemah 9,23 persen ke Rp590 per saham, sedangkan PT Petrosea Tbk atau PTRO turun 7,41 persen ke Rp4.000 per saham.

Kebijakan ekspor SDA

Dalam pidatonya di Sidang Paripurna DPR RI, Presiden Prabowo menyampaikan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA. Aturan tersebut disebut bertujuan memastikan pengelolaan ekspor lebih tertib dan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.

Prabowo menegaskan, kebijakan itu merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas nasional. Ia juga menyebut seluruh penjualan ekspor SDA akan dikelola melalui BUMN.

Melalui aturan tersebut, ekspor komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, hingga ferro alloy wajib dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah. Ketentuan ini menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi rantai bisnis sejumlah emiten terkait komoditas.

Respons investor

Pelaku pasar cenderung mencermati arah kebijakan baru tersebut sebagai faktor yang dapat memengaruhi prospek emiten sumber daya alam. Ketidakpastian mengenai implementasi aturan membuat investor mengambil sikap lebih hati-hati.

Dalam jangka pendek, pasar saham berpotensi masih bergerak fluktuatif selama investor mencerna detail kebijakan pemerintah. Sentimen eksternal dan pergerakan harga komoditas global juga dapat memperkuat atau menahan tekanan pada IHSG.

Meski demikian, kebijakan tata kelola ekspor SDA dinilai dapat memberi kepastian regulasi jika dijalankan secara konsisten. Bagi investor, perkembangan lanjutan dari aturan tersebut akan menjadi salah satu penentu arah transaksi pada sesi berikutnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!