IHSG Melemah ke 6.318,50, Saham Energi Tekan Pasar

Forex & Saham Kevin S. Pratama 25 Mei 2026 16:19 WIB 4
IHSG Melemah ke 6.318,50, Saham Energi Tekan Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 20 Mei, setelah terkoreksi 0,82 persen ke level 6.318,50. Pelemahan ini terjadi ketika mayoritas sektor berada di zona merah, dengan tekanan paling besar datang dari basic industry yang turun 4,67 persen.

Di tengah pelemahan pasar, sektor keuangan justru menjadi penopang dengan kenaikan 1,21 persen. Sentimen investor juga dipengaruhi arus dana asing, rencana pemerintah terkait ekspor komoditas, serta penantian terhadap notulen rapat Federal Open Market Committee dan data neraca berjalan Indonesia.

Tekanan IHSG dari sektor energi

Pergerakan IHSG pada perdagangan tersebut terutama dibebani oleh saham-saham grup petrokimia dan energi. Chandra Asri Pacific turun 14,74 persen, Barito Pacific melemah 10,18 persen, dan Barito Renewables Energy terkoreksi 7,62 persen.

Kondisi itu membuat sektor basic industry menjadi penekan utama indeks. Pelemahan sektor ini menunjukkan pelaku pasar masih berhati-hati terhadap saham berbasis komoditas di tengah dinamika kebijakan dan sentimen global.

Meski demikian, tidak semua sektor bergerak negatif karena sektor keuangan mampu bertahan di jalur hijau. Kenaikan 1,21 persen pada sektor ini memberi bantalan bagi IHSG agar tidak terkoreksi lebih dalam.

Secara keseluruhan, pasar masih memperlihatkan rotasi yang kuat antar sektor. Investor cenderung memilih saham yang memiliki katalis spesifik, sementara saham berisiko tinggi terkena aksi jual.

Arus dana asing pasar

Investor asing mencatat jual bersih Rp130,88 miliar di pasar reguler. Namun, secara keseluruhan pasar, asing masih membukukan beli bersih Rp249,17 miliar.

Data tersebut menunjukkan adanya perbedaan perilaku transaksi antara pasar reguler dan total pasar. Kondisi ini menandakan masih ada minat pada sejumlah saham tertentu, meski tekanan jual tetap terasa.

Arus dana asing kerap menjadi salah satu indikator penting bagi pelaku pasar domestik. Saat arus modal masuk dan keluar berlangsung bersamaan, volatilitas IHSG biasanya ikut meningkat.

Di sisi lain, pelemahan indeks belum sepenuhnya mencerminkan hilangnya kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia. Sentimen jangka pendek masih sangat dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap kebijakan bank sentral dan data ekonomi makro.

Sentimen global dan domestik

Pasar juga mencermati rencana pemerintah membentuk BUMN ekspor untuk sentralisasi ekspor CPO dan batu bara. Kebijakan ini dinilai dapat memberi tekanan pada saham-saham berbasis komoditas karena berpotensi mengubah pola bisnis yang selama ini berjalan.

Selain itu, pelaku pasar menunggu rilis notulen rapat FOMC The Fed. Dokumen tersebut dianggap penting untuk membaca arah suku bunga Amerika Serikat ke depan.

Dari dalam negeri, pasar juga menanti data neraca berjalan Indonesia kuartal I-2026. Konsensus memperkirakan defisit sebesar US$4,50 miliar, sehingga data ini berpotensi memengaruhi persepsi terhadap stabilitas eksternal.

Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat justru ditutup menguat. Dow Jones naik 1,31 persen, S&P 500 bertambah 1,08 persen, dan Nasdaq menguat 1,55 persen.

Kinerja emiten dan rekomendasi

Dari sisi emiten, Indika Energy Tbk membukukan laba bersih US$13,59 juta pada kuartal I-2026. Capaian itu tumbuh 33,88 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$10,15 juta.

Pendapatan INDY tercatat naik tipis menjadi US$493,21 juta, sedangkan total beban perusahaan turun 1,57 persen menjadi US$419,18 juta. Kenaikan pendapatan investasi sebesar 73,51 persen juga ikut menopang kinerja perseroan pada awal tahun ini.

Sementara itu, Cisadane Sawit Raya Tbk menargetkan pengolahan tandan buah segar sebanyak 700 ribu ton pada 2026. Untuk mendukung ekspansi, perseroan menyiapkan belanja modal Rp100 miliar serta menargetkan pendapatan tumbuh menjadi Rp2 triliun.

Bangun Kosambi Sukses Tbk juga menyiapkan dana maksimal Rp250 miliar untuk buyback saham dari kas internal. Berikut rekomendasi saham hari ini yang dirangkum dari riset pasar:

  • PTBA: Buy 2770-2820, TP 2850-2900, SL 2650
  • ASII: Buy 5900-5950, TP 6050-6100, SL 5700
  • MYOR: Buy 1845-1865, TP 1890-1920, SL 1750
  • OASA: Buy 416-424, TP 432-442, SL 394
  • KETR: Buy 600-615, TP 625-645, SL 565

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!