IHSG Melemah Hampir Dua Persen di Awal Perdagangan

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 28 Mei 2026 19:57 WIB 3
IHSG Melemah Hampir Dua Persen di Awal Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah hampir 2 persen pada awal perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, di tengah penguatan mayoritas bursa Asia. Berdasarkan data RTI Business, IHSG turun 1,94 persen ke level 6.196,80, setelah sempat dibuka menguat ke 6.378,81.

Pergerakan tersebut berlawanan arah dengan pasar regional yang mendapat dorongan dari optimisme terhadap perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai tahap akhir pembahasan perang dengan Iran ikut memperkuat harapan investor, sekaligus memengaruhi sentimen di pasar komoditas dan saham.

IHSG Berbalik Arah

IHSG bergerak melemah sejak awal sesi perdagangan, meski sempat dibuka menguat. Koreksi itu membuat indeks saham utama Indonesia turun cukup dalam dalam waktu singkat. Tekanan jual terlihat dominan di pasar saham domestik.

Data perdagangan RTI Business menunjukkan IHSG berada di level 6.196,80 setelah terkoreksi 1,94 persen. Sebelumnya, indeks sempat menyentuh 6.378,81 saat pembukaan. Perubahan arah itu mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar.

Pergerakan IHSG yang berlawanan dengan bursa kawasan menandakan sentimen lokal belum sepenuhnya sejalan. Investor tampak merespons dinamika global dengan selektif. Kondisi tersebut membuat pasar saham Indonesia tertahan di zona merah.

Bursa Asia Menguat

Mayoritas bursa Asia dibuka menguat pada perdagangan Kamis ini. Penguatan tersebut mengikuti kenaikan Wall Street pada sesi sebelumnya. Sentimen positif muncul setelah Trump menyebut negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir.

Harapan terhadap meredanya konflik disebut mampu menekan harga minyak dunia. Jika harga minyak turun, tekanan inflasi global berpotensi berkurang. Kondisi itu biasanya dipandang positif bagi pasar saham.

Optimisme investor juga didukung ekspektasi bahwa stabilitas geopolitik akan membaik. Pasar merespons kabar tersebut dengan pembelian di sejumlah indeks utama. Aliran sentimen positif ini memberi dukungan kuat bagi bursa kawasan.

Penguatan di Pasar Regional

Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka naik 3,54 persen seiring rilis data perdagangan terbaru negara tersebut. Kospi Korea Selatan juga melanjutkan kenaikan hingga 7 persen pada awal perdagangan. Sementara itu, Kosdaq menguat 4,88 persen.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 tercatat naik 1,62 persen. Penguatan itu menunjukkan investor di kawasan masih memanfaatkan momentum positif dari pasar global. Aktivitas beli juga terlihat cukup merata di sejumlah sektor.

Di China, indeks CSI 300 menguat 1,67 persen pada pembukaan perdagangan. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong bergerak naik tipis 0,24 persen. Pergerakan serempak ini memperlihatkan sentimen regional yang cenderung solid.

Fokus Investor Domestik

Pelemahan IHSG di tengah bursa Asia yang menguat menjadi perhatian investor domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor global tidak selalu diterjemahkan sama oleh pasar Indonesia. Pelaku pasar tampaknya masih mencermati arah kebijakan dan arus modal.

Sentimen terhadap harga minyak dunia juga berpotensi memengaruhi sektor-sektor tertentu di bursa. Jika perdamaian AS dan Iran benar-benar mendekati kesepakatan, pasar energi bisa ikut bergerak. Hal itu dapat berimbas pada penilaian investor terhadap saham-saham terkait.

Dalam jangka pendek, volatilitas IHSG masih mungkin berlanjut mengikuti dinamika global. Investor disarankan memantau perkembangan negosiasi internasional dan respons pasar komoditas. Pergerakan indeks selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kekuatan sentimen eksternal dan domestik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!