IHSG Melemah Hampir 2 Persen di Awal Perdagangan

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 27 Mei 2026 20:33 WIB 2
IHSG Melemah Hampir 2 Persen di Awal Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah hampir 2 persen pada sesi awal perdagangan, Kamis, 21 Mei 2026. Berdasarkan data RTI Business, indeks sempat dibuka menguat, tetapi kemudian berbalik turun seiring sentimen pasar global yang bergerak positif.

Pada pukul awal perdagangan, IHSG tercatat turun 1,94 persen ke level 6.196,80. Pelemahan ini terjadi ketika mayoritas bursa Asia justru menguat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa negosiasi perang dengan Iran telah memasuki tahap akhir.

IHSG Tertekan Sentimen Global

Pergerakan IHSG pagi ini berlawanan dengan arah bursa Asia yang mayoritas menghijau. Kondisi tersebut menunjukkan adanya tekanan domestik yang membuat indeks saham Indonesia tertinggal dari kawasan regional.

Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat menguat ke level 6.378,81 pada pembukaan. Namun, penguatan awal itu tidak bertahan lama karena tekanan jual mulai mendominasi pasar.

Perubahan arah indeks juga mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar dalam merespons kabar geopolitik. Investor cenderung menimbang ulang risiko dan peluang setelah muncul sinyal meredanya ketegangan di Timur Tengah.

Di tengah pergerakan yang fluktuatif, pelaku pasar masih mencermati sektor-sektor penopang indeks. Arah perdagangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan respons investor domestik.

Bursa Asia Bergerak Menguat

Mengutip CNBC, pasar Asia-Pasifik dibuka lebih tinggi pada perdagangan Kamis. Penguatan itu sejalan dengan kenaikan Wall Street pada sesi sebelumnya setelah pernyataan Trump menarik perhatian investor.

Trump menyebut negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir. Pernyataan tersebut memicu optimisme bahwa potensi konflik bisa mereda dan stabilitas kawasan dapat membaik.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 3,54 persen pada pembukaan perdagangan. Penguatan itu terjadi bersamaan dengan rilis data perdagangan terbaru yang turut memberi sentimen positif.

Sentimen serupa juga terlihat di pasar Korea Selatan, Australia, dan China. Investor di kawasan Asia tampak merespons kabar geopolitik dengan sikap lebih percaya diri.

Penguatan di Pasar Regional

Indeks Kospi Korea Selatan memperpanjang kenaikan pada awal perdagangan hingga 7 persen. Sementara itu, indeks Kosdaq ikut naik 4,88 persen dan memperkuat tren positif di bursa setempat.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 tercatat naik 1,62 persen pada perdagangan pagi. Kenaikan tersebut menunjukkan minat beli yang cukup kuat di pasar saham negeri kanguru.

Adapun indeks CSI 300 China menguat 1,67 persen pada awal sesi. Di Hong Kong, indeks Hang Seng juga bergerak naik meski lebih terbatas, yakni 0,24 persen.

Penguatan serentak di berbagai bursa Asia memperlihatkan respon positif terhadap perkembangan geopolitik terbaru. Arah pasar regional yang solid menjadi kontras dengan pelemahan IHSG pada sesi yang sama.

Prospek Perdagangan Berikutnya

Sentimen global berpotensi tetap menjadi penentu utama pergerakan IHSG dalam jangka pendek. Jika optimisme atas meredanya tensi geopolitik berlanjut, pasar saham regional bisa memperoleh tambahan dorongan.

Namun, investor di Bursa Efek Indonesia masih perlu mencermati tekanan dari aksi ambil untung. Volatilitas yang muncul di awal perdagangan menandakan pasar belum sepenuhnya menemukan keseimbangan.

Harga minyak dunia juga menjadi perhatian karena perkembangan negosiasi AS dan Iran dinilai dapat memengaruhi pasokan energi. Apabila risiko konflik menurun, tekanan pada harga minyak berpotensi ikut berkurang.

Dengan kondisi tersebut, arah IHSG akan sangat bergantung pada kombinasi sentimen eksternal dan respons pelaku pasar domestik. Perdagangan hari ini masih menyisakan ruang bagi pembalikan arah apabila dukungan beli kembali menguat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!