IHSG Melemah di Sesi I, Saham Bank Besar Terkoreksi

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 29 Mei 2026 17:00 WIB 4
IHSG Melemah di Sesi I, Saham Bank Besar Terkoreksi

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan sesi I pada Selasa, 26 Mei. Setelah sempat menguat di awal transaksi, indeks akhirnya berbalik arah dan ditutup melemah 0,91 persen ke level 6.149,68.

Pergerakan tersebut mencerminkan tekanan jual yang masih dominan di pasar saham domestik. Saham-saham perbankan besar turut menjadi penekan utama setelah mayoritasnya terkoreksi di tengah aktivitas transaksi yang tetap tinggi.

IHSG Berbalik Arah

Data perdagangan RTI Business menunjukkan IHSG sempat menanjak ke level 6.286,87 pada awal sesi. Namun, penguatan itu tidak bertahan lama karena indeks kemudian bergerak turun secara bertahap.

Pada titik terendahnya, IHSG sempat melemah lebih dari 1 persen hingga menyentuh 6.132,34. Tekanan tersebut membuat indeks tidak mampu mempertahankan momentum positif yang terbentuk di awal perdagangan.

Menjelang penutupan sesi I, IHSG masih berada di zona merah dan bergerak di kisaran 6.100-an. Kondisi ini menunjukkan sentimen pasar yang cenderung hati-hati sejak pembukaan perdagangan.

Transaksi Saham Tetap Aktif

Aktivitas perdagangan pada sesi I tercatat cukup tinggi dengan volume transaksi mencapai 15,32 miliar saham. Nilai transaksi yang dibukukan juga mencapai Rp9,12 triliun.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.215.837 kali hingga penutupan sesi I. Angka tersebut menandakan minat pelaku pasar masih terjaga meski indeks bergerak melemah.

Di tengah fluktuasi indeks, pasar tetap menyerap berbagai transaksi pada saham-saham unggulan dan lapis kedua. Hal ini memperlihatkan bahwa koreksi IHSG terjadi dalam kondisi perdagangan yang aktif.

Bank Besar Tertekan

Sebanyak 253 saham menguat, sementara 396 saham melemah, dan 169 saham stagnan. Komposisi tersebut menunjukkan tekanan jual lebih dominan pada sesi pagi hingga siang.

Mayoritas saham perbankan berkapitalisasi besar juga ikut terkoreksi dan menjadi penekan utama indeks. Pelemahan pada sektor ini memberi kontribusi besar terhadap arah IHSG pada sesi I.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI turun 2,21 persen ke Rp3.100 per saham. PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA melemah 1,64 persen ke Rp6.000 per saham.

Kinerja Emiten Bank Lain

Tekanan juga terlihat pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI yang turun 1,54 persen ke Rp3.830 per saham. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI melemah 0,47 persen ke Rp4.200 per saham.

Pergerakan empat bank besar tersebut memperlihatkan bahwa sektor perbankan masih rentan terhadap aksi ambil untung. Saat saham-saham berkapitalisasi besar terkoreksi, IHSG cenderung sulit bertahan di area penguatan.

Dengan kondisi itu, arah pasar pada sesi berikutnya akan sangat bergantung pada respons investor terhadap saham-saham unggulan. Jika tekanan jual mereda, peluang pemulihan indeks masih terbuka pada perdagangan selanjutnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!