IHSG Melemah 2,76 Persen ke 6.144,35 pada Sesi I

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 24 Mei 2026 00:36 WIB 5
IHSG Melemah 2,76 Persen ke 6.144,35 pada Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah tajam pada penutupan sesi I perdagangan Kamis, 21 Mei, setelah sempat menguat di awal sesi. Berdasarkan data RTI Business, indeks turun 2,76 persen ke level 6.144,35 dan bergerak dari posisi tertinggi intraday 6.378,81.

Tekanan jual membuat pasar didominasi saham yang melemah, sementara beberapa emiten bahkan jatuh ke level auto reject bawah. Hingga jeda siang, nilai transaksi tercatat mencapai Rp9,78 triliun dengan volume 19,91 miliar saham yang berpindah tangan.

Tekanan IHSG Meningkat

Pergerakan IHSG pada sesi pagi menunjukkan volatilitas yang tinggi, karena indeks sempat dibuka menguat sebelum berbalik arah. Kondisi itu menandakan sentimen pasar belum cukup kuat untuk mempertahankan kenaikan.

Pelemahan yang terjadi juga menempatkan indeks saham Garuda di zona merah sepanjang perdagangan awal hari ini. Secara year to date, IHSG tercatat masih melemah 28,94 persen.

Di tengah tekanan tersebut, pasar menunjukkan dominasi jual yang cukup lebar pada mayoritas saham. Hanya 118 saham yang menguat, sedangkan 601 saham melemah dan 94 saham bergerak stagnan.

Aktivitas Transaksi Tetap Ramai

Meski IHSG tertekan, aktivitas perdagangan di bursa tetap berlangsung ramai dengan frekuensi transaksi yang tinggi. Tercatat sebanyak 1.285.918 kali saham berpindah tangan selama sesi I.

Nilai transaksi yang menembus Rp9,78 triliun menunjukkan minat pelaku pasar masih besar di tengah koreksi indeks. Namun, besarnya transaksi belum cukup menahan tekanan jual yang melanda sejumlah emiten.

Volume perdagangan yang mencapai 19,91 miliar saham memperlihatkan pasar sedang berada dalam fase penyesuaian harga. Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar cenderung berhati-hati menunggu arah pergerakan berikutnya.

Sejumlah Saham Tertekan

Beberapa saham mengalami penurunan hingga menyentuh auto reject bawah atau ARB pada sesi I perdagangan. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual berlangsung sangat agresif pada saham-saham tertentu.

PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) melemah 14,95 persen ke harga Rp165 per saham, disusul PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) yang turun 14,72 persen ke Rp695 per saham. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga terkoreksi 14,65 persen ke Rp2.270 per saham.

Selain itu, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS) turun 14,39 persen ke Rp565 per saham, sementara PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) melemah 13,50 persen ke Rp705 per saham. Deretan saham tersebut menjadi penekan utama di tengah pelemahan IHSG.

Prospek Pasar Menjelang Sesi Berikutnya

Pergerakan IHSG pada sesi I memberi sinyal bahwa pasar masih rentan terhadap sentimen negatif. Selama tekanan jual belum mereda, indeks berpotensi bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya.

Investor umumnya akan mencermati saham-saham berkapitalisasi besar untuk membaca arah pemulihan pasar. Di sisi lain, saham yang sudah terkoreksi dalam juga berpeluang menarik minat spekulatif jika muncul sentimen penopang.

Dengan kondisi indeks yang masih turun cukup dalam, pelaku pasar disarankan menjaga strategi yang disiplin. Fokus pada manajemen risiko menjadi penting agar portofolio tetap terlindungi dalam fase volatil seperti saat ini.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!