Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak fluktuatif pada perdagangan sesi I hari ini, Selasa, 26 Mei, sebelum akhirnya ditutup melemah. Berdasarkan data RTI Business, IHSG turun 0,91 persen ke level 6.149,68 setelah sempat menguat di awal perdagangan.
Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan jual masih kuat di pasar saham domestik, terutama pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Sepanjang sesi I, indeks bahkan sempat terkoreksi lebih dari 1 persen ke level 6.132,34 dari posisi pembukaan 6.286,87.
IHSG Terkoreksi di Sesi I
IHSG dibuka menguat dan sempat berada di zona hijau pada awal perdagangan. Namun, sentimen positif itu tidak bertahan lama karena tekanan jual mulai mendominasi perdagangan.
Indeks kemudian bergerak melemah secara bertahap hingga menyentuh level 6.132,34. Pada penutupan sesi I, IHSG kembali menutup perdagangan di zona merah dengan koreksi 0,91 persen.
Pergerakan dua arah ini mencerminkan pasar yang masih mencari arah di tengah kehati-hatian investor. Kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa pelaku pasar cenderung mengambil keuntungan setelah penguatan di awal sesi.
Bank Besar Jadi Penekan
Mayoritas saham bank besar tercatat melemah sepanjang perdagangan sesi I. Tekanan ini memberi dampak besar terhadap pergerakan IHSG karena bobot sektor perbankan sangat dominan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI turun 2,21 persen ke Rp3.100 per saham. PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA melemah 1,64 persen ke Rp6.000 per saham.
Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI turun 1,54 persen ke Rp3.830 per saham. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI terkoreksi 0,47 persen ke Rp4.200 per saham.
Transaksi Tetap Ramai
Meski IHSG melemah, aktivitas perdagangan tetap tercatat ramai pada sesi I. Volume transaksi mencapai 15,32 miliar saham dengan nilai transaksi Rp9,12 triliun.
Frekuensi perdagangan juga tergolong tinggi, yakni mencapai 1.215.837 kali transaksi. Angka ini menunjukkan minat pelaku pasar masih kuat, meskipun tekanan jual lebih dominan.
Secara keseluruhan, sebanyak 253 saham menguat, 396 saham melemah, dan 169 saham stagnan. Komposisi tersebut menegaskan bahwa pelemahan indeks terjadi di tengah distribusi tekanan yang cukup luas di pasar.
Prospek Saham Masih Dinamis
Pergerakan IHSG pada sesi I memperlihatkan pasar masih sensitif terhadap sentimen sektor keuangan. Saham perbankan besar kembali menjadi penentu arah indeks karena kontribusinya yang besar terhadap kapitalisasi pasar.
Jika tekanan jual pada saham-saham unggulan berlanjut, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan pada sesi berikutnya. Namun, peluang pemulihan tetap terbuka apabila investor kembali masuk pada saham-saham berfundamental kuat.
Pelaku pasar diperkirakan akan mencermati pergerakan saham bank besar dan arus dana asing pada sesi selanjutnya. Faktor tersebut akan menjadi penentu apakah IHSG mampu kembali ke zona hijau atau tetap tertekan hingga penutupan perdagangan.
