Ide Bisnis Roti Kukus Srikaya di CFD, Modal Rp 2 Juta

Lifestyle Clara Monica 21 Mei 2026 22:22 WIB 7
Ide Bisnis Roti Kukus Srikaya di CFD, Modal Rp 2 Juta

Car Free Day (CFD) menjadi ruang yang ramai dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, berjalan santai, hingga mencari hiburan pada akhir pekan. Kondisi itu juga membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk menjajakan produk kepada ribuan pengunjung yang melintas di satu kawasan. Dari aktivitas rutin tersebut, bisnis makanan ringan seperti roti kukus srikaya muncul sebagai salah satu ide yang menjanjikan.

Dirangkum dari detikcom pada Sabtu, 1 November 2025, peluang usaha di CFD dapat dijalankan sebagai pekerjaan utama maupun selingan untuk menambah penghasilan. Salah satu contoh datang dari Dzakia, penjual roti kukus srikaya di CFD Teras Kota BSD, yang memulai usaha dengan modal sekitar Rp 2 juta. Dari modal itu, ia mengaku dapat meraup omzet hingga dua kali lipat dalam satu kali berjualan.

Peluang di CFD

CFD selalu dipadati pengunjung dari berbagai kalangan, sehingga arus orang yang terus bergerak menjadi pasar yang sangat terbuka. Pelaku usaha dapat memanfaatkan momen ini untuk menawarkan produk yang mudah dibawa dan cepat dibeli. Dalam situasi seperti ini, produk makanan ringan memiliki peluang lebih besar untuk menarik perhatian pembeli.

Keramaian di area CFD membuat promosi berjalan secara alami tanpa biaya besar. Produk yang tampil menarik, praktis, dan sesuai kebutuhan pengunjung biasanya lebih mudah terjual. Karena itu, CFD sering dianggap sebagai lokasi yang cocok bagi usaha mikro untuk mencoba pasar secara langsung.

Selain menjual makanan, pelaku usaha juga bisa membangun pengenalan merek sejak awal. Interaksi singkat dengan pembeli dapat menjadi pintu masuk untuk mendapatkan pelanggan berulang. Jika kualitas produk terjaga, peluang penjualan pada pekan berikutnya bisa meningkat.

Usaha di CFD juga fleksibel karena dapat dilakukan di sela pekerjaan utama. Model ini membuat seseorang tetap memiliki sumber pendapatan tambahan tanpa meninggalkan aktivitas harian. Bagi banyak orang, fleksibilitas tersebut menjadi alasan utama untuk mencoba berdagang di ruang publik seperti CFD.

Roti Kukus Srikaya

Roti kukus srikaya dinilai cocok dijual di CFD karena praktis dan mudah dikonsumsi saat berjalan santai. Teksturnya lembut, rasanya manis, dan tampilannya sederhana namun menarik. Produk semacam ini biasanya diterima luas oleh pengunjung dengan beragam usia.

Keunggulan lain dari roti kukus srikaya adalah proses produksinya yang tidak terlalu rumit. Pelaku usaha bahkan dapat mengambil stok dari supplier untuk mempercepat persiapan. Skema ini membantu pedagang fokus pada penjualan dan pelayanan pembeli.

Dzakia, yang menjalankan akun usaha @rotisrikaya_mamaya, menjadi salah satu contoh penjual yang memanfaatkan peluang tersebut di CFD Teras Kota BSD. Ia berangkat berjualan sejak pukul 05.00 WIB hingga sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam waktu singkat itu, ia mengandalkan produk yang mudah dijual dan diminati pengunjung.

Varian yang ditawarkan meliputi roti pandan, roti ubi ungu, dan roti original. Ragam pilihan tersebut membantu menarik pembeli dengan selera yang berbeda. Di tengah persaingan dagang, variasi produk menjadi nilai tambah yang penting.

Modal Dan Omzet

Menurut pengakuan Dzakia, modal awal yang dikeluarkan mencapai Rp 2 juta untuk mengambil produk dari supplier. Dengan modal itu, ia bisa membawa sekitar 800 potong roti untuk dijual di area CFD. Angka tersebut menunjukkan bahwa usaha skala kecil tetap berpotensi menghasilkan perputaran uang yang menarik.

Dzakia menyebut stok yang dibawa biasanya habis terjual dalam waktu berjualan yang relatif singkat. Dari modal Rp 2 juta, omzet yang diperoleh dapat mencapai Rp 4 juta. Kondisi ini memperlihatkan bahwa lokasi ramai dapat memberi dampak langsung terhadap pendapatan harian.

Meski begitu, hasil penjualan tentu bergantung pada cuaca, jumlah pengunjung, dan strategi penetapan harga. Pedagang perlu menjaga kualitas produk agar pembeli merasa puas dan mau kembali. Keberhasilan usaha di CFD tidak hanya ditentukan oleh keramaian, tetapi juga oleh konsistensi pelayanan.

Perhitungan modal dan omzet semacam ini penting bagi calon pelaku usaha sebelum memulai dagang. Dengan estimasi yang jelas, risiko kerugian dapat ditekan sejak awal. Selain itu, pelaku usaha dapat menentukan skala stok yang sesuai dengan kemampuan modal.

Strategi Agar Laris

Produk yang dijual di CFD sebaiknya memiliki kemasan yang rapi dan mudah dibawa. Tampilan yang bersih akan memberi kesan profesional kepada pembeli. Pada pasar yang serba cepat, kemasan sering menjadi penentu keputusan pembelian.

Pelaku usaha juga perlu menyesuaikan jumlah stok dengan potensi keramaian di lokasi. Terlalu sedikit stok dapat membuat peluang hilang, sementara terlalu banyak stok berisiko menumpuk. Karena itu, perencanaan sebelum berangkat berjualan menjadi sangat penting.

Variasi rasa dapat membantu mempertahankan minat pembeli dari waktu ke waktu. Pilihan seperti pandan, ubi ungu, dan original memberi ruang bagi pelanggan untuk mencoba lebih dari satu jenis. Strategi sederhana ini dapat meningkatkan peluang pembelian berulang.

Di tengah tren CFD yang terus ramai, usaha kuliner ringan tetap menjadi opsi yang realistis untuk dicoba. Modal yang terjangkau, produk yang praktis, dan pasar yang besar membuat jenis usaha ini cukup menarik. Dengan eksekusi yang tepat, CFD bisa menjadi sumber cuan yang stabil setiap pekan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!