Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia atau HNSI menyambut positif pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai penguatan sektor perikanan nasional. Dukungan itu muncul seiring rencana pembangunan pabrik es, cold storage, unit pengolahan ikan, hingga fasilitas docking kapal. Bagi nelayan, langkah tersebut dinilai menjawab kebutuhan dasar yang selama ini masih banyak dirasakan di lapangan. Program itu juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor kelautan.
Sekretaris Jenderal HNSI Lydia Assegaf menegaskan, fasilitas pendukung tersebut bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan penting bagi aktivitas nelayan. Ia menyebut pabrik es dan cold storage sangat membantu menjaga kualitas hasil tangkapan, terutama saat distribusi ke pasar memerlukan waktu. Sementara itu, unit pengolahan ikan dan tempat docking kapal dinilai akan memperkuat rantai usaha perikanan dari hulu ke hilir. Pernyataan itu disampaikan Lydia dalam keterangannya pada Rabu, 20 Mei 2026.
Dukungan Nelayan
HNSI menilai komitmen pemerintah memberi sinyal positif bagi masa depan perikanan nasional. Organisasi itu memandang pembangunan fasilitas dasar akan membuat nelayan memiliki posisi tawar yang lebih kuat. Selama ini, keterbatasan infrastruktur kerap menjadi hambatan dalam menjaga mutu hasil tangkapan. Karena itu, dukungan terhadap langkah pemerintah datang dari berbagai unsur nelayan di daerah.
Lydia mengatakan, kebutuhan seperti pabrik es dan cold storage sangat dirasakan nelayan setiap hari. Tanpa dukungan fasilitas tersebut, hasil tangkapan berisiko cepat menurun kualitasnya sebelum sampai ke konsumen. Kondisi itu pada akhirnya dapat menekan harga jual dan pendapatan nelayan. Ia menilai kehadiran infrastruktur yang memadai akan membantu menekan kerugian di tingkat lapangan.
Selain fasilitas penyimpanan, nelayan juga membutuhkan sarana pengolahan dan perbaikan kapal yang lebih dekat dengan aktivitas mereka. Unit pengolahan ikan akan membuka peluang nilai tambah bagi hasil tangkapan nelayan. Adapun fasilitas docking kapal penting untuk menjaga armada tetap layak operasi dan aman digunakan. Menurut HNSI, semua unsur itu saling terkait dalam memperkuat ekonomi pesisir.
Langkah Pemerintah
Dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19, Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan memperkuat infrastruktur pendukung sektor kelautan dan perikanan. Kebijakan itu diarahkan untuk meningkatkan produktivitas nelayan di berbagai daerah. Pemerintah juga ingin memastikan sektor ini memiliki daya saing yang lebih baik di pasar domestik maupun luar negeri. Arah tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan mendasar para pelaku usaha perikanan.
HNSI menyambut baik penegasan itu karena dianggap menunjukkan keseriusan negara dalam memperhatikan nelayan. Lydia menilai kebijakan yang menyentuh infrastruktur dasar akan memberi dampak lebih nyata dibanding langkah yang bersifat sementara. Ia berharap program yang diumumkan tidak berhenti pada tataran wacana. Menurutnya, implementasi di lapangan menjadi kunci agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat pesisir.
Program penguatan sektor perikanan juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi di daerah pesisir. Kehadiran fasilitas baru berpotensi membuka lapangan kerja tambahan dan menggerakkan rantai pasok lokal. Jika pengolahan ikan berjalan lebih optimal, nilai tambah produk perikanan akan meningkat. Kondisi ini diharapkan memperluas manfaat ekonomi bagi keluarga nelayan.
Kampung Nelayan Merah Putih
Selain infrastruktur perikanan, nelayan juga memberi perhatian pada program Kampung Nelayan Merah Putih. Program tersebut saat ini masih dalam tahap pembangunan di sejumlah daerah. HNSI menilai inisiatif itu dapat menjadi penguat ekonomi masyarakat pesisir jika dikelola dengan tepat. Dukungan sarana dan prasarana yang memadai dinilai akan membuat program lebih efektif.
Program kampung nelayan dipandang penting karena menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Selain mendukung kegiatan melaut, program itu juga berpotensi memperbaiki ekosistem usaha kecil di pesisir. Dengan pendekatan yang terintegrasi, kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara bertahap. HNSI berharap pembangunan kawasan tersebut berjalan sesuai kebutuhan lokal.
Lydia menilai penguatan kampung nelayan harus disusun dengan memperhatikan karakter tiap daerah. Setiap wilayah pesisir memiliki tantangan berbeda, baik dari sisi infrastruktur, distribusi, maupun akses pasar. Karena itu, pelibatan nelayan dalam perencanaan menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan. Dengan begitu, program yang dibangun akan lebih tepat sasaran.
Harapan Realisasi Cepat
Meski menyambut positif, HNSI berharap seluruh program yang dijanjikan pemerintah segera direalisasikan. Nelayan menilai kecepatan pelaksanaan penting agar manfaatnya dapat segera dirasakan. Kebutuhan di lapangan, menurut mereka, tidak bisa menunggu terlalu lama. Karena itu, tindak lanjut konkret menjadi perhatian utama organisasi nelayan.
Lydia menyampaikan bahwa nelayan di berbagai daerah ingin melihat hasil nyata dari komitmen pemerintah. Mereka berharap pembangunan fasilitas tidak hanya terpusat di wilayah tertentu. Pemerataan akses menjadi faktor penting agar manfaat program dirasakan secara luas. Jika itu tercapai, peningkatan pendapatan nelayan dinilai lebih mungkin terjadi.
HNSI menegaskan, langkah pemerintah memperkuat sektor kelautan dan perikanan harus dijalankan secara konsisten. Dukungan infrastruktur, pengolahan hasil laut, dan fasilitas docking kapal dinilai dapat menjadi fondasi ekonomi yang lebih kuat. Dengan begitu, kesejahteraan nelayan tidak hanya menjadi janji, tetapi berkembang menjadi hasil yang nyata. Organisasi itu pun siap mengawal agar kebijakan tersebut berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
