Harga Ayam Hidup Anjlok, Kementan Ambil Langkah Stabilisasi

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 02 Juni 2026 04:35 WIB 3
Harga Ayam Hidup Anjlok, Kementan Ambil Langkah Stabilisasi

Kementerian Pertanian mengungkap harga ayam hidup di tingkat peternak anjlok hingga berada di sekitar Rp15.000 per kilogram di sejumlah wilayah. Kondisi ini jauh di bawah harga acuan pemerintah sebesar Rp19.500 per kilogram dan paling berat dirasakan peternak mandiri serta skala kecil.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, menilai situasi tersebut perlu segera ditangani melalui koordinasi dengan pelaku usaha perunggasan. Pemerintah pun menyiapkan langkah pengendalian agar stabilitas harga kembali terjaga dan tekanan terhadap peternak tidak semakin dalam.

Harga ayam hidup tertekan

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH, I Ketut Wirata, menyebut harga ayam hidup di sejumlah daerah turun tajam dan memicu kekhawatiran di tingkat peternak. Ia mencontohkan kondisi di Jawa Tengah, ketika live bird dijual di kisaran Rp15.000 per kilogram. Angka tersebut berada jauh di bawah acuan yang ditetapkan pemerintah.

Ketut menegaskan bahwa penurunan harga ini sangat memberatkan peternak rakyat yang mengandalkan usaha skala kecil. Berbeda dengan peternak besar, mereka tidak memiliki bantalan modal yang cukup kuat untuk bertahan lama. Jika kondisi ini dibiarkan, risiko gulung tikar akan semakin besar.

Pemerintah menilai tekanan harga yang terjadi bukan sekadar persoalan pasar, melainkan menyangkut keberlanjutan usaha peternak. Karena itu, pengawasan terhadap rantai distribusi dinilai penting untuk mencegah harga turun lebih jauh. Langkah ini diharapkan menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan kebutuhan pasar.

Rapat koordinasi perunggasan

Ditjen PKH menggelar rapat koordinasi bersama Asosiasi Rumah Potong Unggas Indonesia dan pelaku rumah potong hewan unggas. Pertemuan itu bertujuan memperkuat komitmen seluruh rantai usaha perunggasan dalam menjaga harga di tingkat peternak. Pemerintah ingin agar pola perdagangan tidak menambah tekanan pada harga ayam hidup.

Dalam forum tersebut, pemerintah mengajak pelaku usaha memperkuat kolaborasi untuk menjaga keseimbangan pasar. Salah satu fokusnya adalah memastikan mekanisme pembelian tidak dilakukan di bawah harga acuan yang telah disepakati. Menurut Kementan, praktik seperti itu dapat memperburuk situasi peternak yang sudah tertekan.

Ketut menekankan bahwa rumah potong hewan unggas memiliki peran strategis dalam rantai pasok nasional. Lembaga itu menjadi instrumen penting untuk menyerap produksi peternak dan mengendalikan pasokan di pasar. Karena itu, komitmen dari RPHU dinilai sangat menentukan arah stabilisasi harga.

Langkah pengendalian pemerintah

Selain koordinasi, Ditjen PKH juga menyiapkan langkah pengendalian untuk meredam tekanan harga. Salah satunya adalah menunda sementara rekomendasi usaha tertentu di sektor perunggasan hingga harga kembali ke level yang sesuai acuan. Kebijakan ini disebut sebagai bentuk respons atas kondisi pasar yang belum stabil.

Ketut menyampaikan bahwa seluruh rekomendasi terkait pelaku usaha perunggasan diminta untuk ditunda sementara selama harga belum sesuai ketentuan pemerintah. Langkah tersebut diambil agar tidak ada tambahan tekanan yang justru memperburuk posisi peternak. Pemerintah berharap kebijakan ini memberi ruang bagi pemulihan harga.

Pengendalian sementara itu juga dimaksudkan sebagai sinyal bahwa pemerintah serius menjaga keberlangsungan industri perunggasan. Dengan harga yang lebih sehat, peternak diharapkan kembali memperoleh margin usaha yang layak. Pada saat yang sama, pasokan ayam tetap bisa terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Harapan stabilitas pasar

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH, Hary Suhada, menyatakan pemerintah dan pelaku usaha telah sepakat untuk menahan rekomendasi terkait perunggasan sementara waktu. Kesepakatan itu berlaku sampai harga ayam hidup mencapai level yang telah ditentukan pemerintah. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari keseriusan menjaga kestabilan pasar.

Hary juga meminta seluruh pihak tidak ikut berkontribusi dalam penurunan harga di tingkat peternak. Ia menilai kolaborasi menjadi kunci agar tekanan yang dirasakan peternak tidak semakin berat. Dukungan dari pelaku usaha dinilai penting untuk mempercepat pemulihan harga.

Pemerintah berharap stabilisasi harga dapat tercapai tanpa mengganggu rantai pasok perunggasan nasional. Jika harga kembali mendekati acuan, peternak diyakini memiliki ruang usaha yang lebih sehat. Pada akhirnya, keseimbangan pasar diharapkan memberi manfaat bagi peternak, pelaku usaha, dan konsumen.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!