Gideon Tengker kembali menjadi sorotan setelah mengaku kehilangan kontak dengan dua anaknya, Nagita Slavina dan Caca Tengker, dalam beberapa bulan terakhir. Pengakuan itu disampaikan di Polda Metro Jaya pada Selasa, 19 Mei 2026, ketika ia menuturkan bahwa nomor teleponnya diduga diblokir. Situasi tersebut membuat komunikasi keluarga yang sempat mencair saat Idul Adha tahun lalu kembali mandek. Gideon pun berharap ada jalan agar hubungan ayah dan anak itu kembali terjalin dengan baik.
Sebelumnya, pertemuan keluarga saat Idul Adha sempat memunculkan harapan baru karena dinilai menjadi momen silaturahmi yang hangat. Namun, kerabat Gideon menegaskan bahwa pertemuan itu tidak berkaitan dengan persoalan hukum maupun upaya perdamaian dengan Rieta. Mereka menyebut momen tersebut hanya undangan makan biasa yang tidak membahas konflik keluarga. Di sisi lain, Gideon mengaku kecewa karena pihak yang semula diharapkan bisa menjadi jembatan justru belum membantu membuka komunikasi.
Kisruh Keluarga Gideon Tengker
Gideon Tengker mengaku tidak lagi bisa berkomunikasi dengan Nagita Slavina dan Caca Tengker dalam beberapa bulan terakhir. Ia menyebut nomor teleponnya diduga diblokir, sehingga sulit menghubungi anak-anaknya secara langsung. Kondisi itu membuat hubungan keluarga yang sempat terlihat membaik kembali merenggang. Gideon menyampaikan keluhannya saat berada di Polda Metro Jaya.
Dalam keterangannya, Gideon menyebut ia sudah tidak ingat pasti kapan terakhir kali komunikasi terputus. Ia memperkirakan situasi itu terjadi sekitar empat hingga lima bulan lalu. Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa jarak komunikasi antara dirinya dan anak-anaknya sudah berlangsung cukup lama. Hingga kini, ia mengaku belum mendapat penjelasan yang jelas mengenai alasan terputusnya kontak tersebut.
Gideon menilai situasi ini sangat disayangkan karena hubungan orang tua dan anak seharusnya tetap dijaga. Ia berharap ada langkah sederhana, yakni membuka kembali jalur komunikasi tanpa perlu memperpanjang konflik. Menurutnya, pertemuan keluarga bisa menjadi awal untuk memperbaiki keadaan. Namun, sampai saat ini, harapan itu belum terwujud.
Silaturahmi Idul Adha
Kerabat Gideon menjelaskan bahwa pertemuan keluarga saat Idul Adha tahun lalu berlangsung dalam suasana santai. Menurutnya, momen itu murni hanya silaturahmi biasa tanpa agenda pembahasan serius. Kehadiran keluarga saat itu disebut lebih untuk bertemu sanak saudara, termasuk kemungkinan mempertemukan cucu dan kakek. Karena itu, pertemuan tersebut tidak bisa diartikan sebagai penyelesaian masalah keluarga.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan mengenai persoalan hukum yang sedang berjalan. Begitu pula dengan isu perdamaian antara Gideon dan Rieta, yang disebut sama sekali tidak dibahas. Kerabat tersebut menyatakan narasi yang berkembang di publik tidak sesuai dengan yang terjadi dalam pertemuan itu. Bagi keluarga, momen itu hanyalah undangan makan biasa.
Penjelasan itu disampaikan untuk meluruskan kabar yang terlanjur dikaitkan dengan konflik keluarga. Kerabat Gideon menilai caption yang menyebut adanya perdamaian tidak mewakili isi pertemuan sebenarnya. Ia menegaskan tidak ada pembicaraan yang mengarah pada penyelesaian sengketa. Karena itu, hubungan yang terlihat mencair saat itu dianggap hanya sebatas pertemuan keluarga biasa.
Harapan Terbuka Lagi
Di tengah situasi yang belum membaik, Gideon berharap Nagita dan Caca mau menghubunginya kembali. Ia meminta agar komunikasi dibangun dengan cara yang baik dan tidak dibebani persoalan lain. Menurutnya, langkah sederhana itu sudah cukup untuk memulai percakapan keluarga. Gideon menegaskan bahwa keinginannya hanya untuk kembali terhubung sebagai ayah dan anak.
Ia juga mengaku belum pernah melihat upaya serius untuk mempertemukannya dengan Rieta maupun kedua anaknya dalam satu pembicaraan keluarga. Gideon menyebut pertemuan terakhir hanya terjadi di restoran, tanpa tindak lanjut yang jelas. Kondisi tersebut membuatnya merasa hubungan keluarga berjalan di tempat. Ia berharap ada inisiatif yang lebih terbuka dari semua pihak.
Dalam pernyataannya, Gideon menyampaikan rasa kecewa yang cukup mendalam. Ia menyebut ada pihak yang semula diharapkan bisa menjadi jembatan, tetapi justru tidak membantu memperbaiki keadaan. Menurutnya, situasi itu malah membuat dirinya seolah menjadi pihak yang disalahkan. Meski begitu, ia tetap berharap hubungan keluarga bisa pulih tanpa memperbesar konflik.
Peran Raffi Ahmad Dipertanyakan
Nama Raffi Ahmad ikut terseret dalam polemik ini karena sebelumnya disebut sebagai sosok yang dapat menjembatani komunikasi keluarga. Gideon mengaku sempat menaruh harapan besar agar Raffi membantu membuka dialog yang lebih baik. Namun, harapan itu tidak berjalan seperti yang diinginkan. Ia merasa peran tersebut belum memberikan dampak positif bagi dirinya.
Gideon bahkan menyampaikan kekecewaannya secara terbuka terhadap situasi yang terjadi. Ia menilai sosok yang diharapkan bisa membantu justru tidak mampu meredakan ketegangan. Dalam pandangannya, kondisi itu membuat persoalan keluarga semakin rumit. Ia merasa seolah berada dalam posisi yang terus disalahkan.
Meski kecewa, Gideon tetap menegaskan bahwa dirinya ingin hubungan keluarga kembali normal. Ia berharap semua pihak dapat mengesampingkan salah paham dan membuka ruang komunikasi yang lebih sehat. Menurutnya, penyelesaian terbaik tetap berasal dari percakapan yang jujur dan baik. Sampai saat ini, ia masih menunggu kabar dari Nagita dan Caca.
