Gaun Gigi Nadine Bhabha Jadi Sorotan di ACTRA Awards

Lifestyle Anindya Kirana Putri 25 Mei 2026 23:36 WIB 2
Gaun Gigi Nadine Bhabha Jadi Sorotan di ACTRA Awards

Aktris Nadine Bhabha menjadi pusat perhatian di karpet merah ACTRA Awards 2026 yang digelar di Toronto, Kanada. Bintang serial Heated Rivalry itu tampil dengan busana yang langsung memancing rasa penasaran publik. Dari kejauhan, gaun yang dikenakannya terlihat klasik, tetapi detailnya membuat penampilan tersebut berbeda dari yang lain. Sorotan pun tertuju pada ornamen putih yang ternyata bukan mutiara atau kristal, melainkan gigi palsu.

Penampilan itu semakin ramai diperbincangkan setelah diketahui bahwa gaun tersebut memuat ratusan gigi palsu pada bagian tali, bodice, hingga punggung. Busana model lace-up itu menjadi salah satu pernyataan mode paling berani di ajang penghargaan tersebut. Tidak hanya gaunnya, anting hoop besar yang dikenakan Nadine juga dihiasi kumpulan gigi palsu berwarna putih. Kombinasi itu membuat tampilannya terasa teatrikal, ekstrem, dan sulit diabaikan.

Gaun Gigi Nadine Bhabha

Gaun yang dikenakan Nadine Bhabha dirancang sebagai karya mode yang sengaja menabrak ekspektasi. Dari jauh, detail putih pada busana tersebut tampak seperti aksen mewah yang biasa muncul di red carpet. Namun saat dilihat lebih dekat, elemen itu justru merupakan gigi palsu yang disusun dengan sangat rapat. Efek visualnya membuat gaun itu terlihat unik sekaligus mengganggu, tergantung sudut pandang yang melihatnya.

Bagian tali gaun tampak dipenuhi deretan ornamen putih yang menyerupai perhiasan mahal. Pada bodice, susunan gigi palsu memberi kesan padat dan penuh tekstur. Sementara itu, bagian punggung dengan model lace-up menegaskan karakter busana yang tidak biasa. Seluruh elemen tersebut dirancang untuk menghadirkan kejutan visual sejak pandangan pertama.

Penampilan Nadine tidak berhenti pada gaun yang penuh detail itu. Ia juga memilih anting hoop besar yang turut dipasangi gigi palsu putih sebagai pelengkap. Aksesori tersebut memperkuat kesan nyentrik tanpa menghilangkan fokus pada gaun utama. Hasilnya, keseluruhan tampilan terasa konsisten sebagai pernyataan mode yang sengaja dibuat ekstrem.

Di tengah arus busana glamor yang lazim di karpet merah, pilihan Nadine muncul sebagai pembeda yang kuat. Ia tidak memilih aman, melainkan tampil dengan konsep yang mengundang reaksi. Keputusan itu membuatnya langsung menjadi bahan pembicaraan di media sosial dan percakapan mode. Banyak pihak menilai busana tersebut berhasil menjalankan fungsi utamanya, yakni menarik perhatian secara instan.

Reaksi Di Karpet Merah

Fashion stylist Nadine, Christal Williams, mengatakan banyak orang terpukau saat melihat langsung penampilan sang aktris. Menurutnya, para tamu terus memandang dua kali untuk memastikan detail pada busana itu. Reaksi tersebut muncul karena dari jauh gaun terlihat seperti karya couture biasa. Namun, ketika jarak pandang mendekat, identitas materialnya justru mengejutkan.

Williams juga mengungkap bahwa proses kreatif di balik busana ini berlangsung dengan suasana santai. Ia kerap bercanda bahwa mereka akan “melahap semua penampilan” selama proses pengerjaan. Candaan itu kemudian terasa pas ketika statement piece yang dihasilkan benar-benar berupa gaun yang terbuat dari gigi. Bagi Williams, momen tersebut menunjukkan bahwa mode juga bisa bermain dengan humor.

Respons publik terhadap penampilan itu beragam sejak pertama kali muncul di karpet merah. Sebagian orang menganggapnya berani dan kreatif, sementara yang lain merasa terganggu oleh konsep tersebut. Perbedaan reaksi itu justru memperbesar daya tarik busana tersebut di ruang publik. Dalam industri mode, respons yang terbelah sering kali menandakan sebuah karya berhasil memancing diskusi.

Di ajang penghargaan, penampilan seperti ini kerap menjadi strategi untuk meninggalkan kesan mendalam. Nadine tampaknya memahami bahwa karpet merah bukan hanya tempat memamerkan busana indah, tetapi juga ruang untuk menyampaikan identitas. Dengan tampil seperti itu, ia berhasil menempatkan dirinya sebagai pusat perhatian. Keberanian tersebut membuat namanya menonjol di antara para tamu lain.

Koleksi Penuh Unsur Gigi

Busana Nadine ternyata merupakan bagian dari koleksi bertema gigi yang lebih luas. Koleksi itu terdiri dari lima tampilan, yakni gigi, enamel, gigi berlubang, akar gigi, dan tambalan gigi. Setiap tampilan membawa pendekatan visual yang berbeda, tetapi tetap bertumpu pada tema yang sama. Konsepnya jelas diarahkan untuk menghadirkan mode yang sekaligus eksperimental.

Desainer di balik koleksi tersebut menggunakan lebih dari 50 ribu gigi resin untuk seluruh rangkaian karya. Jumlah itu menunjukkan skala produksi yang tidak kecil dan memerlukan perhatian detail yang tinggi. Bahkan ada satu gaun yang seluruh permukaannya ditutupi gigi palsu. Dari sisi pengerjaan, koleksi ini menuntut ketelitian sekaligus keberanian artistik.

Pemilihan tema gigi menjadikan koleksi tersebut terasa tidak biasa dibandingkan busana red carpet pada umumnya. Alih-alih bermain pada kilau kristal atau payet, koleksi ini justru mengeksplorasi benda yang kerap diasosiasikan dengan rasa tidak nyaman. Pergeseran makna itu membuat karya terlihat provokatif. Dalam konteks fesyen, provokasi seperti ini sering dipakai untuk memperluas batas estetika.

Konsep yang dihadirkan memperlihatkan bahwa busana dapat berfungsi sebagai medium komentar visual. Gigi, enamel, akar, hingga tambalan gigi diolah menjadi bahasa mode yang penuh simbol. Dari situ, koleksi ini tidak hanya berbicara soal keunikan material, tetapi juga soal identitas dan persepsi. Pilihan tema yang berani itu menjadi inti dari perhatian publik terhadap penampilan Nadine.

Makna Di Balik Busana

Davaran, perancang koleksi tersebut, mengaku sudah memperkirakan respons publik akan terbelah. Ia memahami bahwa konsep yang ia bawa memang tidak dirancang untuk disukai semua orang. Menurutnya, ada yang akan merasa jijik, ada yang membenci, dan ada pula yang menyukai. Justru perbedaan reaksi itulah yang diinginkan sejak awal.

Keputusan untuk menampilkan busana bertema gigi menunjukkan keberanian dalam merumuskan identitas kreatif. Dalam dunia mode, karya yang kuat sering kali tidak lahir dari upaya menyenangkan semua pihak. Sebaliknya, karya seperti ini justru menantang kebiasaan estetika yang sudah mapan. Nadine Bhabha menjadi wajah yang tepat untuk membawa konsep tersebut ke ruang publik.

Penampilan ini juga memperlihatkan bagaimana karpet merah kini semakin sering menjadi panggung eksperimen visual. Para selebritas tidak hanya tampil untuk berfoto, tetapi juga untuk membentuk narasi tentang diri mereka. Dalam kasus Nadine, narasi itu hadir lewat gaun yang sulit dilupakan. Busana tersebut sekaligus menegaskan bahwa mode dapat bergerak di antara seni, pertunjukan, dan kejutan.

Dengan sorotan yang begitu besar, gaun gigi Nadine Bhabha berpeluang dikenang sebagai salah satu penampilan paling unik di ACTRA Awards 2026. Publik mungkin tidak sepakat soal keindahannya, tetapi hampir semua orang sepakat bahwa tampilannya sangat berkesan. Di tengah banyak busana glamor, pilihan itu berhasil menciptakan identitas tersendiri. Itulah yang membuat Nadine menonjol di Toronto malam itu.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!