Gangguan Sistem Imigrasi Malaysia Picu Antrean Panjang

Lifestyle Clara Monica 02 Juni 2026 05:17 WIB 3
Gangguan Sistem Imigrasi Malaysia Picu Antrean Panjang

Gangguan pada sistem imigrasi Malaysia menyebabkan antrean panjang di sejumlah pos pemeriksaan di seluruh negeri, terutama di perbatasan darat Johor-Singapura, pada Kamis pagi waktu setempat. Insiden ini terjadi saat jam sibuk perjalanan pekerja lintas batas, sehingga banyak pelancong dan warga Malaysia terdampak.

Petugas terpaksa memproses pemeriksaan secara manual setelah sistem berbasis komputer mengalami gangguan antara pukul 04.30 hingga 09.30 pagi, menurut laporan media lokal yang dikutip Channel News Asia. Otoritas Malaysia menyebut masalah teknis pada pusat data MyIMMs menjadi penyebab utama, sementara sistem itu kini dinilai sudah tua dan menunggu pengganti baru.

sistem imigrasi Malaysia terganggu

Gangguan pada sistem imigrasi Malaysia memukul aktivitas di pos pemeriksaan yang menjadi jalur utama pekerja menuju Singapura. Situasi paling terasa di perbatasan Johor-Singapura, yang setiap hari dilintasi ribuan orang untuk bekerja dan beraktivitas.

Ketika sistem digital berhenti berfungsi, petugas harus kembali menggunakan proses manual di aula bus, jalur sepeda motor, dan jalur kendaraan. Kondisi ini membuat waktu pemeriksaan menjadi jauh lebih lama dari biasanya, terutama pada jam keberangkatan pagi.

Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Malaysia mengatakan antrean panjang terjadi di kedua pos pemeriksaan darat Johor. Ia menilai gangguan tersebut muncul pada waktu puncak sehingga dampaknya langsung dirasakan para komuter.

Selain gerbang otomatis yang tidak bisa digunakan, sistem pengenalan wajah juga ikut terganggu. Akibatnya, alur pemeriksaan berjalan lebih lambat dan menimbulkan penumpukan kendaraan di area perbatasan.

dampak perbatasan Johor-Singapura

Perbatasan Johor-Singapura dikenal sebagai salah satu jalur tersibuk di kawasan tersebut, sehingga gangguan sekecil apa pun dapat berdampak besar. Dalam insiden ini, kemacetan terlihat di area pemeriksaan dan lalu lintas di sekitar perbatasan ikut tersendat.

Foto dan video kerumunan besar pun beredar luas di media sosial, memperlihatkan padatnya antrean pelancong di pos imigrasi. Kondisi itu memperkuat keluhan warga yang harus menunggu lebih lama dari biasanya untuk melewati pemeriksaan.

Banyak pekerja Malaysia yang menuju Singapura merasa frustrasi karena proses keluar negeri terganggu pada jam kerja. Sejumlah di antara mereka mengaku terlambat tiba di tempat kerja akibat antrean yang tidak biasa.

Seorang warga Malaysia bernama M Satish mengaku tiba di pos pemeriksaan KSAB sekitar pukul 07.30 pagi dan mendapati situasi yang kacau. Ia mengatakan proses imigrasi memakan waktu hampir 40 menit, padahal biasanya kurang dari 10 menit.

sistem imigrasi Malaysia kuno

Direktur Jenderal Departemen Imigrasi, Zakaria Shaaban, menyebut gangguan terjadi sekitar pukul 05.00 pagi dan berlangsung hingga pukul 08.45 pagi. Ia menjelaskan pusat data Sistem Imigrasi Malaysia, atau MyIMMs, mengalami masalah teknis yang memicu berhentinya layanan.

Zakaria menegaskan sistem tersebut tidak diretas dan kembali online setelah proses perbaikan dilakukan. Ia juga menyebut MyIMMs telah berusia sekitar 30 tahun, sehingga potensi gangguan teknis memang sulit dihindari.

Malaysia memiliki 56 titik masuk melalui laut, 30 melalui darat, dan 28 bandara, sehingga gangguan di sistem imigrasi berpengaruh luas. Dalam insiden ini, sebagian besar dari 114 pos pemeriksaan di seluruh negeri terdampak dan petugas keamanan tambahan dikerahkan untuk menjaga ketertiban.

Insiden tersebut menjadi gangguan besar kedua dalam waktu sekitar satu bulan. Sebelumnya, ribuan pelancong sempat terlantar selama sekitar dua jam pada 23 April lalu akibat persoalan serupa.

menuju sistem imigrasi baru

Pemerintah Malaysia berencana mengganti MyIMMs dengan Sistem Imigrasi Terpadu Nasional atau NIISe pada 2028. Platform baru ini dirancang untuk memodernisasi pengendalian perbatasan melalui integrasi verifikasi paspor, pemeriksaan visa, dan data pelancong.

Namun, sebelum NIISe beroperasi penuh, gangguan serupa masih mungkin terjadi pada sistem lama. Karena itu, pihak terkait diminta menyiapkan langkah mitigasi agar layanan perbatasan tetap berjalan lebih stabil.

Vendor NIISe juga telah diminta menyiapkan rencana antisipasi menjelang operasional Sistem Transit Cepat atau RTS Johor Bahru-Singapura tahun depan. Langkah ini dinilai penting agar konektivitas lintas batas tidak kembali terganggu oleh persoalan teknis.

Zakaria mengatakan pemerintah akan bertahan dengan sistem yang ada sampai NIISe siap digunakan sepenuhnya. Pernyataan itu menunjukkan bahwa modernisasi imigrasi masih berlangsung, sementara risiko gangguan pada sistem lama belum sepenuhnya hilang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!