FTSE Russell Keluarkan Empat Saham Indonesia dari GEIS

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 29 Mei 2026 17:34 WIB 7
FTSE Russell Keluarkan Empat Saham Indonesia dari GEIS

FTSE Russell mengumumkan akan mengeluarkan empat saham asal Indonesia dari FTSE Global Equity Index Series atau GEIS. Keputusan ini tercantum dalam laporan June 2026 Quarterly Review dan diumumkan pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Empat emiten yang terdampak adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, PT Daaz Bara Lestari Tbk, PT Hillcon Tbk, dan PT Mulia Industrindo Tbk. Perubahan tersebut akan berlaku setelah penutupan perdagangan 19 Juni 2026, meski masih bisa ditinjau ulang hingga 5 Juni 2026.

Keputusan FTSE Russell

FTSE Russell menyampaikan hasil tinjauan indeks secara resmi melalui situsnya. Lembaga penyedia indeks global itu menegaskan bahwa pembaruan tersebut merupakan bagian dari evaluasi berkala terhadap komposisi GEIS.

Dalam pengumuman itu, FTSE Russell mencantumkan empat saham Indonesia yang akan dikeluarkan. Keputusan tersebut menyasar emiten dari berbagai kategori kapitalisasi pasar, mulai dari large cap hingga micro cap.

Penerbitan hasil tinjauan indeks menjadi acuan penting bagi investor institusi. Perubahan komposisi indeks biasanya memengaruhi arus dana, likuiditas, dan perhatian pasar terhadap saham terkait.

FTSE Russell juga menjelaskan bahwa hasil tinjauan masih berpotensi berubah sebelum batas waktu revisi. Dengan demikian, pasar masih memiliki ruang untuk menunggu kepastian final sebelum keputusan efektif diberlakukan.

Alasan Penghapusan Saham

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA dikeluarkan dari kategori large cap GEIS. Alasannya, emiten milik Grup Sinar Mas itu masuk dalam kategori dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi.

FTSE Russell menyebut DSSA gagal memenuhi syarat high shareholding concentration. Dalam pengumumannya, lembaga tersebut menuliskan status itu sebagai failed high shareholding concentration.

Sementara itu, PT Daaz Bara Lestari Tbk atau DAAZ keluar dari kategori micro cap. Penyebabnya adalah free float perseroan berada di bawah batas minimum yang ditetapkan dalam kriteria indeks.

Untuk PT Hillcon Tbk dan PT Mulia Industrindo Tbk, FTSE Russell menyatakan keduanya tidak memenuhi kriteria pengawasan saham. Keduanya tercatat dalam status failed surveillance stocks screen, sehingga tidak lolos evaluasi indeks.

Dampak Bagi Emiten

Pengeluaran dari indeks global berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap saham terkait. Pasalnya, banyak dana pasif dan pengelola portofolio mengacu pada komposisi indeks dalam membentuk alokasi investasi.

Bagi emiten, perubahan status indeks juga dapat berdampak pada tingkat likuiditas perdagangan. Saham yang keluar dari indeks sering kali menghadapi penyesuaian kepemilikan dari investor institusi.

DSSA, DAAZ, HILL, dan MLIA kini menjadi sorotan pelaku pasar setelah pengumuman tersebut. Investor biasanya mencermati apakah keputusan indeks akan memicu tekanan jual atau justru membuka peluang revaluasi harga.

Meski demikian, dampak akhir tetap bergantung pada respons pasar menjelang tanggal efektif. Reaksi investor juga akan dipengaruhi oleh fundamental masing-masing emiten dan prospek bisnis ke depan.

Jadwal Tinjauan Berikutnya

FTSE Russell menegaskan bahwa perubahan hasil tinjauan indeks masih dapat direvisi hingga penutupan perdagangan Jumat, 5 Juni 2026. Setelah tanggal tersebut, hasil perubahan akan dianggap belum final sampai memasuki tahap penguncian berikutnya.

Mulai Senin, 8 Juni 2026, hasil tinjauan indeks akan dianggap final. Setelah itu, perubahan lanjutan umumnya hanya bisa dilakukan dalam kondisi luar biasa sesuai kebijakan FTSE Russell.

Keputusan efektif atas pengeluaran empat saham Indonesia akan berlaku setelah penutupan perdagangan 19 Juni 2026. Dengan demikian, pasar masih memiliki jeda waktu untuk menyesuaikan ekspektasi terhadap komposisi indeks.

FTSE Russell menegaskan bahwa revisi di luar jadwal normal hanya akan dipertimbangkan dalam situasi tertentu. Ketentuan itu menjadi bagian dari pedoman perhitungan ulang indeks yang diterapkan lembaga tersebut secara global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!