FTSE Russell Keluarkan Empat Saham Indonesia dari GEIS

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 02 Juni 2026 16:33 WIB 2
FTSE Russell Keluarkan Empat Saham Indonesia dari GEIS

Lembaga penyedia indeks saham global, FTSE Russell, mengumumkan penghapusan empat saham asal Indonesia dari FTSE Global Equity Index Series (GEIS). Keputusan itu disampaikan dalam laporan June 2026 Quarterly Review yang dipublikasikan pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Empat emiten yang terdampak adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA). Perubahan ini akan berlaku setelah penutupan perdagangan 19 Juni 2026, namun masih dapat ditinjau ulang hingga 5 Juni 2026.

FTSE Russell Cabut DSSA

FTSE Russell menyatakan DSSA dikeluarkan dari kategori large cap GEIS. Alasannya, saham tersebut masuk dalam kategori dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSG).

Dalam pengumumannya, FTSE Russell menuliskan status DSSA sebagai failed high shareholding concentration. Kondisi ini membuat saham Grup Sinar Mas itu tidak lagi memenuhi kriteria indeks yang digunakan secara luas oleh investor global.

Penghapusan DSSA dari indeks berpotensi memengaruhi arus dana pasif yang mengikuti komposisi GEIS. Biasanya, perubahan seperti ini menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat berdampak pada likuiditas dan minat beli investor institusi.

Meski demikian, keputusan FTSE Russell belum bersifat final hingga batas peninjauan ulang pada 5 Juni 2026. Setelah melewati tenggat tersebut, perubahan hasil tinjauan indeks akan dianggap final mulai Senin, 8 Juni 2026.

DAAZ Tersisih Karena Free Float

Saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) juga masuk daftar penghapusan FTSE Russell. Emiten ini dikeluarkan dari kategori micro cap karena free float-nya berada di bawah batas minimum yang disyaratkan.

Free float menjadi salah satu ukuran penting dalam penilaian indeks, karena mencerminkan porsi saham yang beredar di publik. Semakin kecil free float, semakin terbatas pula saham yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan di pasar.

Dalam praktiknya, saham dengan free float rendah sering menghadapi tantangan dalam memenuhi kriteria indeks global. Kondisi tersebut dapat memengaruhi peluang masuk atau bertahan dalam daftar indeks yang disusun FTSE Russell.

Untuk investor, informasi ini penting karena penyesuaian indeks dapat memicu rebalancing dari dana kelolaan pasif. Meski tidak selalu berdampak langsung pada harga, pasar umumnya merespons setiap perubahan komposisi indeks global.

HILL dan MLIA Tak Lolos

Selain DSSA dan DAAZ, FTSE Russell juga menghapus PT Hillcon Tbk (HILL) dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA). Kedua emiten tersebut dinyatakan tidak memenuhi kriteria dalam surveillance stocks screen.

Status tersebut menandakan bahwa saham terkait belum lolos penyaringan pengawasan yang diterapkan FTSE Russell. Mekanisme ini digunakan untuk memastikan saham yang masuk indeks tetap memenuhi standar kelayakan tertentu.

FTSE Russell tidak merinci lebih jauh faktor teknis yang menjadi dasar penghapusan HILL dan MLIA. Namun, keputusan semacam ini umumnya mencerminkan hasil evaluasi atas kepatuhan saham terhadap parameter indeks.

Dengan keluarnya dua emiten tersebut, jumlah saham Indonesia yang terdampak dalam tinjauan kali ini menjadi empat. Hal ini menunjukkan ketatnya proses seleksi yang diterapkan penyedia indeks global tersebut.

Jadwal Revisi Masih Terbuka

FTSE Russell menegaskan perubahan hasil tinjauan indeks masih dapat direvisi hingga penutupan perdagangan Jumat, 5 Juni 2026. Setelah itu, daftar hasil review akan dianggap final mulai 8 Juni 2026.

Dalam pengumumannya, FTSE Russell juga mengingatkan bahwa revisi atas file lampiran masih mungkin terjadi sebelum tenggat tersebut. Perubahan setelah tanggal final hanya akan dipertimbangkan dalam kondisi luar biasa, sesuai kebijakan perusahaan.

Ketentuan ini memberi ruang bagi penyesuaian jika ada pembaruan data atau hasil evaluasi tambahan. Namun, investor tetap perlu mencermati keputusan awal karena biasanya menjadi acuan utama pasar.

Tinjauan indeks FTSE Russell kerap menjadi perhatian emiten, manajer investasi, dan pelaku pasar saham. Bagi investor, daftar terbaru ini menjadi sinyal penting untuk membaca potensi pergerakan dana di saham-saham terkait.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!