FTSE Russell Keluarkan Empat Saham Indonesia dari GEIS

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 31 Mei 2026 06:22 WIB 2
FTSE Russell Keluarkan Empat Saham Indonesia dari GEIS

FTSE Russell mengumumkan penghapusan empat saham asal Indonesia dari indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS) dalam hasil tinjauan kuartalan bertajuk June 2026 Quarterly Review. Keputusan ini mencakup PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA).

Pengumuman tersebut disampaikan pada Sabtu, 23 Mei 2026, melalui situs resmi FTSE Russell. Kebijakan ini akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan 19 Juni 2026, namun masih dapat direvisi hingga 5 Juni 2026. Mulai 8 Juni 2026, hasil tinjauan indeks akan dianggap final kecuali ada kondisi luar biasa.

FTSE Russell dan DSSA

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, yang merupakan bagian dari Grup Sinar Mas, dikeluarkan dari kategori large cap GEIS. FTSE Russell menilai saham tersebut memiliki struktur kepemilikan yang terlalu terkonsentrasi atau high shareholding concentration (HSG).

Dalam pengumumannya, FTSE Russell menuliskan bahwa DSSA gagal memenuhi ketentuan high shareholding concentration. Kondisi itu membuat emiten tersebut tidak lagi memenuhi syarat untuk tetap berada dalam kategori yang sama. Keputusan ini menjadi sorotan karena DSSA termasuk salah satu saham dengan kapitalisasi besar di pasar domestik.

Penghapusan dari indeks global dapat memengaruhi persepsi investor institusi terhadap saham tersebut. Meski demikian, dampaknya terhadap pergerakan harga akan sangat bergantung pada respons pasar. Pelaku pasar biasanya mencermati perubahan semacam ini sebagai sinyal penting dalam alokasi portofolio.

FTSE Russell dan DAAZ

PT Daaz Bara Lestari Tbk menjadi emiten kedua yang dikeluarkan dari GEIS. Saham DAAZ berada dalam kategori micro cap, namun dinyatakan tidak memenuhi syarat karena free float berada di bawah batas minimum.

Free float menjadi salah satu komponen penting dalam penilaian kelayakan indeks karena mencerminkan porsi saham yang benar-benar diperdagangkan publik. Jika jumlahnya terlalu kecil, likuiditas saham berpotensi terbatas. Hal ini dapat membuat saham kurang representatif untuk masuk indeks acuan global.

Keputusan ini mempertegas bahwa struktur kepemilikan dan ketersediaan saham di pasar menjadi faktor utama dalam evaluasi FTSE Russell. Bagi emiten, kepatuhan terhadap kriteria indeks menjadi penting untuk menjaga eksposur internasional. Bagi investor, perubahan ini dapat menjadi pertimbangan dalam membaca minat pasar terhadap saham terkait.

FTSE Russell dan HILL

Selain DSSA dan DAAZ, FTSE Russell juga menghapus PT Hillcon Tbk dari daftar indeks. Saham HILL dinyatakan tidak memenuhi kriteria dalam surveillance stocks screen.

Metode penyaringan tersebut digunakan untuk menilai apakah suatu saham masih layak dipertahankan dalam indeks. Jika tidak lolos, saham dapat dikeluarkan meski sebelumnya sudah masuk dalam daftar acuan. Evaluasi ini menunjukkan bahwa keberlanjutan status indeks bersifat dinamis.

Pengeluaran HILL menambah daftar emiten Indonesia yang terdampak revisi berkala indeks global. Dalam praktiknya, keputusan seperti ini dapat memengaruhi aliran dana pasif dari produk investasi berbasis indeks. Karena itu, pasar umumnya merespons setiap perubahan daftar dengan perhatian tinggi.

FTSE Russell dan MLIA

PT Mulia Industrindo Tbk menjadi emiten keempat yang masuk dalam daftar penghapusan. Sama seperti HILL, MLIA dinyatakan gagal memenuhi surveillance stocks screen.

FTSE Russell menegaskan bahwa hasil tinjauan yang tercantum dalam lampiran masih dapat berubah hingga penutupan perdagangan pada 5 Juni 2026. Setelah itu, mulai 8 Juni 2026, perubahan akan dianggap final. Revisi hanya mungkin dilakukan dalam kondisi luar biasa sesuai kebijakan indeks perusahaan tersebut.

Bagi pasar modal Indonesia, keputusan ini menunjukkan pentingnya kepatuhan emiten terhadap standar global. Perubahan status dalam indeks internasional dapat memengaruhi arus dana, likuiditas, dan sentimen investor. Oleh karena itu, pelaku pasar akan terus memantau hasil akhir tinjauan FTSE Russell dalam beberapa pekan ke depan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!