FTSE Russell Keluarkan DSSA, DAAZ, HILL, dan MLIA

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 01 Juni 2026 07:11 WIB 2
FTSE Russell Keluarkan DSSA, DAAZ, HILL, dan MLIA

FTSE Russell mengumumkan sejumlah perubahan dalam hasil tinjauan indeks terbaru yang tercantum dalam laporan June 2026 Quarterly Review. Empat saham emiten Indonesia, yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA), tidak lagi memenuhi ketentuan sebagai konstituen indeks FTSE.

Pengumuman tersebut dirilis di laman resmi FTSE Russell pada Sabtu, 23 Mei 2026. Keputusan ini berlaku efektif setelah penutupan perdagangan 19 Juni 2026, namun masih dapat ditinjau ulang hingga penutupan perdagangan 5 Juni 2026.

FTSE Russell dan DSSA

FTSE Russell mengeluarkan saham milik Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dari kategori Large Cap GEIS. Penghapusan ini dilakukan karena saham tersebut masuk dalam kategori dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSG).

Dalam pengumumannya, FTSE Russell menegaskan bahwa DSSA dinyatakan failed high shareholding concentration. Status itu membuat saham tersebut tidak lagi memenuhi syarat sebagai bagian dari indeks terkait.

Langkah ini menjadi sorotan pasar karena DSSA termasuk emiten berkapitalisasi besar. Perubahan status konstituen seperti ini dapat memengaruhi minat investor institusi yang mengikuti indeks acuan global.

DAAZ di kategori micro cap

Selain DSSA, FTSE Russell juga mengeluarkan PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) dari kategori micro cap. Alasan utamanya adalah free float saham tersebut berada di bawah batas minimum yang ditetapkan.

Free float menjadi salah satu syarat penting dalam penilaian konstituen indeks. Semakin kecil porsi saham yang beredar bebas di publik, semakin terbatas pula kelayakannya untuk masuk dalam indeks tertentu.

Keputusan terhadap DAAZ menunjukkan bahwa aspek likuiditas dan distribusi kepemilikan tetap menjadi perhatian utama. Emiten yang tidak memenuhi ambang batas free float berisiko tersingkir saat evaluasi berkala dilakukan.

Sorotan pada HILL dan MLIA

Dalam kategori yang sama, FTSE Russell juga mengeluarkan saham PT Hillcon Tbk (HILL) dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA). Keduanya dinyatakan tidak memenuhi kriteria atau failed surveillance stocks screen.

Status tersebut menandakan adanya evaluasi ketat terhadap kepatuhan saham pada parameter pengawasan indeks. FTSE Russell menggunakan penyaringan ini untuk memastikan konstituen tetap sesuai standar yang dipersyaratkan.

Meski demikian, keputusan yang diumumkan masih berada dalam tahap yang dapat ditinjau ulang. Kondisi ini memberi ruang bagi perubahan sebelum hasilnya ditetapkan secara final.

Jadwal berlaku keputusan FTSE

FTSE Russell menyebut perubahan hasil tinjauan indeks masih dapat direvisi hingga penutupan perdagangan Jumat, 5 Juni 2026. Setelah tanggal tersebut, hasil revisi akan mulai mengikat dan tidak mudah diubah.

Mulai Senin, 8 Juni 2026, perubahan hasil tinjauan indeks akan dianggap final. Revisi lanjutan umumnya hanya dipertimbangkan dalam kondisi luar biasa sesuai kebijakan FTSE Russell.

Dengan demikian, pasar memiliki jangka waktu untuk menyesuaikan diri terhadap potensi perubahan komposisi indeks. Para pelaku pasar biasanya memantau jadwal seperti ini karena dapat berdampak pada aliran dana pasif dan rebalancing portofolio.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!