Fedi Nuril Antarkan Ibunda ke TPU Karet Bivak

Lifestyle Nadia Safira Putri 23 Mei 2026 12:02 WIB 6
Fedi Nuril Antarkan Ibunda ke TPU Karet Bivak

Aktor Fedi Nuril mengantar ibundanya, Gusmawati Nuril, ke peristirahatan terakhir di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Mei 2026. Jenazah tiba sekitar pukul 11.00 WIB setelah diberangkatkan dari rumah duka menuju lokasi pemakaman.

Selama prosesi, Fedi tampak tegar dan mengikuti rangkaian pemakaman dengan tenang. Namun suasana berubah haru ketika ia turun langsung ke liang lahat dan mengumandangkan adzan serta iqamah untuk sang ibunda.

Fedi Nuril Antar Ibunda

Jenazah Gusmawati Nuril tiba di TPU Karet Bivak sekitar pukul 11.00 WIB. Fedi terlihat berada di ambulans yang membawa jenazah dari rumah duka menuju pemakaman. Kehadirannya menjadi perhatian para pelayat yang sudah menunggu di lokasi. Prosesi berjalan tertib dengan pengawalan keluarga dan kerabat.

Sepanjang perjalanan terakhir sang ibu, Fedi tampak berusaha menjaga ketenangan. Ekspresi wajahnya menunjukkan duka, meski ia tetap berdiri tegar di dekat liang lahat. Sejumlah keluarga memberikan dukungan moral agar prosesi berjalan lancar. Suasana di area makam terasa khidmat dan penuh empati.

Gusmawati Nuril dimakamkan setelah seluruh rangkaian doa dan penghormatan dilakukan. Fedi kemudian mengikuti prosesi dengan penuh kesungguhan sebagai anak yang melepas kepergian ibunya. Momen itu menyita perhatian karena memperlihatkan kedekatan emosional keduanya. Para pelayat ikut merasakan kesedihan yang mendalam.

Usai pemakaman, Fedi menyampaikan terima kasih kepada para pelayat yang hadir. Ia juga meminta doa agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ucapan itu disampaikan dengan singkat namun penuh ketulusan. Setelah itu, ia mendampingi keluarga untuk menutup rangkaian prosesi.

Adzan Dan Iqamah Di Liang Lahat

Suasana haru memuncak saat Fedi turun ke liang lahat untuk menunaikan penghormatan terakhir. Ia mengumandangkan adzan dan iqamah untuk ibundanya dengan suara bergetar. Momen tersebut membuat suasana pemakaman semakin emosional. Para pelayat terdiam menyaksikan prosesi yang berlangsung sangat khusyuk.

Tindakan itu menjadi bentuk bakti terakhir Fedi kepada Gusmawati Nuril. Di tengah duka, ia tetap menjalankan tradisi keagamaan dengan penuh kesadaran. Momen tersebut menunjukkan kuatnya ikatan keluarga yang selama ini terjalin. Kehadiran doa menjadi bagian penting dalam prosesi perpisahan.

Rangkaian pemakaman berlangsung dalam suasana yang tertib dan penuh penghormatan. Keluarga besar tampak mendampingi Fedi selama proses berlangsung. Sejumlah kerabat memberikan ruang agar ia dapat melepas ibunda dengan tenang. Semua pihak menjaga agar prosesi tetap khidmat sampai selesai.

Setelah pengumandangan adzan dan iqamah, Fedi kembali berdiri di dekat makam. Ia tampak menahan tangis sambil mengikuti doa yang dipanjatkan bersama. Momen itu menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam prosesi. Banyak pelayat yang kemudian ikut larut dalam kesedihan tersebut.

Tangis Pecah Saat Makam Ditutup

Tangisan Fedi akhirnya pecah ketika makam mulai ditutup tanah. Ia terlihat menangis dalam pelukan sang istri, Calysta Vanny Widyasasti, yang setia menenangkannya. Kehadiran sang istri menjadi penopang emosional di tengah kehilangan besar. Pemandangan itu menggambarkan duka yang begitu dalam.

Calysta mendampingi Fedi selama prosesi berlangsung tanpa meninggalkan sisi suaminya. Ia berusaha memberi ketenangan saat Fedi tak kuasa menahan air mata. Dukungan keluarga menjadi kekuatan penting dalam momen perpisahan tersebut. Suasana pemakaman pun berubah semakin haru saat tanah mulai menutupi liang lahat.

Para pelayat turut merasakan kesedihan ketika Fedi menangis di depan pusara ibundanya. Beberapa di antara mereka tampak menunduk dan ikut memanjatkan doa. Momen tersebut menjadi gambaran kuatnya ikatan anak dan ibu. Duka keluarga juga terasa oleh semua yang hadir di lokasi.

Setelah tangisnya mereda, Fedi kembali menguatkan diri untuk melanjutkan prosesi berikutnya. Ia berdiri di samping makam sambil menerima doa dari kerabat. Kehadiran orang-orang terdekat membantu menenangkan suasana. Pemakaman kemudian berlanjut dengan rangkaian doa penutup.

Pesan Duka Dari Fedi Nuril

Sebelumnya, Fedi mengabarkan kabar duka melalui Instagram Story. Ia menuliskan bahwa ibunya, Gusmawati Nuril binti Hasan Basri, wafat pada Selasa, 19 Mei 2026 pukul 15.53 WIB. Dalam unggahannya, ia memohon maaf atas segala kesalahan almarhumah semasa hidup. Ia juga meminta doa agar ibundanya husnul khatimah.

Unggahan itu memperlihatkan kedalaman rasa kehilangan yang dirasakan Fedi. Ia berharap sang ibu diampuni segala dosa dan dilapangkan kuburnya. Permintaan doa tersebut langsung mendapat respons dari banyak warganet dan rekan sesama artis. Dukungan moral mengalir di media sosial setelah kabar itu tersebar.

Dalam pesan yang dibagikan, Fedi menekankan harapan agar ibundanya ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kalimat itu menunjukkan rasa sayang yang besar sekaligus keikhlasan menerima takdir. Banyak pihak menilai ucapan tersebut sangat menyentuh hati. Doa untuk almarhumah pun terus berdatangan dari publik.

Prosesi pemakaman di TPU Karet Bivak menutup perjalanan terakhir Gusmawati Nuril dengan suasana penuh doa. Fedi, keluarga, dan para pelayat bersama-sama mengiringi kepergian almarhumah dengan penghormatan. Peristiwa ini meninggalkan kesan mendalam bagi yang menyaksikan langsung. Duka keluarga menjadi pengingat akan kuatnya ikatan kasih seorang anak kepada ibunya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!