Fedi Nuril Antar Ibunda ke Peristirahatan Terakhir

Lifestyle Anindya Kirana Putri 24 Mei 2026 01:24 WIB 6
Fedi Nuril Antar Ibunda ke Peristirahatan Terakhir

Aktor sekaligus musisi Fedi Nuril mengantar ibundanya, Gusmawati Nuril, ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Rabu, 20 Mei 2026. Prosesi pemakaman berlangsung haru, dengan keluarga dan kerabat mendampingi hingga jenazah dimakamkan.

Usai pemakaman, kakak Fedi, Nanda Nuril, menjelaskan kondisi kesehatan sang ibu sebelum meninggal dunia di rumah. Ia menyebut Gusmawati sudah lama mengalami gangguan paru-paru dan kesulitan menelan, yang kemudian membuat kesehatannya terus menurun.

Kondisi Gusmawati Nuril

Nanda Nuril menyampaikan bahwa ibundanya sudah berusia hampir 75 tahun pada Agustus mendatang. Menurut dia, kondisi tersebut membuat Gusmawati rentan mengalami gangguan kesehatan yang umum dialami orang lanjut usia.

Ia menuturkan, sang ibu memiliki riwayat penyakit pada paru-paru yang sudah cukup lama diderita. Karena itu, keluarga berusaha menjaga pola makan dan asupan yang aman bagi Gusmawati.

Nanda menjelaskan, dokter sempat menyarankan agar sang ibu hanya mengonsumsi susu. Saran itu diberikan karena air putih dinilai berisiko masuk ke saluran pernapasan dan memicu kondisi yang lebih berbahaya.

Detik Detik Sebelum Meninggal

Nanda mengenang momen terakhir saat sang ibu memanggilnya karena tersedak air putih. Saat itu, ia mendengar suara dari kamar dan segera menghampiri ibundanya.

Ia mengaku kondisi Gusmawati kala itu berbeda dari biasanya karena disertai muntah dan rasa sakit yang terlihat jelas. Menurut dia, ibundanya sempat memanggil sambil menahan kesakitan yang sangat kuat.

Di tengah kondisi tersebut, Gusmawati masih sempat meminta dipakaikan baju yang serasi sebelum dibawa ke rumah sakit. Permintaan itu menunjukkan kebiasaan sang ibu yang dikenal menyukai tampilan rapi dan serasi.

Doa dan Zikir Keluarga

Setelah menyadari ibundanya berada di fase sakaratul maut, Nanda lalu membimbingnya melafalkan zikir. Ia menggenggam tangan sang ibu sambil mengucapkan kalimat tauhid agar proses terakhirnya dipermudah.

Nanda juga berdoa agar jika memang sudah tiba waktunya, Allah memudahkan kepergian sang ibu. Ia menyampaikan doa itu dengan harapan Gusmawati mendapat ketenangan di saat-saat terakhir.

Sesaat sebelum mengembuskan napas terakhir, Nanda sempat membisikkan permintaan maaf dan ungkapan sayang kepada ibundanya. Ia mengatakan, momen itu berlangsung singkat, namun terasa sangat dalam bagi keluarga.

Riwayat Sakit Gusmawati Nuril

Nanda mengungkapkan penyakit sang ibu mulai terasa sejak bulan Ramadan lalu. Awalnya, Gusmawati mengalami batuk berkepanjangan yang kemudian membuatnya sulit berbicara.

Setelah diperiksa, dokter menemukan adanya gangguan pada pita suara sebelah. Pemeriksaan lanjutan juga menunjukkan bahwa Gusmawati pernah mengalami paru-paru basah tanpa disadari sebelumnya.

Keluarga mengaku tidak mengetahui bahwa sang ibu menyimpan riwayat penyakit tersebut karena Gusmawati tidak merasa pernah sakit berat. Kondisi itu membuat kepergiannya terasa mengejutkan sekaligus meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!