Fakta Susu Kental Manis, Benarkah Tanpa Kandungan Susu?

Lifestyle Clara Monica 29 Mei 2026 08:03 WIB 2
Fakta Susu Kental Manis, Benarkah Tanpa Kandungan Susu?

Susu kental manis telah lama menjadi bagian dari berbagai makanan dan minuman favorit masyarakat Indonesia, mulai dari kopi, roti bakar, martabak, hingga beragam dessert. Namun, produk ini kembali ramai dibahas di media sosial karena banyak pihak mempertanyakan apakah susu kental manis benar-benar masih mengandung susu.

Tekstur yang kental dan rasa manis yang dominan membuat sebagian orang menilai kandungannya lebih mirip gula daripada susu. Faktanya, susu kental manis tetap merupakan produk olahan susu dengan komposisi dan fungsi yang berbeda dari susu segar.

Kandungan Susu Kental Manis

Tekstur kental pada susu kental manis muncul dari proses evaporasi atau penguapan air. Saat susu dipanaskan perlahan, kadar air berkurang sehingga padatan susu menjadi lebih terkonsentrasi.

Proses itu menghasilkan tekstur yang lebih pekat dan creamy, sehingga mudah digunakan sebagai pelengkap makanan dan minuman. Gula kemudian ditambahkan untuk memberi rasa sekaligus membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme.

Menurut Peraturan BPOM Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan, susu kental manis termasuk produk susu dengan kadar lemak susu minimal 8 persen dan kadar protein minimal 6,5 persen. Definisi serupa juga tercantum dalam aturan BPOM sebelumnya yang menyebut produk ini diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula.

Penjelasan Aturan BPOM

Ketentuan BPOM menunjukkan bahwa susu kental manis bukan sekadar gula berperisa susu. Produk ini tetap memiliki unsur susu, termasuk protein, lemak, dan laktosa yang berasal dari bahan dasarnya.

Salah satu produk di pasaran bahkan mencantumkan komposisi kandungan susu hingga 35 persen. Komposisi tersebut dapat berasal dari susu skim bubuk, susu sapi segar, lemak susu, laktosa, hingga buttermilk bubuk.

Artinya, anggapan bahwa susu kental manis sama sekali tidak mengandung susu tidak sepenuhnya tepat. Yang membedakannya adalah kadar gula yang lebih tinggi, sehingga profil rasa dan gizinya berbeda dari susu segar.

Dominasi Rasa Manis

Rasa manis yang kuat sering membuat kandungan susu di dalam produk ini terasa kurang dominan. Kondisi itu memicu persepsi bahwa susu kental manis hanya terdiri dari gula.

Padahal, protein susu, lemak susu, laktosa, dan sejumlah mineral alami masih tetap ada dalam produk tersebut. Hanya saja, tambahan gula membuat rasa manis menutupi karakter susu yang sebenarnya masih terdapat di dalamnya.

Karena itu, susu kental manis lebih tepat dipahami sebagai olahan susu dengan tambahan gula, bukan pengganti susu harian. Pemahaman ini penting agar masyarakat tidak salah menilai fungsi dan kandungan gizinya.

Cara Konsumsi yang Bijak

Susu kental manis tetap bisa dinikmati selama porsinya diperhatikan. Produk ini memang lazim digunakan sebagai pelengkap rasa dalam berbagai makanan tradisional Indonesia.

Membaca label gizi menjadi langkah penting untuk mengetahui kandungan gula dalam satu sajian. Jika dikonsumsi sesuai takaran saji, asupan gula harian umumnya masih bisa dijaga agar tidak berlebihan.

BPOM juga mengatur bahwa susu kental manis tidak boleh dipasarkan seolah-olah menjadi minuman susu tunggal atau satu-satunya sumber gizi. Karena itu, penggunaan secukupnya menjadi pilihan paling bijak agar konsumsinya tetap seimbang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!