Faisal Ajak Gala Belajar Empati Lewat Kurban

Lifestyle Anindya Kirana Putri 01 Juni 2026 10:52 WIB 3
Faisal Ajak Gala Belajar Empati Lewat Kurban

Faisal memanfaatkan momen Idul Adha sebagai sarana edukasi bagi cucunya, Gala Sky Andriansyah, di Jakarta Barat, Rabu (27/5/2026). Bersama keluarga besar, ayah mendiang Bibi Ardiansyah itu mengajak Gala menyaksikan proses kurban secara langsung, sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini.

Kegiatan keluarga tersebut dimulai dengan salat Idul Adha berjamaah di masjid dekat kediamannya, lalu dilanjutkan ziarah ke makam mendiang Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah. Setelah itu, Faisal membawa Gala melihat hewan kurban yang telah disiapkan oleh Fujianti Utami dan Fadly Faisal.

Kurban sebagai ruang edukasi

Faisal menilai Idul Adha bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga momentum untuk mengajarkan arti berbagi kepada anak-anak. Ia ingin Gala memahami bahwa kebahagiaan lebaran akan lebih bermakna jika diiringi kepedulian terhadap sesama.

Menurut Faisal, pembiasaan seperti ini penting agar anak-anak mengenal nilai sosial sejak usia dini. Ia menekankan bahwa pengalaman langsung jauh lebih efektif dibanding sekadar penjelasan lisan.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa keluarga harus menjadi ruang pertama untuk menanamkan empati. Karena itu, setiap momen keagamaan selalu dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran karakter.

Gala belajar lewat pengalaman

Gala sempat menunjukkan sikap malu-malu saat didekatkan ke hewan kurban. Faisal menyebut reaksi itu wajar, karena cucunya masih dalam tahap mengenal lingkungan baru.

Meski demikian, ia menilai rasa takut kecil justru bagian dari proses belajar. Dari situ, Gala diharapkan memahami bahwa manusia perlu peka terhadap makhluk hidup dan keadaan sekitarnya.

Faisal menambahkan, kebiasaan mengajak Gala ikut dalam kegiatan keluarga akan membentuk keberanian dan kepekaan sosial. Ia percaya anak yang dibiasakan sejak kecil akan lebih mudah tumbuh dengan empati yang kuat.

Anak-anak berinisiatif berkurban

Faisal juga mengaku bangga karena anak-anaknya kini memiliki inisiatif sendiri untuk berkurban. Ia menyebut Fuji dan Fadly tidak lagi menunggu arahan, melainkan sudah menyiapkan hewan kurban jauh-jauh hari.

Fuji diketahui berkurban satu ekor sapi dengan bobot sekitar 700 kilogram. Sementara itu, Fadly juga menyiapkan sapi dengan bobot hampir serupa, ditambah beberapa ekor kambing.

Menurut Faisal, sikap itu menunjukkan bahwa nilai berbagi sudah tertanam dalam keluarga. Ia menilai inisiatif tersebut sebagai tanda kedewasaan sekaligus kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.

Warisan nilai keluarga

Bagi Faisal, ziarah ke makam keluarga dan pelaksanaan kurban merupakan satu rangkaian pendidikan yang saling melengkapi. Keduanya menjadi cara untuk mengajarkan penghormatan kepada orang tua yang telah tiada, sekaligus kepedulian kepada lingkungan.

Ia menegaskan bahwa anak-anak perlu diajak memahami hubungan dengan keluarga, saudara, dan masyarakat sekitar. Dari kebiasaan itu, tumbuh kesadaran bahwa rezeki harus membawa manfaat bagi orang lain.

Faisal berharap nilai-nilai tersebut dapat terus diwariskan kepada Gala dan generasi berikutnya. Baginya, berbagi bukan hanya kewajiban saat Idul Adha, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter yang harus dijaga sepanjang waktu.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!