Erin Tolak Damai, Pilih Lanjutkan Proses Hukum

Lifestyle Anindya Kirana Putri 22 Mei 2026 01:54 WIB 7
Erin Tolak Damai, Pilih Lanjutkan Proses Hukum

Rien Wartia Trigina atau Erin menolak tawaran perdamaian dari mantan asisten rumah tangganya, Herawati, dan memilih melanjutkan proses hukum. Sikap itu disampaikan Erin saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu malam, 20 Mei 2026. Ia menilai tuduhan yang beredar telah merusak nama baik serta integritasnya. Karena itu, Erin menegaskan tidak akan mengambil jalur damai begitu saja.

Erin menyebut dirinya bukan menolak damai tanpa alasan, melainkan keberatan dengan fitnah yang telah terlanjur menyebar. Ia merasa tuduhan soal penganiayaan dan penggunaan senjata tajam telah memojokkannya di mata orang banyak. Dalam pandangannya, rekonsiliasi tanpa pengakuan yang jelas justru akan dianggap sebagai bentuk pembenaran atas tuduhan tersebut. Erin pun memilih menunggu proses hukum berjalan sesuai fakta.

Sikap Tegas Erin

Erin mengatakan nama baiknya sudah telanjur rusak akibat isu yang beredar di publik. Ia menegaskan, tuduhan yang menyebut dirinya melakukan tindakan kasar bukan persoalan ringan. Menurutnya, narasi tersebut telah membentuk persepsi buruk terhadap dirinya di lingkungan pertemanan maupun masyarakat. Karena itu, ia merasa perlu meluruskan perkara ini lewat jalur hukum.

Ia menolak anggapan bahwa penolakan damai berarti dirinya tidak menghargai penyelesaian secara kekeluargaan. Bagi Erin, menerima perdamaian dalam kondisi seperti ini justru dapat dimaknai sebagai pengakuan. Ia menyatakan tidak bisa menerima tuduhan yang dianggapnya sangat jauh dari kenyataan. Erin menilai langkah tegas diperlukan agar kebenaran tidak tenggelam oleh fitnah.

Dalam keterangannya, Erin juga menegaskan bahwa dirinya harus memperjuangkan keadilan. Ia merasa tidak pantas disalahkan atas peristiwa yang menurutnya tidak pernah dilakukan. Sikap itu, kata dia, diambil demi menjaga martabat dirinya dan keluarganya. Erin pun memastikan tidak akan mundur sebelum fakta yang sebenarnya terungkap.

Tuduhan Yang Dipersoalkan

Perselisihan ini bermula ketika Herawati, mantan ART Erin, mengaku mengalami perlakuan kasar dan ancaman. Pengakuan itu kemudian dibawa ke DPR RI untuk meminta perlindungan. Dari sana, perkara ini berkembang menjadi perhatian publik. Erin pun menyatakan keberatan atas seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Ia menilai sejumlah tuduhan sudah masuk ke ranah yang sangat serius. Erin menyebut narasi seperti mencakar, mencekik, menendang, hingga menodong pisau sebagai fitnah yang berlebihan. Menurutnya, tuduhan tersebut bukan hanya melukai nama baik, tetapi juga menciptakan kesan yang sangat buruk. Karena itu, ia memilih merespons melalui jalur resmi.

Erin juga menilai tuduhan itu telah menimbulkan dampak sosial yang besar. Ia mengaku orang-orang di sekitarnya ikut memandang dirinya secara negatif setelah kabar tersebut menyebar. Situasi itu, menurutnya, tidak adil karena belum tentu sesuai dengan fakta. Erin berharap pemeriksaan hukum dapat membedakan antara dugaan dan kenyataan.

Laporan Balik Berjalan

Didampingi tim kuasa hukum, Erin menyatakan akan terus mengawal laporan balik yang telah diajukannya. Ia mengatakan telah melaporkan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik ke Polres Metro Jakarta Selatan. Selain itu, ada pula laporan terkait Undang-Undang ITE yang telah dibuat. Erin berharap semua laporan itu diproses secara objektif oleh penyidik.

Ia menuturkan bahwa sejumlah bukti, termasuk rekaman CCTV di rumahnya, dapat membantu mengungkap fakta sebenarnya. Menurutnya, bukti tersebut penting untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak bersalah. Erin percaya proses hukum akan memberi ruang bagi semua pihak untuk diperiksa secara adil. Ia pun meminta agar penyelidikan dilakukan tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Di sisi lain, Erin mengklaim memiliki bukti bahwa Herawati justru kerap melanggar privasi keluarganya. Ia menyebut ada tindakan memotret anak-anaknya tanpa izin hingga merokok di dalam rumah. Klaim itu menjadi bagian dari alasan mengapa ia memilih melapor balik. Kini, kedua pihak sama-sama menempuh jalur hukum dan prosesnya masih berlangsung di kepolisian.

Proses Hukum Berlanjut

Erin menegaskan bahwa dirinya ingin proses hukum bekerja berdasarkan fakta, bukan asumsi. Ia berharap penyidikan dapat memberikan efek jera bagi pihak yang menyebarkan fitnah. Menurutnya, langkah tersebut penting agar persoalan serupa tidak terulang di kemudian hari. Ia juga ingin masalah ini menjadi pelajaran bagi banyak orang.

Pihak Herawati sebelumnya sempat membuka peluang damai dengan sejumlah syarat, termasuk pengakuan kesalahan dari Erin. Namun, tawaran itu tidak diterima karena Erin menilai syarat tersebut bertentangan dengan posisinya. Baginya, berdamai tanpa kepastian kebenaran hanya akan memperpanjang ketidakadilan. Oleh sebab itu, ia memilih menyerahkan semuanya kepada aparat penegak hukum.

Hingga kini, perkara tersebut masih bergulir di kepolisian dan belum ada keputusan akhir. Masing-masing pihak terus mempertahankan versi cerita mereka di hadapan publik maupun penyidik. Erin berharap hasil pemeriksaan dapat membuka duduk perkara secara terang. Dengan begitu, nama baiknya dapat dipulihkan melalui jalur yang semestinya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!