Rien Wartia Trigina atau Erin angkat bicara terkait tuduhan yang menyebut dirinya kerap bersikap kasar kepada asisten rumah tangga di rumahnya. Melalui kuasa hukum, ia membantah keras seluruh dugaan penganiayaan fisik maupun verbal yang diarahkan kepadanya.
Erin menilai tuduhan tersebut merupakan upaya penggiringan opini yang tidak berdasar. Ia juga menyebut pekerja rumah tangga lain yang masih bekerja di kediamannya tetap merasa aman dan tidak mengalami perlakuan serupa.
Tuduhan Kasar Erin Dibantah
Kuasa hukum Erin, Farahnaz Maharani, menegaskan tudingan bahwa kliennya memiliki kebiasaan kasar terhadap pekerja rumah tangga tidak masuk akal. Menurutnya, jika benar ada pola kekerasan, maka pekerja lain di rumah itu semestinya mengalami hal serupa. Ia menyampaikan bantahan tersebut saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu malam, 20 Mei 2026.
Erin juga menyatakan bahwa pekerja lain yang masih aktif bekerja di rumahnya tidak pernah mengeluhkan perlakuan kasar. Ia menilai kondisi itu menjadi bukti bahwa narasi yang beredar tidak sesuai dengan kenyataan. Menurutnya, tuduhan yang muncul telah menimbulkan persepsi negatif di ruang publik.
Dalam keterangannya, Erin menegaskan dirinya tidak pernah melakukan kekerasan fisik kepada pekerja rumah tangga. Ia mengaku hanya memberikan teguran saat ada kesalahan dalam bekerja. Namun, teguran itu, kata dia, masih berada dalam batas wajar dan tidak disertai tindakan seperti mencakar atau mencekik.
Erin menyebut dugaan yang berkembang seolah diarahkan untuk membentuk opini tertentu terhadap dirinya. Ia menduga ada pihak yang tidak senang karena dirinya kerap menegur pekerja yang dinilai tidak menjalankan tugas dengan baik. Karena itu, ia merasa tuduhan tersebut berkaitan dengan sakit hati dan adanya dugaan dalang di balik laporan itu.
Erin Tegaskan Tak Menyakiti Pekerja
Erin membantah telah menyentuh apalagi menyakiti mantan asisten rumah tangga yang melaporkannya. Ia menegaskan setiap teguran yang disampaikan hanya berupa peringatan lisan ketika ada kesalahan kerja. Menurutnya, tindakan itu tidak bisa disamakan dengan kekerasan fisik maupun perlakuan tidak manusiawi.
Ia mengaku pernah mengatakan, “Hera sini, kamu kayak gini-gini”, saat memberi teguran. Namun, Erin menolak keras anggapan bahwa hal tersebut merupakan bentuk intimidasi. Ia menilai teguran dalam hubungan kerja adalah hal yang wajar selama masih dalam batas sopan.
Dalam penjelasannya, Erin juga menyinggung kemungkinan adanya motif pribadi di balik tuduhan tersebut. Ia menduga mantan pekerjanya memiliki rasa sakit hati karena kerap ditegur. Dugaan itu, menurut Erin, menjadi alasan mengapa laporan yang muncul dianggap tidak sejalan dengan fakta di rumahnya.
Selain itu, Erin menekankan bahwa dirinya tidak pernah melarang pihak luar untuk melihat langsung kondisi para pekerja yang masih tinggal di rumahnya. Ia menyebut mereka dalam keadaan sehat dan diperlakukan dengan baik. Pernyataan itu ia sampaikan untuk menegaskan bahwa gambaran di media sosial berbeda dari kenyataan.
Laporan Muncul ke Polisi
Kasus ini bermula saat mantan asisten rumah tangga bernama Herawati melaporkan Erin ke pihak kepolisian. Herawati juga diketahui telah mengadu ke DPR RI atas dugaan penganiayaan yang dialaminya. Laporan itu kemudian memicu perhatian publik dan perbincangan luas di media sosial.
Menanggapi laporan tersebut, Erin bersama tim kuasa hukumnya memilih mengambil langkah hukum balasan. Mereka melaporkan Herawati ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan fitnah, pencemaran nama baik, dan pelanggaran UU ITE. Langkah ini ditempuh sebagai bentuk perlawanan terhadap tuduhan yang dinilai merugikan nama baik Erin.
Farahnaz menyatakan pihaknya memiliki dasar hukum untuk membantah laporan Herawati. Ia menilai tuduhan yang disampaikan tidak berdiri di atas fakta yang kuat. Karena itu, pihak Erin memilih menempuh jalur hukum agar persoalan ini diuji secara resmi.
Proses hukum yang berjalan kini menjadi perhatian sejumlah pihak karena menyangkut dugaan kekerasan di lingkungan rumah tangga selebritas. Meski demikian, Erin menegaskan dirinya siap menghadapi seluruh proses tersebut. Ia mengaku percaya bukti yang dimilikinya akan membantu menjelaskan duduk perkara sebenarnya.
Bukti CCTV Jadi Andalan
Erin mengklaim memiliki rekaman CCTV yang dapat memperlihatkan kondisi sebenarnya di rumahnya. Menurutnya, bukti tersebut cukup kuat untuk membantah seluruh tuduhan yang dilontarkan oleh Herawati. Ia juga menyebut rekaman itu dapat menjawab isu penahanan gaji dan barang milik mantan pegawainya.
Kuasa hukum Erin menilai bukti visual akan menjadi salah satu alat penting dalam proses pembuktian. Rekaman tersebut, kata dia, bisa menunjukkan apakah benar ada tindakan kekerasan seperti yang dituduhkan. Jika bukti itu sesuai dengan klaim Erin, maka narasi yang beredar dinilai akan terpatahkan.
Erin berharap publik tidak langsung percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta semua pihak menunggu proses hukum berjalan sebelum mengambil kesimpulan. Baginya, penyebaran tuduhan tanpa dasar hanya akan memperpanjang kesalahpahaman.
Di tengah sorotan publik, Erin berusaha menjaga agar persoalan ini tetap berada di jalur hukum. Ia menegaskan bahwa kondisi para pekerja yang masih tinggal di rumahnya baik-baik saja. Dengan demikian, ia berharap masyarakat dapat melihat peristiwa ini secara lebih utuh dan berimbang.
