Rien Wartia Trigina atau Erin membantah tuduhan bahwa dirinya kerap bersikap kasar kepada asisten rumah tangga di kediamannya. Mantan istri Andre Taulany itu menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan sarat penggiringan opini.
Melalui kuasa hukumnya, Farahnaz Maharani, Erin menegaskan bahwa perlakuan kekerasan fisik maupun verbal tidak pernah terjadi. Ia juga menyebut pekerja rumah tangga lain masih betah bekerja dan tidak mengalami hal serupa.
Erin Bantah Tuduhan Kekerasan
Farahnaz Maharani menilai tuduhan terhadap Erin tidak logis jika memang ada kebiasaan kasar di rumah tersebut. Menurutnya, perlakuan semacam itu semestinya juga dirasakan oleh pekerja lain yang masih aktif bekerja.
Erin menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan fisik kepada para pekerjanya. Ia hanya memberi teguran ketika ada kesalahan dalam pekerjaan sehari-hari.
Dalam penjelasannya, Erin menyebut teguran itu sebatas peringatan lisan. Ia menolak keras anggapan bahwa dirinya melakukan cakar atau cekik terhadap mantan ART.
Erin juga menduga ada pihak tertentu yang memelihara sakit hati di balik tudingan tersebut. Ia menilai narasi yang berkembang tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di rumahnya.
Kondisi ART Masih Baik
Erin menyatakan pekerja rumah tangga lain yang masih berada di rumahnya dalam keadaan aman. Ia menegaskan para pekerja itu tidak menerima perlakuan kasar seperti yang ramai dibicarakan.
Ia bahkan mempersilakan pihak luar untuk melihat langsung kondisi para ART yang masih bekerja. Menurutnya, kenyataan di lapangan berbeda jauh dari narasi yang tersebar di media sosial.
Kuasa hukum Erin menyebut para pekerja lain tetap menjalankan aktivitas dengan nyaman. Hal itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa tuduhan kekerasan tidak sejalan dengan fakta di rumah tersebut.
Erin berharap publik tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta agar penilaian diberikan berdasarkan keterangan langsung dari para pekerja yang masih bertugas.
Laporan Herawati ke Polisi
Kasus ini bermula ketika mantan ART bernama Herawati melaporkan Erin ke pihak kepolisian. Herawati juga mengadu ke DPR RI atas dugaan penganiayaan yang dialaminya.
Laporan itu kemudian memicu reaksi dari pihak Erin yang merasa nama baiknya tercemar. Tim kuasa hukum menilai tudingan tersebut perlu diuji melalui proses hukum yang objektif.
Erin mengambil langkah hukum balik dengan melaporkan Herawati ke Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan itu berkaitan dengan dugaan fitnah, pencemaran nama baik, dan pelanggaran UU ITE.
Pihak Erin berharap penyidikan dapat mengungkap duduk perkara secara terang. Mereka menilai proses hukum menjadi jalan terbaik untuk menguji kebenaran dari seluruh klaim yang beredar.
Bukti CCTV Jadi Andalan
Erin mengklaim memiliki rekaman CCTV yang dapat memperkuat bantahannya. Menurutnya, bukti tersebut penting untuk mematahkan tuduhan yang dilontarkan oleh mantan pegawainya.
Selain soal kekerasan, Erin juga membantah tuduhan penahanan gaji dan barang milik Herawati. Ia menilai tuduhan itu tidak sesuai dengan kenyataan yang dapat dibuktikan secara materiil.
Kuasa hukumnya menyebut seluruh bukti akan diserahkan sesuai kebutuhan penyidikan. Mereka optimistis rekaman kamera pengawas dapat menjelaskan kronologi yang sebenarnya.
Erin berharap konflik ini tidak berkembang menjadi opini yang merugikan banyak pihak. Ia ingin kasus tersebut diselesaikan lewat mekanisme hukum, bukan melalui spekulasi di ruang publik.
