Rien Wartia Trigina atau Erin membantah tudingan bahwa dirinya kerap bersikap kasar terhadap pekerja rumah tangga di kediamannya. Ia menilai narasi yang beredar telah menggiring opini tanpa dasar dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di rumahnya.
Melalui kuasa hukumnya, Erin menegaskan bahwa tuduhan kekerasan fisik maupun verbal tidak masuk akal. Ia juga menyebut masih ada pekerja lain yang tetap nyaman bekerja dan tidak mengalami perlakuan seperti yang dituduhkan.
Erin Bantah Tuduhan Kekerasan
Erin menanggapi langsung stigma negatif yang menyebut dirinya memiliki kebiasaan kasar terhadap pekerja rumah tangga. Ia menilai tuduhan itu tidak sejalan dengan kenyataan yang dialami para ART yang masih bekerja di rumahnya.
Kuasa hukumnya, Farahnaz Maharani, mengatakan bahwa jika tuduhan itu benar, maka pekerja lain semestinya merasakan hal serupa. Menurutnya, fakta bahwa ART lain tetap bertahan menjadi indikasi bahwa tuduhan tersebut patut dipertanyakan.
Erin juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan fisik terhadap pekerja rumah tangga. Ia mengaku paling jauh hanya memberi teguran saat ada kesalahan dalam pekerjaan.
Dalam penjelasannya, Erin menyebut teguran itu masih dalam batas wajar dan tidak berujung pada kekerasan. Ia menolak keras anggapan bahwa dirinya pernah mencakar atau mencekik pekerja.
Kondisi ART Masih Aman
Erin mengatakan pekerja rumah tangga yang masih aktif di rumahnya tetap merasa aman. Ia menyebut para pekerja tersebut tidak mengalami perlakuan buruk seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.
Menurutnya, suasana di rumah masih berjalan normal dan para pekerja menjalankan tugas seperti biasa. Erin juga menilai kenyataan itu berbanding terbalik dengan tudingan yang diarahkan kepadanya.
Ia bahkan mempersilakan pihak mana pun melihat langsung kondisi para pekerja yang masih tinggal di rumahnya. Erin berharap penilaian publik didasarkan pada fakta, bukan pada narasi yang belum terverifikasi.
“Aslinya ART yang ada di rumah mungkin rekan media bisa lihat apa pendapatnya,” ujar Erin. Ia menegaskan bahwa keadaan para pekerja baik-baik saja dan tidak ada perlakuan yang menyimpang.
Laporan Mantan ART ke Polisi
Kasus ini mencuat setelah mantan ART bernama Herawati melaporkan Erin ke pihak kepolisian. Selain itu, Herawati juga mengadu ke DPR RI terkait dugaan penganiayaan yang dialaminya.
Laporan tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena memunculkan perdebatan di media sosial. Di tengah sorotan itu, Erin memilih memberikan bantahan terbuka melalui tim hukumnya.
Erin menyatakan tuduhan tersebut tidak berdasar dan merugikan nama baiknya. Ia menilai ada pihak yang sengaja membentuk opini negatif terhadap dirinya.
Menurut Erin, laporan itu tidak menggambarkan hubungan kerja yang sebenarnya di rumahnya. Ia menegaskan bahwa selama ini para pekerja yang masih bertahan tidak pernah menyampaikan keluhan serupa.
Perlawanan Hukum Erin
Menanggapi laporan Herawati, Erin bersama tim kuasa hukumnya mengambil langkah hukum balik. Mereka melaporkan Herawati ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan fitnah, pencemaran nama baik, dan pelanggaran UU ITE.
Langkah tersebut ditempuh untuk meluruskan informasi yang dianggap tidak benar. Erin berharap proses hukum dapat mengungkap duduk perkara secara objektif.
Ia juga mengklaim memiliki bukti rekaman CCTV yang dinilai kuat untuk membantah seluruh tuduhan. Bukti itu, menurutnya, juga berkaitan dengan isu penahanan gaji dan barang milik mantan pegawainya.
Melalui jalur hukum, Erin ingin membuktikan bahwa tuduhan terhadap dirinya tidak sesuai fakta. Ia menegaskan akan menghormati proses yang berjalan sambil tetap menjaga nama baik keluarganya.
