Elyse Myers Ungkap Perjuangan Lawan Nyeri Kronis

Lifestyle Anindya Kirana Putri 23 Mei 2026 14:49 WIB 6
Elyse Myers Ungkap Perjuangan Lawan Nyeri Kronis

Elyse Myers kembali menjadi sorotan setelah membagikan pengalaman panjangnya menghadapi nyeri kronis dan pendarahan berkepanjangan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Kisah itu mencuat lewat potongan video podcast yang kembali diunggah pada 3 Mei, lalu ramai dibahas warganet karena dinilai mewakili pengalaman banyak perempuan.

Dalam percakapan tersebut, ibu dua anak itu mengaku sempat merasa tubuhnya seperti melawan dirinya sendiri, hingga akhirnya menjalani histerektomi. Respons simpati dari pembawa acara, atlet rugby Olimpiade Ilona Maher, ikut membuat pernyataan itu viral dan memicu diskusi lebih luas tentang kesehatan reproduksi perempuan.

Kesehatan reproduksi perempuan

Myers menjelaskan bahwa sebelum operasi, ia mengalami pendarahan hampir sepanjang tahun dan kondisi itu sangat memengaruhi tubuhnya. Ia bahkan menyebut pernah pingsan saat mengantre pemeriksaan TSA di bandara.

Selain itu, berat badannya turun drastis karena ia terus-menerus mual dan tidak mampu makan dengan baik. Kondisi tersebut membuat aktivitas harian yang sederhana terasa sangat berat untuk dijalani.

Pengalamannya menunjukkan bahwa gangguan pada kesehatan reproduksi dapat berdampak luas terhadap fisik dan kualitas hidup. Dalam kasus seperti ini, keluhan yang tampak berulang sebenarnya dapat menjadi tanda masalah medis yang lebih serius.

Dokter yang benar-benar mendengar

Myers mengaku tidak menyangka akan mendapat saran untuk menjalani histerektomi di usia yang masih tergolong muda. Namun, ia merasa lega karena akhirnya bertemu dokter yang bersedia mendengarkan keluhannya secara serius.

Ia mengatakan pengalaman itu memberinya rasa divalidasi setelah sekian lama merasa tidak dipercaya saat datang berkonsultasi. Menurutnya, banyak perempuan sering menghadapi situasi serupa ketika gejala yang mereka alami dianggap biasa atau tidak cukup penting.

Keluhan yang diabaikan dapat membuat diagnosis tertunda dan memperburuk kondisi pasien. Karena itu, komunikasi yang terbuka antara pasien dan tenaga medis menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan yang layak.

Hambatan layanan medis

Dalam podcast itu, Myers juga menyoroti masih adanya hambatan akses terhadap prosedur medis terkait reproduksi bagi perempuan muda. Ia menyebut usia kerap dijadikan alasan oleh sebagian dokter untuk menolak tindakan tertentu.

Menurutnya, keputusan seperti itu sering kali tidak mempertimbangkan kondisi dan pilihan pasien secara utuh. Ia menegaskan bahwa ada perempuan yang sudah yakin dengan pilihannya, tetapi tetap ditolak hanya karena dinilai masih terlalu muda.

Masalah ini memperlihatkan adanya kebutuhan untuk memperkuat pendekatan berbasis pasien dalam layanan kesehatan. Dengan demikian, keputusan medis dapat lebih sesuai dengan kebutuhan, riwayat, dan persetujuan individu yang bersangkutan.

Pemulihan setelah operasi

Myers mengatakan dirinya dan sang suami memang sudah sepakat untuk tidak menambah anak sebelum operasi dilakukan. Ia kini memiliki dua putra yang masih kecil dan memilih langkah medis tersebut sebagai keputusan keluarga.

Beberapa minggu setelah operasi, ia mulai merasakan perubahan besar pada tubuhnya. Jerawatnya berangsur hilang, kualitas tidur membaik, dan rambutnya tidak lagi rontok.

Pemulihan itu memberi gambaran bahwa penanganan medis yang tepat dapat membawa dampak signifikan bagi kondisi pasien. Cerita Myers kini menjadi pengingat bahwa keluhan kesehatan perempuan tidak seharusnya disepelekan, terutama jika sudah berlangsung lama dan mengganggu fungsi tubuh.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!